MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 13:04
Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

DRPD Minta Layanan Kesehatan Perbatasan Prioritas

DIRUJUK: Petugas dan warga yang membawa pasien untuk dirujuk ke puskesmas terdekat di Krayan, menem puh waktu berjam-jam. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung, Sembakung Atulai dan Lumbis, Lumbis Ogong, Tulin Onsoi dan lima kecamatan di Krayan Kabupaten Nunukan masih sangat minim.

----------------------------------------------------------

Jika warga sekitar ada yang sakit dan tidak bisa ditangani puskemas setempat, maka akan dirujuk ke Kota Tarakan dan Kabupaten Malinau, yang jaraknya terbilang cukup memakan waktu.

Camat Krayan Barat, Yuni Sere mengatakan wilayah Krayan hingga saat ini sulit dijangkau. Satu-satunya akses menuju daerah penghasil beras Adan ini, menggunakan jalur udara. Alhasil, tahun ini pasien yang sakit lebih banyak tak dapat tertolong.

“Karena lambat mendapatkan pertolongan tahun ini saja sudah ada puluhan warga yang meninggal karena harus dirujuk ke Tarakan,” unkapnya kepada Radar Nunukan, Rabu, (19/9).

Krayan yang terdiri lima kecamatan ini, hanya memiliki dua puskesmas yang berada di Kecamatan Krayan Selatan dan Krayan. Tentunya, untuk menjangkau ke dua puskesmas ini pun jarak begitu jauh.

Kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan tak dapat dihindari. Ditambah lagi, dengan sulitnya akses untuk membawa pasien yang sakit harus dirujuk terus dirasakan masyarakat. Selian itu, biaya yang dikeluarkan juga begitu besar. Hal ini juga memberatkan keluarga pasien.

Lebih lanjut dijelaskan Yuni, saat ini memang sudah ada RS Pratama Krayan yang berada di Kecamatan Krayan barat, namun tidak dioperasikan sebagaimana mestinya, sehingga ‘disulap’ sebagai kantor camat. Hal itu dilakukan sebagai upaya perawatan dan menjaga gedung. Karena sarana dan prasarana juga alat kesehatan yang menunjang RS Pratama Krayan hingga kini masih tahap diupayakan.

 “Kita gunakan sementara sebagai kantor. Sebab, jika dibiarkan akan rusak. Dan informasinya melengkapi diupayakan 2019,” singkatnya.

Sedana yang dikatakan Camat Sebuku, Ramli menyampaikan, pelayanan kesehatan terhadap warganya masih bergantung dengan puskesmas. Namun, jika kondisi pasien kritis harus dirujuk ke RS Malinau.

Untuk itu, dengan adanya RS Pratama Sebuku pihaknya berharap agar dapat dioperasikan dengan segera. Alat kesehatan (alkes) dan tenaga medis juga diharapkan segera diisi. “Agar warga yang ada di wilayah tiga tidak lagi ke Malinau untuk berobat,” harapnya.

Minimnya anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menjadi kendala utama pengadaan sarana dan prasarana (sarpras), alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Pratama Sebuku dan Krayan. Alhasil, pengoperasian rumah sakit tipe D yang sangat dinantikan masyarakat belum jelas kapan dimulai.

Kondisi ini membuat impian masyarakat yang berada di wilayah tiga yakni, Kecamatan Sebuku, Sembakung, Sembakung Atulai dan Lumbis, Lumbis Ogong, Tulin Onsoi dan lima kecamatan di Krayan memiliki rumah sakit rujukan yang memadai kini sirna.

Sebab, dilihat dari kesiapan dari tiga RSP yang ada di Nunukan. RSP Sebatik paling siap dioperasikan dibanding Sebuku dan Krayan. Bagaimana tidak, dari segi infrastruktur, tenaga medis, sarpras pendukung dan alkes sudah lengkap.

“Faktor pendukung sudah siap (RSP Sebatik). Tinggal menunggu pejabatnya dilantik, jika sudah maka otomotis pejabat tersebut harus mempersiapkan ruangan dan menata posisi alkes yang ada,” ujar Parmedy, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan kepada Radar Nunukan.

Sedangkan, kondisi RSP Krayan saat ini masih membutuhkan banyak kelengkapan seperti, tenaga medis, alkes dan saran pendukung yang hingga saat ini belum siap. Sedangkan, untuk izin dari Dinkes Nunukan sedang berupaya melengkapi sejumlah berkas agar mendapatkan izin sembari menunggu persiapan RSP Krayan.

Tak jauh berbeda dengan kondisi RSP Sebuku yang bangunannya saat ini sedang digunakan. Namun tidak sesusai dengan namanya RSP Sebuku. Dikarenakan, tenaga medis dan pelayanan yang ada merupakan tenaga bantuan dari puskesmas. Tetapi dalam waktu dekat ini, pelayanan puskesmas yang ada di RS Pratama Sebuku segera dikembalikan karena sedang mempersiapkan proses akreditasi.

“Pada dasarnya itu puskesmas yang dipindahkan. Bukan rumah sakit yang beroperasi. Itu yang harus dipahami,” tambahnya.

Ia menegaskan,  Dinkes Nunukan terus berupaya agar semua rumah sakit pratama segera dioperasikan. Hanya saja, membutuhkan dukungan dari sejumlah pihak. Lantaran, membenahi dua RS Pratama membutuhkan biaya besar. Karena, bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkedala dengan aturan. Di mana, RS Pratama harus terdaftar. Untuk itu, Dinkes Nunukan berharap adanya bantuan dari Provinsi Kaltara.

“Kita sudah melobi Kemenkes. Tetapi terkendala aturan. Kita harapkan ada bantuan dari provinsi atau sharing APBD agar dapat mengoperasikan kedua-duanya,” harapnya.

Menyoal RS Pratama Krayan merupakan bantuan saat masih menjadi Provinsi Kaltim. Kemudian RS Pratama di Sebuku menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Sedangkan, RS Pratama Sebatik menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari Kemenkes.

“Kemenkes tidak mau membangun setengah-setengah. Dalam proses pembiayaan Kemenkes tidak ingin dibangun RS namun tidak dioperasikan. Harus jadi dan langsung dioperasikan. Ini (RS Pratama Sebatik) diakomodir tahun lalu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kaltara, Usman menyampaikan, pengerjaan RSP Sebatik, Sebuku dan Krayan telah rampung. Namun, dalam dekat ini RSP Sebatik yang akan dioperasikan. Menyusul RSP Sebuku yang lebih dulu dioperasikan. Hanya saja, pelayanannya masih setingkat puskesmas. Tentunya, difungsikannya RS Pratama Sebuku dapat memudahkan untuk diberikan bantuan.

 “Jadi sebenarnya harus dioperasikan dulu, jika izin sudah keluar sudah tentu bantuan bisa diberikan,” harapnya.

Berbeda dengan RS Pratama Krayan yang saat ini belum juga difungsikan. Sebab, fasilitas seperti listrik dan air bersih belum ada. Sehingga, tidak difungsikan. Ia menilai harus ada dorongan atau keinginan dari Dinkes Nunukan untuk berupaya agar segera beroperasi. Ia menyampaikan, kewenangan

“Jadi berbeda-beda. Kalau RS Pratama Sebatik ini mulai dari pengerjaan hingga alkes penganggarannya satu paket. Sedangkan, Sebuku dan Krayan tidak,” bebernya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara, Asnawi Arbain menegaskan, telah mendesak pemerintah agar segera difungsikan. Sebab, sesuai dengan aturan melalui APBD sebesar 10 persen dialokasikan untuk kesehatan.

Ngapain harus dibangun jika tidak operasikan. Harus dilengkapi sarpras dan alkes dan tenaga medis. Jangan sampai kerja setengah-setengah. Kewajiban 10 persen menurut undang-undang wajib dialokasikan untuk kesehatan,” tegasnya.

Sejak dua tahun lalu melalui DPRD Kaltara, telah mengusulkan agar dapat melengkapi kelengkapan RS Pratama di Krayan dan Sebuku. Dan ini akan terus diupayakan. Setidaknya 2019 dapat dialokasikan. Sebab, upaya yang dilakukan tidak sudah berulang kali. Dan RS Pratama merupakan tanggung jawab provinsi.

“Harus provinsi bertanggung jawab menyelesaikan itu. Sampai tuntaslah, jika mau kerja sama bisa. Harusnya ikut sampai operasikan. Mudah-mudahan dapat dialokasikan 2019. Nanti saya bicara langsung dengan Dinkes Kaltara. Karena, selama ini belum dirasakan manfaatnya. Harus dituntaskan jangan setengah-setengah,” tegasnya.

Sedangkan, anggota DPRD Nunukan, Aprem menegaskan bangunan megah RS Pratama di Sebuku dan Krayan belum juga dioperasikan. Padahal, telah rampung dikerjakan sejak 2016 lalu. Hal ini memicu pertanyaan masyarakat.  “Dibangun semegah itu namun tidak ada kelanjutan untuk pengoperasian,” Kita berharap ini kebutuhan masyarakat.

Wilayah tiga ini harus menjadi prioritas pemerintah karena letak geografis. Agar pelayanan kesehatan tidak timpang di wilayah tiga. Sebelumnya, telah diusulkan agar ambulans udara namun tidak mendapatkan respons.  “Mumpung ada gedung harusnya diupayakan . Karena kebutuhan masyarakat. Harusnya pemerintah melakukan terobosan agar RSP dapat dioperasikan,” pungkasnya. (akz/nri)

Jdusm: Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

 


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 12:48

Minim Suntikan PAD

NUNUKAN – Kontribusi PT Nusa Serambi Persada (NSP) kepada pemerintah…

Rabu, 12 Desember 2018 12:47

Puluhan Algaka Ditertibkan

NUNUKAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan lakukan penertiban Alat…

Rabu, 12 Desember 2018 12:46

Pemerintah Buru Wajib Pajak Restoran

NUNUKAN – Pemerintah kini getol memburu pelaku wajib pajak yang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:43

Operasi Kembali, Mengutang Kantong Darah

NUNUKAN – Setelah sempat terhenti, pelayanan donor darah di Palang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:36

Pelaku dan Barang Bukti Penyelundup Kayu Dilimpahkan ke Polres

NUNUKAN – Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan melimpahkan berkas perkara…

Selasa, 11 Desember 2018 15:25

Sertifikasi Profesi Berpengaruh Tinggi

NUNUKAN – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) calon Pegawai Negeri…

Selasa, 11 Desember 2018 15:23

Setelah Mangkir Dua Kali, ZK Diperiksa Satu Jam

NUNUKAN – Meski sempat mangkir dua kali dari panggilan Badan…

Selasa, 11 Desember 2018 15:20

Honorer Dipertahan hingga 5 Tahun

NUNUKAN – Pengangkatan pegawai honorer di 2019 dipastikan sudah tidak…

Selasa, 11 Desember 2018 15:03

Kasus Kecelakaan Meninggal Dunia Meningkat

NUNUKAN – Kasus kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan pengendara meninggal…

Senin, 10 Desember 2018 13:06

ASTAGA..!! Rumah Sakit Pratama di Sebuku Ditutup..!! Kenapa Ya..?

NUNUKAN – Rumah Sakit (RS) Pratama di Kecamatan Sebuku diketahui…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .