MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 13:01
Dinkes Minta Tambahan Waktu

Menyoal Pelaksanaan Imunisasi MR

SUBONO. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi measles dan rubella (MR) di Kota Bumi Paguntaka yang hingga saat ini baru 20 persen.

Hal itu, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan berharap adanya penambahan waktu, agar bisa mencapai target secara nasional 95 persen.

Kepala Dinkes Tarakan, Subono menginginkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan kebijakan untuk menambah pelaksanaan imunisasi MR di daerah yang belum mencapai target.

“Bulan September ini, merupakan bulan terakhir untuk pelaksanaan imunisasi MR, kalau kami lihat dari jumlah cakupannya saat ini sangat jauh dari target, kami berharap ada kebijakan terkait hal ini dari Kemenkes, misalnya menambahkan waktu lagi untuk pelaksanaan imunisasi MR,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada beberapa hal yang memengaruhi rendahnya cakupan imunisasi MR di Bumi Paguntaka, di antaranya  masih adanya masyarakat yang pada pelaksanaan imunisasi MR di bulan sebelumnya masih menunggu keluarnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkait hal ini.

“Sekarang sudah keluar Fatwa MUI Nomor 33 tentang penggunaan vaksin MR,dimana di dalamnya menjelaskan penggunaannya diperbolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan (darurat),” ujarnya.

Meski sudah dikeluarkannya fatwa dari MUI tersebut, kenyataannya di lapangan cakupannya masih rendah, padahal sebelumnya Dinkes Tarakan sudah melakukan sosialisasi agar orang tua yang menunda untuk memberikan izin anaknya imunisasi MR sebelumnya, untuk dapat mendatangi pusat pelayanan kesehatan agar anaknya mendapatkan imunisasi MR.

“Silakan datangi pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas, karena untuk bulan September ini pelaksanaan imunisasi MR difokuskan di pusat pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, ada faktor lain yang memengaruhi rendah cakupan pelaksanaan MR tahun ini, tidak lain banyaknya informasi berkaitan imunisasi MR yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan alias hoaks.

“Informasi hoaks ini juga sangat memengaruhi cakupan imunisasi MR, seharusnya orang tua jangan menelan mentah-mentah informasi tersebut, bila ragu bisa mendatangi oleh orang yang lebih ahli yakni dokter anak bila ada informasi kebenarannya masih dipertanyakan,” tuturnya.

Dia  memastikan informasi yang beredar saat ini terkait imunisasi MR yang menyebabkan kematian hingga kelumpuhan bukanlah, disebabkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Biasanya kita menemukan kasus KIPI di mana anak mengalami suhu tubuhnya panas pasca mendapatkan imunisasi MR, tapi hal itu normal karena reaksi tubuh ketika mendapatkan imunisi MR, tapi hal tersebut tidak terlalu lama, nanti panasnya akan turun dengan sendirinya,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kaltara Usman mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan evaluasi ke depannya dengan mengundang semua stakeholder dari kabupaten/kota untuk membahas kelanjutan imunisasi ini.

“Karena masih cukup jauh dari target yang diinginkan, jadi kami berharap semua anak yang di bawah 15 tahun bisa diimunisasi semuanya,” katanya.

Dinkes akan melakukan mengevaluasi demi percepatan capaian target minimal 90 persen. Kendala awal banyak masyarakat yang tidak menginginkan dilakukan imunisasi karena belum adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meskipun sudah adanya fatwa MUI yang bersifat mubah atau boleh, masyarakat sudah terlanjur tidak percaya.

“Kami masih berupaya melakukan pertemuan, karena ini sudah minggu kedua September sehingga harus berupaya tetap jalan dan bisa mencapai target yang diinginkan,” jelasnya.

Kabupaten dan kota di Kaltara juga tetap berlanjut sampai saat ini dan tidak ada yang terhenti meskipun cukup terlambat karena adanya hambatan itu. Bahkan dari MUI juga sudah memberikan dukungan karena imunisasi ini bersifat darurat. Bagi masyarakat yang masih keliru, lebih bijak menyeleksi informasi.

Diakuinya sampai saat ini, tidak ada satupun kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang terjadi di Kaltara. Dan anak-anak yang diimunisasi tetap dalam kondisi yang sehat dan terjaga. Imunisasi MR sangat penting untuk menjaga anak-anak dari penyakit mematikan, bahkan yang paling ditakutkan terjadi pada ibu hamil. Bisa menjangkit anak yang akan dilahirkannya menjadi cacat.

“Kasus campak dan rubella ada di Kaltara, selama tahun 2018 ini kasus rubella ada 10 dan campak 11 kasus. Jadi memang sangat penting untuk dilakukan imunisasi,” ujarnya.(jnr/nri)

 

Jdusm: Dinkes Minta Tambahan Waktu

 


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*