MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 September 2018 11:32
Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal
MULAI TERISI: Embung Persemaian yang kembali terisi air setelah hujan lebat. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam belum normal. Hal tersebut diungkap Direktur Utama PDAM Tirta Alam Said Usman Assegaf, bahwa hujan yang mengguyur tidak merata.

“Di sana hujan, tapi di tempat lain tidak hujan, hujan yang terjadi beberapa hari ini hanya memenuhi aliran sungai saja, sementara untuk embung tidak terlalu berdampak signifikan,” tuturnya, Kamis (20/9).

Hingga saat ini PDAM Tirta Alam belum mampu menyuplai air di dataran tinggi dan daerah paling ujung dari saluran pipa air. “Belum bisa saat ini. Kalau hujan lebat untuk dua atau tiga hari ke depan, mungkin PDAM bisa memberikan pelayanan normal lagi ke masyarakat di daerah dataran tinggi dan paling ujung saluran pipa,” tuturnya.

Namun dirinya meminta kepada masyarakat bersabar ketika pelayanan PDAM Tirta Alam sudah kembali normal. Proses pendistribusian membutuhkan proses dan tahapan hingga sampai ke rumah masyarakat.

“Prosesnya secepat yang dibayangkan masyarakat selama ini, karena perlu waktu hingga air itu kembali mengalir di rumah-rumah warga,” ujarnya.

Sebelumnya beberapa warga banyak mempertanyakan PDAM Titrta Alam yang tidak mendistribusikan air ke pelanggan. “Kenapa di tempat saya belum mengalir? Padahal beberapa hari ini hujan deras,” tanya Feni Suryanti, warga Kelurahan Selumit, Tarakan Tengah.

“Kita tidak tahan begini. Untung beberapa hari ini hujan, jadi kita bisa menampung air sementara, tapi ini hanya bertahan beberapa hari saja,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan warga Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat bahwa hingga saat ini dirinya terpaksa memesan air tangki profil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami berharap persoalan krisis air ini segera berakhir, karena setiap hari kami kesulitan untuk mandi, cuci, kakus,” ujarnya.

 

WASPADA WARGA LERENG GUNUNG

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kota Tarakan akan diguyur hujan selama tiga hari terhitung, Kamis (20/9). Kondisi dinamis atmosfer menunjukkan kelembaban udara yang basah serta belokan arah angin dan perlambatan kecepatan angin pada lapisan atmosfer bagian bawah 1.000 meter.

Hal tersebut disampaikan prakirawan cuaca pada BMKG Tarakan Muhammad Hermansyah di ruang kerjanya. Ia menerangkan, kondisi dinasmis atmosfer tersebut berpotensi mengakibatkan  pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Utara.

“Kami lihat pada gambar ini. Karena atmosfer dinamis sehingga bisa menimbulkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Kaltara,” terangnya, kemarin (20/9).

Wilayah yang berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan yaitu Tarakan, Nunukan, Tanjung Selor, Malinau, dan Tana Tidung. Selain itu efek dari fenomena alam tersebut dapat meluas hingga wilayah Krayan, Mentarang, Sei Menggaris, Tana Lia, Pulau Bunyu, dan sekitarnya.

Cuaca tersebut juga dapat berpotensi terjadinya gangguan alam seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang. Sehingga ia mengingatkan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas. Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat tinggal di sekitar lereng gunung agar selalu waspada.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kalimantan Utara agar tetap waspada dan hati-hati terhadap dampak bisa ditimbulkan seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, jalan yang licin dan untuk masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung agar selalu waspada,” imbaunya.

Mengenai ketinggian air, ia menerangkan jika secara umum tinggi gelombang berkisar 0,25 hingga 0,75 meter disertai kecepatan angin sekitar 8-15 knot. Meski ketinggian air tergolong aman, namun ia mengingatkan agar masyarakat yang beraktivitas di laut tetap waspada.

“Ketinggian ait, berada di 0,25-0,75. Tapi kondisi alam dinamis itu bisa saja berubah dengan drastis. Oleh karena itu kami mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di laut tetap waspada,” tuturnya. (jnr/*/zac/lim)

 

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:12

Martabak Green Tea

Kudapan kekinian yang penuh inovasi. Martabak yang berwarna hijau ini sangat nikmat dan menggoda selera.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:10

Gabin Tape Susu

Pesona kue gabin dengan isian tape yang disirami susu kental manis dan kejunya terkesan penuh nikmat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .