MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 September 2018 11:32
Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal
MULAI TERISI: Embung Persemaian yang kembali terisi air setelah hujan lebat. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski beberapa hari ini hujan lebat, pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam belum normal. Hal tersebut diungkap Direktur Utama PDAM Tirta Alam Said Usman Assegaf, bahwa hujan yang mengguyur tidak merata.

“Di sana hujan, tapi di tempat lain tidak hujan, hujan yang terjadi beberapa hari ini hanya memenuhi aliran sungai saja, sementara untuk embung tidak terlalu berdampak signifikan,” tuturnya, Kamis (20/9).

Hingga saat ini PDAM Tirta Alam belum mampu menyuplai air di dataran tinggi dan daerah paling ujung dari saluran pipa air. “Belum bisa saat ini. Kalau hujan lebat untuk dua atau tiga hari ke depan, mungkin PDAM bisa memberikan pelayanan normal lagi ke masyarakat di daerah dataran tinggi dan paling ujung saluran pipa,” tuturnya.

Namun dirinya meminta kepada masyarakat bersabar ketika pelayanan PDAM Tirta Alam sudah kembali normal. Proses pendistribusian membutuhkan proses dan tahapan hingga sampai ke rumah masyarakat.

“Prosesnya secepat yang dibayangkan masyarakat selama ini, karena perlu waktu hingga air itu kembali mengalir di rumah-rumah warga,” ujarnya.

Sebelumnya beberapa warga banyak mempertanyakan PDAM Titrta Alam yang tidak mendistribusikan air ke pelanggan. “Kenapa di tempat saya belum mengalir? Padahal beberapa hari ini hujan deras,” tanya Feni Suryanti, warga Kelurahan Selumit, Tarakan Tengah.

“Kita tidak tahan begini. Untung beberapa hari ini hujan, jadi kita bisa menampung air sementara, tapi ini hanya bertahan beberapa hari saja,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan warga Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat bahwa hingga saat ini dirinya terpaksa memesan air tangki profil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami berharap persoalan krisis air ini segera berakhir, karena setiap hari kami kesulitan untuk mandi, cuci, kakus,” ujarnya.

 

WASPADA WARGA LERENG GUNUNG

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kota Tarakan akan diguyur hujan selama tiga hari terhitung, Kamis (20/9). Kondisi dinamis atmosfer menunjukkan kelembaban udara yang basah serta belokan arah angin dan perlambatan kecepatan angin pada lapisan atmosfer bagian bawah 1.000 meter.

Hal tersebut disampaikan prakirawan cuaca pada BMKG Tarakan Muhammad Hermansyah di ruang kerjanya. Ia menerangkan, kondisi dinasmis atmosfer tersebut berpotensi mengakibatkan  pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Utara.

“Kami lihat pada gambar ini. Karena atmosfer dinamis sehingga bisa menimbulkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Kaltara,” terangnya, kemarin (20/9).

Wilayah yang berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan yaitu Tarakan, Nunukan, Tanjung Selor, Malinau, dan Tana Tidung. Selain itu efek dari fenomena alam tersebut dapat meluas hingga wilayah Krayan, Mentarang, Sei Menggaris, Tana Lia, Pulau Bunyu, dan sekitarnya.

Cuaca tersebut juga dapat berpotensi terjadinya gangguan alam seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang. Sehingga ia mengingatkan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas. Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat tinggal di sekitar lereng gunung agar selalu waspada.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kalimantan Utara agar tetap waspada dan hati-hati terhadap dampak bisa ditimbulkan seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, jalan yang licin dan untuk masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung agar selalu waspada,” imbaunya.

Mengenai ketinggian air, ia menerangkan jika secara umum tinggi gelombang berkisar 0,25 hingga 0,75 meter disertai kecepatan angin sekitar 8-15 knot. Meski ketinggian air tergolong aman, namun ia mengingatkan agar masyarakat yang beraktivitas di laut tetap waspada.

“Ketinggian ait, berada di 0,25-0,75. Tapi kondisi alam dinamis itu bisa saja berubah dengan drastis. Oleh karena itu kami mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di laut tetap waspada,” tuturnya. (jnr/*/zac/lim)

 

Hujan Lebat, Distribusi PDAM Belum Normal


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:32

PPDB, Orangtua Hampir Pingsan Menunggu Antrean

TARAKAN – Hari kedua pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*