MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 13:01
Dinkes Minta Tambahan Waktu

Menyoal Pelaksanaan Imunisasi MR

SUBONO. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi measles dan rubella (MR) di Kota Bumi Paguntaka yang hingga saat ini baru 20 persen.

Hal itu, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan berharap adanya penambahan waktu, agar bisa mencapai target secara nasional 95 persen.

Kepala Dinkes Tarakan, Subono menginginkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan kebijakan untuk menambah pelaksanaan imunisasi MR di daerah yang belum mencapai target.

“Bulan September ini, merupakan bulan terakhir untuk pelaksanaan imunisasi MR, kalau kami lihat dari jumlah cakupannya saat ini sangat jauh dari target, kami berharap ada kebijakan terkait hal ini dari Kemenkes, misalnya menambahkan waktu lagi untuk pelaksanaan imunisasi MR,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada beberapa hal yang memengaruhi rendahnya cakupan imunisasi MR di Bumi Paguntaka, di antaranya  masih adanya masyarakat yang pada pelaksanaan imunisasi MR di bulan sebelumnya masih menunggu keluarnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkait hal ini.

“Sekarang sudah keluar Fatwa MUI Nomor 33 tentang penggunaan vaksin MR,dimana di dalamnya menjelaskan penggunaannya diperbolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan (darurat),” ujarnya.

Meski sudah dikeluarkannya fatwa dari MUI tersebut, kenyataannya di lapangan cakupannya masih rendah, padahal sebelumnya Dinkes Tarakan sudah melakukan sosialisasi agar orang tua yang menunda untuk memberikan izin anaknya imunisasi MR sebelumnya, untuk dapat mendatangi pusat pelayanan kesehatan agar anaknya mendapatkan imunisasi MR.

“Silakan datangi pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas, karena untuk bulan September ini pelaksanaan imunisasi MR difokuskan di pusat pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, ada faktor lain yang memengaruhi rendah cakupan pelaksanaan MR tahun ini, tidak lain banyaknya informasi berkaitan imunisasi MR yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan alias hoaks.

“Informasi hoaks ini juga sangat memengaruhi cakupan imunisasi MR, seharusnya orang tua jangan menelan mentah-mentah informasi tersebut, bila ragu bisa mendatangi oleh orang yang lebih ahli yakni dokter anak bila ada informasi kebenarannya masih dipertanyakan,” tuturnya.

Dia  memastikan informasi yang beredar saat ini terkait imunisasi MR yang menyebabkan kematian hingga kelumpuhan bukanlah, disebabkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Biasanya kita menemukan kasus KIPI di mana anak mengalami suhu tubuhnya panas pasca mendapatkan imunisasi MR, tapi hal itu normal karena reaksi tubuh ketika mendapatkan imunisi MR, tapi hal tersebut tidak terlalu lama, nanti panasnya akan turun dengan sendirinya,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kaltara Usman mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan evaluasi ke depannya dengan mengundang semua stakeholder dari kabupaten/kota untuk membahas kelanjutan imunisasi ini.

“Karena masih cukup jauh dari target yang diinginkan, jadi kami berharap semua anak yang di bawah 15 tahun bisa diimunisasi semuanya,” katanya.

Dinkes akan melakukan mengevaluasi demi percepatan capaian target minimal 90 persen. Kendala awal banyak masyarakat yang tidak menginginkan dilakukan imunisasi karena belum adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meskipun sudah adanya fatwa MUI yang bersifat mubah atau boleh, masyarakat sudah terlanjur tidak percaya.

“Kami masih berupaya melakukan pertemuan, karena ini sudah minggu kedua September sehingga harus berupaya tetap jalan dan bisa mencapai target yang diinginkan,” jelasnya.

Kabupaten dan kota di Kaltara juga tetap berlanjut sampai saat ini dan tidak ada yang terhenti meskipun cukup terlambat karena adanya hambatan itu. Bahkan dari MUI juga sudah memberikan dukungan karena imunisasi ini bersifat darurat. Bagi masyarakat yang masih keliru, lebih bijak menyeleksi informasi.

Diakuinya sampai saat ini, tidak ada satupun kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang terjadi di Kaltara. Dan anak-anak yang diimunisasi tetap dalam kondisi yang sehat dan terjaga. Imunisasi MR sangat penting untuk menjaga anak-anak dari penyakit mematikan, bahkan yang paling ditakutkan terjadi pada ibu hamil. Bisa menjangkit anak yang akan dilahirkannya menjadi cacat.

“Kasus campak dan rubella ada di Kaltara, selama tahun 2018 ini kasus rubella ada 10 dan campak 11 kasus. Jadi memang sangat penting untuk dilakukan imunisasi,” ujarnya.(jnr/nri)

 

Jdusm: Dinkes Minta Tambahan Waktu

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:16

Adipura Lepas, TPA Over

TARAKAN – Kota Tarakan, satu dari empat kota lain di…

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*