MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 23:34
Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

Api Melalap Empat Gubuk

TAK BERSISA: Gubuk di sekitar TPA Hake Babu yang terbakar, Rabu (19/9) malam. FOTO: JOHANNYA SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar dari balik ruangan bawah gubuknya, tepat bagian dapur dan gudang tempat penyimpanan barang bekas.

Neneng terbangun di tengah tidurnya, mencium bangun aroma gosong yang sangat kuat. Seketika itu pula ia berteriak, berlari menyusuri kamar anaknya.

Memastikan anaknya telah terbangun, Neneng membangunkan tetangganya yang lain di Jalan Hake Babu RT 01, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat itu.

“Kira-kira sekitar jam 11, saya cium semacam ada bau terbakar. Pas saya cek rupanya di bawah sudah ada api dan saya panik,” ungkapnya kepada Radar Tarakan, Kamis (20/9).

Neneng melanjutkan, api dengan cepat membakar badan gubuk. Lama sekejap, si jago merah menghanguskan gubuknya. “Saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang saya. Karena apinya sangat cepat membakar, jadi saya hanya pikirkan keselamatan nyawa anak-anak saya,” tetangnya.

Sementara itu korban lain Hermawan mengungkapkan, ia baru terbangun saat api telah membesar. Sehingga ia tidak dapat berbuat banyak dan hanya menyelamatkan beberapa harta bendanya. Hermawan juga menderita luka bakar di kaki akibat kejadian itu.

Saat api membakar gubuknya, ia berusaha menyelamatkan harta bendanya, namun pada saat berusaha mengangkat lemari, sebuah patahan tiang atap gubuknya yang terbakar jatuh menimpa kakinya.

Kendati demikian, ia mengaku kecewa karena kehadiran pemadam yang dinilai lambat.

“Sedikit kecewalah, padahal pas api masih di gubuk pertama tempat munculnya api, ada tetangga yang sudah hubungi pemadam. Tapi sampai api sudah memakan 4 gubuk pemadam baru datang,” kesalnya.

Koordinator Pemadam Kebakaran Sektor Barat Lasius menerangkan, pihaknya baru menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.30. Setelah itu timnya menuju ke lokasi kebakaran. Setelah tiba di lokasi, api sudah menghanguskan empat gubuk. Meski demikian, PMK berhasil menjinakkan api yang mulai menjangkau gubuk selanjutnya.

“Kami terima telepon dari warga sekitar pukul 23.30. Saat tiba di lokasi api sudah menghanguskan empat gubuk. Kami fokus mengamankan gubuk di sebelahnya lagi agar menghentikan pergerakan api dan akhirnya kami berhasil padamkan,” ungkapnya.

Mengenai adanya kekecewaan warga, ia mengungkapkan pihaknya telah bekerja semaksimal mungkin. Selain itu, ia menilai pihaknya sudah cukup tanggap dalam menerima laporan.

“Begitu terima laporan kami langsung bergerak dan kami membutuhkan sekitar 15 menit untuk perjalanan. Itu sudah perjalanan dengan kecepatan tinggi. Kalau ada warga yang menganggap kami terlambat, kami hanya memaklumi saja karena memang sebagian besar korban kebakaran selalu seperti itu. Mau secepat apa pun kami datang, kalau gubuknya sudah terbakar, tetap salahkan pemadam,” jelasnya.

Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Kepolisian Sektor (Polsek) Tarakan Barat menduga penyebab kebakaran berawal dari puntung rokok. Kapolres Tarakan Barat Iptu Said Munir mengungkapkan, pihaknya mendapati laporan kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WITA.

“Sementara dugaan kami karena puntung rokok. Api berasal dari bawah kolong gubuk Ibu Neneng,” tuturnya.

Kemudian kepolisian memastikan kebakaran tersebut bukan disebabkan arus listrik atau korsleting. Meski menduga api berasal dari puntung rokok, pihaknya masih akan terus mendalami dan meminta keterangan keempat pemilik gubuk.

“Kalau dari aliran listrik tidak mungkin, karena api berasal dari bawah kolong. Diduga ada yang merokok hingga memunculkan api dari bawah. Namun masih kami lakukan penyelidikan,” kata Iptu Said.

Ditambahkannya, dari keterangan para korban, awal mula kejadian para pemilik gubuk sedang tertidur dan belum menyadari api sudah menyala dari bawah kolong gubuk. Dari keterangan Neneng, sebelum kejadian ia tertidur dan sempat mencium bau asap. Neneng pun bangun dan mengecek asal usul bau asap tersebut. Saat ingin mengecek, Neneng dikagetkan lantaran melihat api sudah mulai membesar dari bawah kolong gubuk.

“Korban sempat membangunkan ibunya dan berusaha menyelamatkan diri. Selain itu korban juga sempat berteriak meminta tolong terhadap warga sekitar,” bebernya.

Meski beberapa warga sempat datang ke lokasi dan berusaha memadamkan api, gubuk yang terbuat dari kayu membuat api semakin cepat membesar. “Jadi yang terbakar ini adalah gubuk, untuk pekerja saja dan bukan tempat tinggal. Jadi mereka ini kerjanya pemulung barang-barang bekas,” ungkapnya.

Dari kejadian tersebut, Said mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan memperhatikan barang-barang yang mudah terbakar. “Semua yang bisa jadi penyebab kebakaran seperti obat nyamuk, kompor, dan puntung rokok harus dijauhkan dari barang-barang yang mudah terbakar,” tutup Ipda Said. (*/zac/zar/lim)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:53

Segarkan Harimu dengan Manisnya Es Krim

Siapa sih yang tidak kenal dengan es krim? Meski sudah ada sejak dahulu, sensasi es krim tidak pernah…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:51

Sate Es Krim

Tidak hanya daging dan buah yang dibuat sate. Ternyata es krim juga bisa loh. Selain bentuknya yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:50

Es Krim Cokelat

Nah biasanya untuk mendapatkan rasa cokelat, kita menggunakan perasa cokelat. Tapi pada es krim cokelat…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:47

Jalur Sepeda Harus Dihidupkan Kembali

TARAKAN – Jalur sepeda di Bumi Paguntaka perlu dihidupkan kembali. Hal itu pula yang disampakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:43

Road Race di PON Papua Masih Tanda Tanya

TARAKAN – Sekitar 50 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:41

Tim YFR Naik Podium Pertama di Latber Time Rally

TARAKAN –Latihan Bersama (Latber) Time Rally Wisata 2018 yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Gang Punti Tak Kunjung Dilirik

TARAKAN - Ketua RT 16, Kelurahan Karang Harapan, Muhammad Saleh, mengatakan banyak titik jalan yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:19

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:18

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:12

Terkait Dugaan Kasus Korupsi Bahan Ajar UBT

TARAKAN – Berkas kasus dugaan korupsi terhadap anggaran bahan mengajar (anjar) yang melibatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .