MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 September 2018 11:16
Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella
MASIH RENDAH: Realisasi cakupan pemberian vaksin MR di Kaltara masih 49,99 persen. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Batas waktu pemberian vaksin Measles-Rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) hanya menyisakan dua pekan lagi. Namun, cakupan imunisasi baru mencapai 49,99 persen dari total sasaran 202.378 jiwa.

Angka tersebut masih rendah, sehingga provinsi ke 34 ini rawan terjadi kejadian luar biasa (KLB) campak dan rubella. Bahkan sejak Januari-Mei 2018 sudah terdapat 190 suspect (dicurigai) menderita campak dan rubella.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara, Usman mengatakan, rendahnya cakupan imunisasi di Kaltara disebabkan beberapa hal, salah satunya masih adanya keraguan orangtua terhadap kandungan vaksin.

“Saya rasa hal itu sudah tidak perlu lagi dijadikan permasalahan,” ungkap Usman kepada Radar Kaltara usai memimpin Rapat Koordinasi Pemberian Imunisasi MR di Hotel Grand Pangeran Khar, Kamis (20/9).

Apalagi, lanjut Usman, di dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produksi Serum Institut of India (SII), dibolehkan atau dalam Islam mubah. 

“Karena dalam kondisi keterpaksaan,” jelas Usman.

Karena itu, lanjut Usman, pihaknya bersama MUI Kaltara berkomitmen untuk tetap melanjutkan pemberian vaksin, karena sejauh ini belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

Sementara selama ini hanya produksi SII yang bisa menyediakan vaksin. Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization) hanya vaksin produksi SII yang aman dan sudah direkomendasikan WHO.

“Jadi yang memproduksi vaksin MR ini ada tiga negara. Yang pertama Jepang. Tapi kalau Jepang memproduksi hanya untuk negaranya saja tidak didistribusikan keluar. Negara kedua Tiongkok, tapi sejauh ini belum ada rekomendasi dari WHO,” jelas Usman.

Usman menambahkan, daerah dengan cakupan terendah masih di Kota Tarakan dengan cakupan sebanyak 25,06 persen dari jumlah sasaran 71.174 jiwa. Diurutan kedua terendah Kabupaten Tana Tidung (KTT) dengan cakupan 46,29 persen dari total sasaran 7.273 jiwa.

“Jadi Tarakan ini sasarannya sangat banyak sesuai dengan jumlah penduduknya sebanyak 607.081 jiwa,” beber Usman.

Sedangkan daerah dengan cakupan  tertinggi, yaitu Kabupaten Malinau sekitar 70,12 persen dari total sasaran 25.587 jiwa. Kedua, Kabupaten Bulungan 65,04 persen dari total sasaran 39.071 jiwa dan ketiga Kabupaten Nunukan dengan cakupan 60,12 persen dari total sasaran 59.273 jiwa.

“Kita harapkan tiga daerah ini bisa secepatnya mencapai anggka 95 persen, khususnya daerah Malinau yang sudah mencapai 70,12 persen,” ujar Usman.

Lanjut dikatakan, meski cakupan imunisasi masih sangat rendah, pihaknya terus berupaya agar cakupan minimal 95 persen seperti harapan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Kalaupun nanti tidak bisa sampai 95 persen, kita berharap ada perpanjangan waktu yang diberikan Kemenkes,” pungkasnya. (*/jai/ana)

 

Kasus Campak dan Rubella di Kaltara

Temuan Campak dan Rubella                                     2016                       2017                       2018

Laporan suspect                                                               615                         626                         190

Campak Positif                                                                  42                           33                           2

Rubella Positif                                                                   -                              14                           8

Sumber : Dinkes Kaltara

 

 

Kaltara Rawan KLB Campak dan Rubella

 

 


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 12:57

Oknum Pejabat Dishub Jadi Tersangka

TANJUNG SELOR – Okum pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten…

Rabu, 12 Desember 2018 12:56

WAH NGGA ASIK..!! Layanan Wifi Gratis Dikurangi

TANJUNG SELOR - Kondisi APBD Bulungan yang terus merosot sejak…

Rabu, 12 Desember 2018 12:54

Pimping Jadi Percontohan Kampung KB di Kaltara

TANJUNG SELOR – Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara ditunjuk…

Rabu, 12 Desember 2018 12:53

PTT Kesehatan Bakal Jadi CPNS

TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Utara…

Rabu, 12 Desember 2018 12:51

Perda Pengakuan Masyarakat Adat Jalan di Tempat

TANJUNG SELOR - Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bulungan nomor 12…

Rabu, 12 Desember 2018 12:50

Semua Daerah Rawan Kamtibmas

POLDA Kaltara menegaskan situasi Kaltara harus tetap kondusif jelang hingga…

Selasa, 11 Desember 2018 15:37

Puluhan Karung Daging Ilegal Diamankan

TANJUNG SELOR - Tim gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Bulungan,…

Selasa, 11 Desember 2018 15:36

Ditargetkan 2020, Seluruh Kaltara Dijangkau Internet

TANJUNG SELOR – Dewasa ini, masyarakat Indonesia sudah sangat ketergantungan…

Selasa, 11 Desember 2018 15:34

Tak Berbeda dengan Anak Normal, Mampu Hasilkan Karya

Keterbatasan bukan penghalang bagi anak penyandang disabilitas. Bahkan, mereka mampu…

Selasa, 11 Desember 2018 15:30

Pernikahan Dini, Abaikan Hak Anak

TANJUNG SELOR - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .