MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 September 2018 11:35
Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran
Beruang Madu di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah yang diduga sakit dan mengalami stres, dalam tahap pemeriksaan oleh tim kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan.

Tim kesehatan yang tiba di lokasi sekira pukul 09.20 WITA itu, akan melakukan pengambilan sample untuk feses atau kotoran dari beruang tersebut untuk segera dilakukan pemeriksaan apakah dalam tubuh ketiga beruang terdapat cacing.

“Secara kasatmata memang terlihat kurus. Namun belum pada tahap terlalu parah, biasanya kalau hewan itu sakit, maka akan berimbas pada nafsu makannya. Tapi ini, nafsu makannya masih bagus. Maka dari itu, rencana pengambilan sampel untuk fesesnya untuk pengujian cacing. Baru itu yang bisa kami lakukan, dia cacingan atau tidak,” ungkap drh. Wikan Adi.

Terkait apakah beruang madu ini terkena penyakit pankreas pada pencernaannya, Wikan belum dapat menjelaskan secara pasti. Dikarenakan untuk memastikan penyakit itu, perlu dilakukan uji laboratorium lebih lanjut.

“Kami belum punya laboratorium untuk pengambilan sampelnya dan memang cukup kesulitan dengan hewan liar seperti ini dan tentunya butuh biaya juga,” jelasnya.

Menurut Wikan, sapaan akrabnya, untuk bisa memperbaiki nutrisi beruang tersebut  dapat diberikan makanan berupa susu dan pisang. Sedangkan pola kandang sudah terlihat bagus dan memadai untuk ditempati. “Dari segi lingkungan saya kira juga mendukung tidak terlalu ramai dan sejuk juga, mungkin ini pengaruhnya ke stres. Kalau dia kelihatan orang, akan terlihat takut,” bebernya.

Namun saat ditanyakan lebih detail soal ketiga beruang madu tersebut, Wikan tidak dapat menjelaskannya lebih rinci karena bukan pakar beruang. Hanya dirinya pernah mengikuti cara memberi makan beruang.

“Kebanyakan memang pisang. Karena kami enggak mempelajari khusus tentang beruang, jadi orang yang biasa di konservasi lebih paham,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan Supriyono mengatakan untuk memastikan penyakit beruang tersebut harus dilakukan pemeriksaan darah dan kotoran. Permasalahannya kini ialah biayanya yang mahal dan juga di Tarakan tidak ada laboratorium pendukung. “Jadi kalau untuk mengetahui penyakit apa, pastinya harus dibawa keluar. Namun itu tadi, biayanya yang tidak murah. Dan kami tidak ada anggaran untuk itu,” bebernya. (eru/lim)

 

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

 


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 12:59

Jumlah DPTHP Berkurang 442 Pemilih

TARAKAN- Meski telah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 12 Desember 2018 12:41

Mulyawati Divonis Delapan Tahun Penjara

TARAKAN - Majelis hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada…

Rabu, 12 Desember 2018 12:38

Pelaku Curanmor dan Spesialis Jambret Berhasil Dibekuk

TARAKAN - Spesialis jambret dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil…

Rabu, 12 Desember 2018 12:34

Pemilih di Lapas Dibagi Dua Kategori

TARAKAN - Pemilihan umum yang akan digelar pada April mendatang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:33

Tiga Puskesmas Tunda Reakreditasi

TARAKAN – Banyaknya kegiatan menjelang akhir tahun menjadi salah satu…

Rabu, 12 Desember 2018 12:31

Nelayan Tuntut Pemerataan BBM

TARAKAN - Tak tahan dengan pembagian BBM bersubsidi yang diduga…

Rabu, 12 Desember 2018 12:30

Tiga Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 03 Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .