MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 September 2018 11:35
Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran
Beruang Madu di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah yang diduga sakit dan mengalami stres, dalam tahap pemeriksaan oleh tim kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan.

Tim kesehatan yang tiba di lokasi sekira pukul 09.20 WITA itu, akan melakukan pengambilan sample untuk feses atau kotoran dari beruang tersebut untuk segera dilakukan pemeriksaan apakah dalam tubuh ketiga beruang terdapat cacing.

“Secara kasatmata memang terlihat kurus. Namun belum pada tahap terlalu parah, biasanya kalau hewan itu sakit, maka akan berimbas pada nafsu makannya. Tapi ini, nafsu makannya masih bagus. Maka dari itu, rencana pengambilan sampel untuk fesesnya untuk pengujian cacing. Baru itu yang bisa kami lakukan, dia cacingan atau tidak,” ungkap drh. Wikan Adi.

Terkait apakah beruang madu ini terkena penyakit pankreas pada pencernaannya, Wikan belum dapat menjelaskan secara pasti. Dikarenakan untuk memastikan penyakit itu, perlu dilakukan uji laboratorium lebih lanjut.

“Kami belum punya laboratorium untuk pengambilan sampelnya dan memang cukup kesulitan dengan hewan liar seperti ini dan tentunya butuh biaya juga,” jelasnya.

Menurut Wikan, sapaan akrabnya, untuk bisa memperbaiki nutrisi beruang tersebut  dapat diberikan makanan berupa susu dan pisang. Sedangkan pola kandang sudah terlihat bagus dan memadai untuk ditempati. “Dari segi lingkungan saya kira juga mendukung tidak terlalu ramai dan sejuk juga, mungkin ini pengaruhnya ke stres. Kalau dia kelihatan orang, akan terlihat takut,” bebernya.

Namun saat ditanyakan lebih detail soal ketiga beruang madu tersebut, Wikan tidak dapat menjelaskannya lebih rinci karena bukan pakar beruang. Hanya dirinya pernah mengikuti cara memberi makan beruang.

“Kebanyakan memang pisang. Karena kami enggak mempelajari khusus tentang beruang, jadi orang yang biasa di konservasi lebih paham,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan Supriyono mengatakan untuk memastikan penyakit beruang tersebut harus dilakukan pemeriksaan darah dan kotoran. Permasalahannya kini ialah biayanya yang mahal dan juga di Tarakan tidak ada laboratorium pendukung. “Jadi kalau untuk mengetahui penyakit apa, pastinya harus dibawa keluar. Namun itu tadi, biayanya yang tidak murah. Dan kami tidak ada anggaran untuk itu,” bebernya. (eru/lim)

 

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

 


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

Perkembangan pesat tren belanja melalui sistem online secara tidak langsung…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Edukasi Masyarakat lewat Pawai Pembangunan

TARAKAN – Berbicara soal pawai pembangunan, tidak hanya sekadar keramaiannya.…

Senin, 22 Juli 2019 10:31

Tewas di Kolam, Dalami Penyebab Kematian

SEORANG anak berinisial DY (12) didapati meninggal dunia di sebuah…

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Kristen Ortodoks Belum Ditemukan

TARAKAN- Munculnya ajaran Kristen Ortodoks di Indonesia, menjadi perhatian khusus…

Senin, 22 Juli 2019 10:26

Eksploitasi Migas di Sembakung Menjanjikan

TARAKAN – Sejumlah daerah di Kaltara, seperti Sembakung, Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam

TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Penyidik Sudah Tetapkan Tersangka

TARAKAN - Setelah perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kelurahan…

Senin, 22 Juli 2019 10:17

Jalan Rusak Meresahkan

TARAKAN - Banyaknya kerusakan jalan yang terdapat di RT 16…

Senin, 22 Juli 2019 09:38

Pemda Harusnya Jadi Penengah

TARAKAN - Ratusan warga Pantai Amal Baru Sabtu (20/7) pagi…

Senin, 22 Juli 2019 09:37

Kekurangan Daya Sisa 13 MW

TARAKAN – Warga menyayangkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*