MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 September 2018 11:35
Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran
Beruang Madu di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah yang diduga sakit dan mengalami stres, dalam tahap pemeriksaan oleh tim kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan.

Tim kesehatan yang tiba di lokasi sekira pukul 09.20 WITA itu, akan melakukan pengambilan sample untuk feses atau kotoran dari beruang tersebut untuk segera dilakukan pemeriksaan apakah dalam tubuh ketiga beruang terdapat cacing.

“Secara kasatmata memang terlihat kurus. Namun belum pada tahap terlalu parah, biasanya kalau hewan itu sakit, maka akan berimbas pada nafsu makannya. Tapi ini, nafsu makannya masih bagus. Maka dari itu, rencana pengambilan sampel untuk fesesnya untuk pengujian cacing. Baru itu yang bisa kami lakukan, dia cacingan atau tidak,” ungkap drh. Wikan Adi.

Terkait apakah beruang madu ini terkena penyakit pankreas pada pencernaannya, Wikan belum dapat menjelaskan secara pasti. Dikarenakan untuk memastikan penyakit itu, perlu dilakukan uji laboratorium lebih lanjut.

“Kami belum punya laboratorium untuk pengambilan sampelnya dan memang cukup kesulitan dengan hewan liar seperti ini dan tentunya butuh biaya juga,” jelasnya.

Menurut Wikan, sapaan akrabnya, untuk bisa memperbaiki nutrisi beruang tersebut  dapat diberikan makanan berupa susu dan pisang. Sedangkan pola kandang sudah terlihat bagus dan memadai untuk ditempati. “Dari segi lingkungan saya kira juga mendukung tidak terlalu ramai dan sejuk juga, mungkin ini pengaruhnya ke stres. Kalau dia kelihatan orang, akan terlihat takut,” bebernya.

Namun saat ditanyakan lebih detail soal ketiga beruang madu tersebut, Wikan tidak dapat menjelaskannya lebih rinci karena bukan pakar beruang. Hanya dirinya pernah mengikuti cara memberi makan beruang.

“Kebanyakan memang pisang. Karena kami enggak mempelajari khusus tentang beruang, jadi orang yang biasa di konservasi lebih paham,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan Supriyono mengatakan untuk memastikan penyakit beruang tersebut harus dilakukan pemeriksaan darah dan kotoran. Permasalahannya kini ialah biayanya yang mahal dan juga di Tarakan tidak ada laboratorium pendukung. “Jadi kalau untuk mengetahui penyakit apa, pastinya harus dibawa keluar. Namun itu tadi, biayanya yang tidak murah. Dan kami tidak ada anggaran untuk itu,” bebernya. (eru/lim)

 

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:12

Martabak Green Tea

Kudapan kekinian yang penuh inovasi. Martabak yang berwarna hijau ini sangat nikmat dan menggoda selera.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:10

Gabin Tape Susu

Pesona kue gabin dengan isian tape yang disirami susu kental manis dan kejunya terkesan penuh nikmat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .