MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 September 2018 11:16
Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella
MASIH RENDAH: Realisasi cakupan pemberian vaksin MR di Kaltara masih 49,99 persen. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Batas waktu pemberian vaksin Measles-Rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) hanya menyisakan dua pekan lagi. Namun, cakupan imunisasi baru mencapai 49,99 persen dari total sasaran 202.378 jiwa.

Angka tersebut masih rendah, sehingga provinsi ke 34 ini rawan terjadi kejadian luar biasa (KLB) campak dan rubella. Bahkan sejak Januari-Mei 2018 sudah terdapat 190 suspect (dicurigai) menderita campak dan rubella.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara, Usman mengatakan, rendahnya cakupan imunisasi di Kaltara disebabkan beberapa hal, salah satunya masih adanya keraguan orangtua terhadap kandungan vaksin.

“Saya rasa hal itu sudah tidak perlu lagi dijadikan permasalahan,” ungkap Usman kepada Radar Kaltara usai memimpin Rapat Koordinasi Pemberian Imunisasi MR di Hotel Grand Pangeran Khar, Kamis (20/9).

Apalagi, lanjut Usman, di dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produksi Serum Institut of India (SII), dibolehkan atau dalam Islam mubah. 

“Karena dalam kondisi keterpaksaan,” jelas Usman.

Karena itu, lanjut Usman, pihaknya bersama MUI Kaltara berkomitmen untuk tetap melanjutkan pemberian vaksin, karena sejauh ini belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

Sementara selama ini hanya produksi SII yang bisa menyediakan vaksin. Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization) hanya vaksin produksi SII yang aman dan sudah direkomendasikan WHO.

“Jadi yang memproduksi vaksin MR ini ada tiga negara. Yang pertama Jepang. Tapi kalau Jepang memproduksi hanya untuk negaranya saja tidak didistribusikan keluar. Negara kedua Tiongkok, tapi sejauh ini belum ada rekomendasi dari WHO,” jelas Usman.

Usman menambahkan, daerah dengan cakupan terendah masih di Kota Tarakan dengan cakupan sebanyak 25,06 persen dari jumlah sasaran 71.174 jiwa. Diurutan kedua terendah Kabupaten Tana Tidung (KTT) dengan cakupan 46,29 persen dari total sasaran 7.273 jiwa.

“Jadi Tarakan ini sasarannya sangat banyak sesuai dengan jumlah penduduknya sebanyak 607.081 jiwa,” beber Usman.

Sedangkan daerah dengan cakupan  tertinggi, yaitu Kabupaten Malinau sekitar 70,12 persen dari total sasaran 25.587 jiwa. Kedua, Kabupaten Bulungan 65,04 persen dari total sasaran 39.071 jiwa dan ketiga Kabupaten Nunukan dengan cakupan 60,12 persen dari total sasaran 59.273 jiwa.

“Kita harapkan tiga daerah ini bisa secepatnya mencapai anggka 95 persen, khususnya daerah Malinau yang sudah mencapai 70,12 persen,” ujar Usman.

Lanjut dikatakan, meski cakupan imunisasi masih sangat rendah, pihaknya terus berupaya agar cakupan minimal 95 persen seperti harapan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Kalaupun nanti tidak bisa sampai 95 persen, kita berharap ada perpanjangan waktu yang diberikan Kemenkes,” pungkasnya. (*/jai/ana)

 

Kasus Campak dan Rubella di Kaltara

Temuan Campak dan Rubella                                     2016                       2017                       2018

Laporan suspect                                                               615                         626                         190

Campak Positif                                                                  42                           33                           2

Rubella Positif                                                                   -                              14                           8

Sumber : Dinkes Kaltara

 

 

Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella

 

 


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 10:55

Pecah Antrean, Pertamina Tambah SPBU

TANJUNG SELOR - Selain menambah armada dan titik bahan bakar…

Jumat, 22 Februari 2019 10:52

Sidang Praperadilan HE Ditunda Pekan Depan

TANJUNG SELOR – Sidang perdana praperadilan status tersangka dugaan pelanggaran…

Jumat, 22 Februari 2019 10:46

KECIL BANGET..!! UPTD Metrologi Legal Ditarget PAD Rp 1 Juta

TANJUNG SELOR – Tahun pertama berdiri, UPTD Metrologi Legal Kabupaten…

Jumat, 22 Februari 2019 10:42

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Rendah

TANJUNG SELOR – Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di…

Jumat, 22 Februari 2019 10:41

Belum Ada Usaha Walet Berizin

TANJUNG SELOR - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu…

Jumat, 22 Februari 2019 10:38

Masuk Tahap Krusial, KPU Upayakan Pemilu Sukses

TANJUNG SELOR – Memasuki tahapan krusial saat ini, Komisi Pemilihan…

Kamis, 21 Februari 2019 13:45

Tak Kunjung Kelar, Pemprov Bersurat ke Mendagri

TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Kamis, 21 Februari 2019 13:44

Tiga Bandara Direncanakan Tersedia Depot Avtur

TANJUNG SELOR  - Tiga bandara di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara),…

Kamis, 21 Februari 2019 13:40

Sat Reskrim Bulungan Dipraperadilankan

TANJUNG SELOR – Kusus dugaan money politic yang menimpa HE,…

Kamis, 21 Februari 2019 13:38

Satu-satunya di Kaltara, Cegah Aksi Kecurangan Timbangan

Kabupaten Bulungan atau dikenal daerah Bumi Tenguyun, diketahui menjadi satu-satunya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*