MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 24 September 2018 12:55
Kebiasaan Hidup Bersih Dimulai dari Peran Orang Tua

Pentingnya PHBS Diterapkan Sejak Dini

TERAPKAN: Puskesmas Sesayap saat memberikan pemahaman tentang pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini. IST

PROKAL.CO, Sering kali kita dihadapkan pada situasi yang kurang memungkinkan sehingga kegiatan dan aktivitas yang kita lakukan tertunda. Salah satu kendala yang sering kita hadapi adalah masalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

RIKO, TANA TIDUNG

Setiap orang pasti menginginkan tubuh yang selalu bersih dan sehat. Karena dengan memiliki tubuh yang bersih dan sehat, maka setiap kegiatan dan aktivitas yang dilakukan akan berjalan optimal dan sesuai dengan yang diharapkan. Salah satunya yakni menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seperti yang dilakukan Puskesmas Kecamatan Sesayap Sabtu (22/9).

Diungkapkan Kepala Puskesmas Kecamatan Sesayap, dr. Gondiar menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan pentingnya peran orang tua, terutama ibu untuk mengenal dan mengetahui bagaimana cara mencegah kebiasaan yang berakibat buruk, pada kondisi kesehatan gigi dan mulut anak. Serta memberi pemahaman PHBS sehingga menghasilkan kader kesehatan di sekolah sebagai motor penggerak perilaku hidup bersih dan sehat.

Dipaparkannya,  PHBS salah satu di antaranya seperti mencuci tangan sebelum makan dengan praktek “ 7 Steps to Hand Washing”. Lalu jajan di kantin sekolah yang sehat, membuang sampah pada tempatnya, mengikuti kegiatan olahraga menimbang berat badan dan tinggi badan tiap 6 bulan, bebas dari asap rokok. “Selain itu memberantas jentik nyamuk  buang air kecil dan besar di jamban sekolah,” ungkap dr. Gondiar.

Kemudian lanjutnya, ada pelajaran (P3K) yakni pertolongan pertama kepada korban kecelakaan dan kegawatdaruratan dengan cepat dan tepat di sekolah sebelum dirujuk ke Puskesmas. Tujuannya guna mencegah cedera bertambah parah dan menunjang upaya penyembuhan.

"Dari penjelasan daftar standar isi kotak P3K yang harus ada di sekolah serta pedoman atau prinsip P3K "Patut" yaitu Penolong amankan diri sendiri, Amankan korban, Tandai tempat kejadian lalu, Usahakan menghubungi guru atau puskesmas, dan Tindakan korban dalam urutan tepat," kata dr. Gondiar.

Dia menambahkan, pelatihan dilaksanakan dengan menghadirkan dokter umum, dokter gigi, sarjana kesehatan masyarakat dan ahli gizi dari UPT Pusksemas. "Harapan peserta yang mengikuti dapat melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di sekolah dan pengenalan awal terhadap penyakit sebelum dilakukan rujukan ke puskesmas," katanya.

Ada pun materi yang disampaikan pertama materi dasar UKS, lalu ada materi inti meliputi kesehatan lingkungan, penyakit menular, kemudian kesehatan gigi dan mulut, kesehatan mata dan pendengaran.

Kepala Sekolah SD 019 Endang Amor mengatakan bersyukur dengan diadakannya kegiatan seperti ini. Dirinya senang dan bangga dengan diadakannya kegiatan tersebut, para murid dapat memahami arti pentingnya PHBS serta menjaga kesehatan gigi di kalangan para murid SD.

"Tentu saya sangat menyambut baik atas apa yang dilakukan Puskesmas Sesayap dengan menggelar kegiatan ini. Tentu ini sangat berguna bagi murid kami. Apalagi yang namanya anak SD pasti tingkat bermainnya yang utama," ujar Endang Amor, Sabtu (22/9).(***)

 


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .