MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 September 2018 11:16
Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella
MASIH RENDAH: Realisasi cakupan pemberian vaksin MR di Kaltara masih 49,99 persen. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Batas waktu pemberian vaksin Measles-Rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) hanya menyisakan dua pekan lagi. Namun, cakupan imunisasi baru mencapai 49,99 persen dari total sasaran 202.378 jiwa.

Angka tersebut masih rendah, sehingga provinsi ke 34 ini rawan terjadi kejadian luar biasa (KLB) campak dan rubella. Bahkan sejak Januari-Mei 2018 sudah terdapat 190 suspect (dicurigai) menderita campak dan rubella.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara, Usman mengatakan, rendahnya cakupan imunisasi di Kaltara disebabkan beberapa hal, salah satunya masih adanya keraguan orangtua terhadap kandungan vaksin.

“Saya rasa hal itu sudah tidak perlu lagi dijadikan permasalahan,” ungkap Usman kepada Radar Kaltara usai memimpin Rapat Koordinasi Pemberian Imunisasi MR di Hotel Grand Pangeran Khar, Kamis (20/9).

Apalagi, lanjut Usman, di dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produksi Serum Institut of India (SII), dibolehkan atau dalam Islam mubah. 

“Karena dalam kondisi keterpaksaan,” jelas Usman.

Karena itu, lanjut Usman, pihaknya bersama MUI Kaltara berkomitmen untuk tetap melanjutkan pemberian vaksin, karena sejauh ini belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

Sementara selama ini hanya produksi SII yang bisa menyediakan vaksin. Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization) hanya vaksin produksi SII yang aman dan sudah direkomendasikan WHO.

“Jadi yang memproduksi vaksin MR ini ada tiga negara. Yang pertama Jepang. Tapi kalau Jepang memproduksi hanya untuk negaranya saja tidak didistribusikan keluar. Negara kedua Tiongkok, tapi sejauh ini belum ada rekomendasi dari WHO,” jelas Usman.

Usman menambahkan, daerah dengan cakupan terendah masih di Kota Tarakan dengan cakupan sebanyak 25,06 persen dari jumlah sasaran 71.174 jiwa. Diurutan kedua terendah Kabupaten Tana Tidung (KTT) dengan cakupan 46,29 persen dari total sasaran 7.273 jiwa.

“Jadi Tarakan ini sasarannya sangat banyak sesuai dengan jumlah penduduknya sebanyak 607.081 jiwa,” beber Usman.

Sedangkan daerah dengan cakupan  tertinggi, yaitu Kabupaten Malinau sekitar 70,12 persen dari total sasaran 25.587 jiwa. Kedua, Kabupaten Bulungan 65,04 persen dari total sasaran 39.071 jiwa dan ketiga Kabupaten Nunukan dengan cakupan 60,12 persen dari total sasaran 59.273 jiwa.

“Kita harapkan tiga daerah ini bisa secepatnya mencapai anggka 95 persen, khususnya daerah Malinau yang sudah mencapai 70,12 persen,” ujar Usman.

Lanjut dikatakan, meski cakupan imunisasi masih sangat rendah, pihaknya terus berupaya agar cakupan minimal 95 persen seperti harapan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Kalaupun nanti tidak bisa sampai 95 persen, kita berharap ada perpanjangan waktu yang diberikan Kemenkes,” pungkasnya. (*/jai/ana)

 

Kasus Campak dan Rubella di Kaltara

Temuan Campak dan Rubella                                     2016                       2017                       2018

Laporan suspect                                                               615                         626                         190

Campak Positif                                                                  42                           33                           2

Rubella Positif                                                                   -                              14                           8

Sumber : Dinkes Kaltara

 

 

Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella

 

 


BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 12:19

Arus Balik Berakhir, Pengawasan Tetap Ditingkatkan

TANJUNG SELOR - Meskipun puncak arus balik melalui Pelabuhan Kayan…

Senin, 17 Juni 2019 12:18

Disdikbud Buka Jalur Repatriasi untuk Anak TKI

TANJUNG SELOR - Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun…

Senin, 17 Juni 2019 12:17

Warga Inisiatif Tarik Iuran, Sehari Terkumpul Rp 3,2 Juta

Per 15 Juni lalu, setiap pengendara yang melintas di Jembatan…

Senin, 17 Juni 2019 12:14

Ombudsman Sarankan Pasang CCTV di Taman

TANJUNG SELOR – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Senin, 17 Juni 2019 12:13

Tidak Ada Terminal, Penumpang Semrawut

TANJUNG SELOR – Selain belum memiliki kantor, Perusahaan Umum (Perum)…

Senin, 17 Juni 2019 12:11

Kasus Narkoba dan Perlindungan Anak Mendominasi

TANJUNG SELOR - Pemasangan CCTV yang diinisiasi Polres Bulungan dinilai…

Senin, 17 Juni 2019 09:48

Toko Indonesia Akan Diisi Barang SOA

TANJUNG SELOR – Jika sesuai rencana, toko Indonesia yang dibangun…

Senin, 17 Juni 2019 09:46

PARAH..!! Taman Dijadikan Tempat Cipokan

TANJUNG SELOR - Video mesum yang dilakukan sepasang kekasih di…

Senin, 17 Juni 2019 09:43

Duh..!! Tingkat Kedisiplinan ASN Menurun

TANJUNG SELOR – Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Ombudsman…

Senin, 17 Juni 2019 09:19

RT Dijadikan Garda Terdepan Membangun Kesadaran Masyarakat

Meski tempat pembuangan sementara (TPS) sudah tersebar di sepanjang jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*