MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 September 2018 11:35
Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran
Beruang Madu di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah yang diduga sakit dan mengalami stres, dalam tahap pemeriksaan oleh tim kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan.

Tim kesehatan yang tiba di lokasi sekira pukul 09.20 WITA itu, akan melakukan pengambilan sample untuk feses atau kotoran dari beruang tersebut untuk segera dilakukan pemeriksaan apakah dalam tubuh ketiga beruang terdapat cacing.

“Secara kasatmata memang terlihat kurus. Namun belum pada tahap terlalu parah, biasanya kalau hewan itu sakit, maka akan berimbas pada nafsu makannya. Tapi ini, nafsu makannya masih bagus. Maka dari itu, rencana pengambilan sampel untuk fesesnya untuk pengujian cacing. Baru itu yang bisa kami lakukan, dia cacingan atau tidak,” ungkap drh. Wikan Adi.

Terkait apakah beruang madu ini terkena penyakit pankreas pada pencernaannya, Wikan belum dapat menjelaskan secara pasti. Dikarenakan untuk memastikan penyakit itu, perlu dilakukan uji laboratorium lebih lanjut.

“Kami belum punya laboratorium untuk pengambilan sampelnya dan memang cukup kesulitan dengan hewan liar seperti ini dan tentunya butuh biaya juga,” jelasnya.

Menurut Wikan, sapaan akrabnya, untuk bisa memperbaiki nutrisi beruang tersebut  dapat diberikan makanan berupa susu dan pisang. Sedangkan pola kandang sudah terlihat bagus dan memadai untuk ditempati. “Dari segi lingkungan saya kira juga mendukung tidak terlalu ramai dan sejuk juga, mungkin ini pengaruhnya ke stres. Kalau dia kelihatan orang, akan terlihat takut,” bebernya.

Namun saat ditanyakan lebih detail soal ketiga beruang madu tersebut, Wikan tidak dapat menjelaskannya lebih rinci karena bukan pakar beruang. Hanya dirinya pernah mengikuti cara memberi makan beruang.

“Kebanyakan memang pisang. Karena kami enggak mempelajari khusus tentang beruang, jadi orang yang biasa di konservasi lebih paham,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan Supriyono mengatakan untuk memastikan penyakit beruang tersebut harus dilakukan pemeriksaan darah dan kotoran. Permasalahannya kini ialah biayanya yang mahal dan juga di Tarakan tidak ada laboratorium pendukung. “Jadi kalau untuk mengetahui penyakit apa, pastinya harus dibawa keluar. Namun itu tadi, biayanya yang tidak murah. Dan kami tidak ada anggaran untuk itu,” bebernya. (eru/lim)

 

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

 


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 11:00

Rangsang Minat Baca dengan Mengangkat Kearifan Lokal

Menjadi seorang penulis merupakan impian Iqbal Ardianto sejak dulu. Motivasi…

Jumat, 22 Februari 2019 10:58

DILARANG..!! Tapi Request ‘Tetangga’ Dominan Kepiting Bertelur

TARAKAN – Pada pembukaan pengiriman kepiting atau open season yang…

Jumat, 22 Februari 2019 09:56

Sidang Ditunda, Pledoi Terduga Agus Salim Sudah Siap

TARAKAN – Sidang terduga terorisme yang melibatkan Agus Salim dengan…

Jumat, 22 Februari 2019 09:52

Turbo Terbakar, Pasokan Listrik Tak Pengaruh

TARAKAN — Satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 22 Februari 2019 09:50

JEMBATAN HOROR..!! Lihat Nih, Layak Ngga Dilewati?

TARAKAN – Jembatan kayu di wilayah RT 7, Kelurahan Pantai…

Jumat, 22 Februari 2019 09:49

Siswa Patra Dharma Wakili Kaltara di OSN

TARAKAN - Untuk sekian lama, akhirnya Kota Tarakan bisa kembali…

Jumat, 22 Februari 2019 00:53

Kepedulian terhadap Pesisir Masih Rendah

TARAKAN – Ada yang berbeda di Pantai Amal, Kamis (21/2).…

Kamis, 21 Februari 2019 13:59

Metode Sainte Lague di Pemilu 2019

TARAKAN - Ada yang beda dari proses perhitungan kursi suara…

Kamis, 21 Februari 2019 13:58

Persentase Masyarakat Miskin Turun

TARAKAN – Kriteria kemiskinan di Tarakan saat ini hanya menggunakan…

Kamis, 21 Februari 2019 13:55

Digagas Wanita Misterius, Penyumbang Kian Ramai

Bersedekah memang dapat dilakukan dengan berbagai cara, memberi sumbangan ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*