MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 24 September 2018 12:57
Sempat Langka, Gas Melon Kembali Normal

Jual di Atas HET, Masyarakat Wajib Laporkan!

MUDAH DIPEROLEH: Keberadaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram kini kembali normal. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Setelah sepekan sempat terjadi kelangkaan, kini pasokan  tabung Liquefied Petroleum Gas 3 kilogram (LPG 3 kg) di Agen LPG Desa Sebidai, dapat dipastikan kembali aman seperti hari biasanya. Sebab, ribuan tabung yang kerap disebut gas melon ini  akhirnya  tiba pada Minggu (23/9).

Diakui Kepala Gudang Agen LPG Desa Sebidai, Arif, dalam sepekan, loading order (LO) LPG 3 kg sempat kosong. Tambahnya, kekosongan ini karena masala teknis dari supir truk. “ Supir truk  berhalangan mengangkut karena ada urusan. Dan mereka tidak dapat digantikan dengan supir lainya karenda memang aturannya seperti itu,” ujar Arif kepada media ini, Minggu (23/9).

Dijelaskannya, kekosongan gas melon ini biasanya hanya terjadi maksimal hingga 2 hari. Hal itu disebabkan karena masalah pengiriman dari Samarinda yang mengalami keterlambatan dalam perjalanan. Untuk sekali pengiriman, rata-rata pihaknya menerima sebanyak 3 ribu tabung LPG 3kg. “Dari 3 ribu tabung ini, diangkut dengan menggunakan 3 kendaraan dan membutuhkan kurang lebih 3 sampai 4 hari dalam perjalanan sehingga membuat ada sedikit keterlambatan,” ujarnya.

Terkait kekosongan gas beberapa hari lalu, diungkapkannya memang sering  terjadi. Tetapi, sejak Minggu (23/9), distribusi gas melon ini sudah sampai di pangkalannya. “Jadi alhamdullilah sekarang sudah normal kembali,” pungkasnya.

Sebelumnya, hampir seminggu, masyarakat Tana Tidung dan sekitarnya kesulitan mendapatkan gas melon. Kondisi itu sudah membuat resah masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga dan penjual warung nasi, yang selama ini mengandalkan LPG untuk kebutuhan memasak.

Rilla (30), salah seorang pedagang nasi di Tana Tidung menyebutkan, dalam sepekan terakhir dirinya sangat kesulitan mendapatkan gas melon di pengecer maupun di pangkalan.

“Sudah saya cari-cari lagi, baik ke pengecer maupun ke pangkalannya langsung. Tapi masih tetap tidak dapat. Yang adanya hanya tabung gas yang 5- 12 kilogram saja,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Minggu (23/9).

 

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Disperindagkop, Andi Burhan saat dikonfirmasi menyatakan bahwa sebenarnya penyaluran dari pengisian ke agen dan pangkalan tidak ada kendala dari Pertamina. Pantau di lapangan dibenarkan pihaknya, kendala teknis ada di 3 mobil pengangkut LPG 3 kg yang biasa melakukan pengangkutan.  Disebutkannya, dua mobil berkapasitas 720 tabung dan satu mobil yang besar itu berkapasitas 1.480 tabung.  “Dan mobil yang paling besar itu saat ini tidak beroperasi karena sang supir sedang ada urusan keluarga. Sehingga kuota untuk KTT sedikit berkurang. Dan hanya dua mobil saja yang beroperasi saat ini itu pun secara bergantian dan membutuhkan perjalanan sampai 4 hari,” ujarnya.

Menurut Andi, harga eceran tertinggi (HET) resmi Elpiji 3 kg yang ditentukan oleh pemerintah daerah sebesar Rp 27 ribu. Ia mengimbau kepada masyarakat agar membeli langsung ke pangkalan LPG 3 kg. Dari sisi pengawasan lanjutnya,  pihaknya mengakui masih belum maksimal lantaran pihaknya tidak bisa bekerja sendiri melakukan pengawasan. Semua stakeholder harus turut serta. Diseprindagkop berharap dari pihak kecamatan membantu ikut melakukan pengawasan sampai ke tingkat desa.

 “Makanya kami sarankan untuk membeli dari agen hingga pangkalan dengan harga resmi yang telah ditentukan Rp 27 ribu. Karena kalau di pengecer harga lebih mahal. Dan kami sudah beri pemahaman tapi jika nanti masih membandel pasti akan tindak sesuai aturan,” katanya.

Andi Burhan mengungkapkan jika ada masyarakat yang mengetahui ada pangkalan yang menjual LPG 3 kg di atas HET Rp 27 ribu, segera lapor ke Disperindagkop agar di tindaklanjuti.

Sebenarnya setiap sebulan sekali pihaknya melakukan pengawasan di lapangan. Dan untuk laporan dari pihak agen selalu ada masuk setiap minggunya. “Jadi kami tahu kondisi di lapangan apakah terjadi kelangkaan atau tidak. Tapi kami tetap turun ke lapangan untuk memastikan stok aman atau langka,” imbuhnya.  (*/rko/zia)

 


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 11:31

Janji Gaji Karyawan Cair Besok

TANA TIDUNG - Perusahaan PT.TH Felda Nusantara akhirnya memberikan kepastian …

Selasa, 19 Februari 2019 11:30

Delapan Desa Jadi Pilot Project

TANA TIDUNG - Metode pertanian yang menggabungkan tanam padi dengan…

Senin, 18 Februari 2019 12:46

Pedagang Mengeluh Pembeli Sepi

TANA TIDUNG – Keberadaan  sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan…

Senin, 18 Februari 2019 12:44

DPTb Bertambah 81 Orang

TANA TIDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Tidung menetapkan jumlah…

Rabu, 13 Februari 2019 13:45

Kelola Padi, Petani Masih Senang Cara Lama

TANA TIDUNG – Kebiasaan para petani menggarap lahannya dengan cara…

Senin, 11 Februari 2019 13:24

Siap-siap Pemadaman Bergilir Lagi

TANA TIDUNG – Lagi dan lagi. UPTD PLN Cabang Tideng…

Senin, 11 Februari 2019 13:23

Laris, Warga Berharap Ada Penambahan Bus

TANA TIDUNG – Akhir pekan, keberadaan bus Damri rute Desa…

Jumat, 08 Februari 2019 14:25

Pembangunan Masuk Tahap Land Clearing

TANA TIDUNG - Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) Bulungan 0903…

Jumat, 08 Februari 2019 14:20

415 Kotak Suara Dirakit KPU

TANA TIDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tana Tidung…

Kamis, 07 Februari 2019 14:44

Bawaslu Minta Bukti Akurat

TANA TIDUNG – Beberapa partai politik (parpol) melaporkan kepada Bawaslu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*