MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 12:56
SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani
Khaeruddin Arief Hidayat. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, segera terwujud.

Pria yang masih menjabat sebagai Ketua DPD PAN Tarakan itu mengklaim kalau surat pengunduran dirinya, sudah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri dan akan segera terbit.

Ia mengaku saat ini sedang berada di Jakarta, dalam rangka mengawal proses penerbitan surat yang menjadi salah satu syarat dirinya untuk lolos sebagai daftar calon tetap (DCT).

“Saya di Jakarta, mengurus itu surat pengunduran diri. Tadi saya ditelepon, bahwa surat itu sudah selesai dan bisa diambil,” Kata Arief.

Mantan anggota DPRD Tarakan itu, berencana langsung menuju Tanjung Selor guna menyampaikan kekurangan syarat pencalonan atas dirinya ke KPU Kaltara.

Kalaupun nantinya ia belum membawa surat pengunduran diri karena terlambat menerima, Arief sudah mengantisipasi dengan membuat surat pernyataan dalam proses penerbitan, untuk diserahkannya ke KPU Kaltara sebagai pengganti sementara surat pengunduran dirinya.

Dengan surat pernyataan itu saja, ia tetap optimistis bisa lolos sebagai calon anggota legislatif 2019. Hal ini sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang diketahuinya.

“Di PKPU ada aturannya, apabila kita sudah masukkan lalu belum keluar, maka kita cukup membuat surat pernyataan dilampiri bukti penyampaian surat ke Mendagri, lalu juga surat pengunduran diri yang disampaikan ke Mendagri, itu juga sudah bisa diterima, sehingga enggak mesti harus menunggu surat dari Kemendagri. Ada aturannya, saya sudah dikirim,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al Islami yang dihubungi awak media, mengaku belum mengetahui perkembangan surat pengunduran dari Khaeruddin Arief Hidayat.

“Saya belum ngecek ya ke teman-teman. Tapi yang jelas, bahwa berdasarkan ketentuan PKPU, SK pemberhentian itu diserahkan H-1 sebelum penetapan DCT. Artinya kalau melihat itu prosesnya berarti DCT kita kan tanggal 20 September tuh, artinya tanggal 19 September paling lambat sudah menyampaikan ke kita,” tutur Surayanata.

Namun, menurut Suryanata, meskipun aturan menyebut H-1 sebelum penetapan DCT surat harus sudah masuk, dalam implementasi di lapangan tidak mesti demikian. Pihaknya juga mempertimbangkan kondisi yang terjadi.

Seperti yang dialami Khaeruddin Arief Hidayat, di mana pihaknya mengerti bahwa keterlambatan bukan karena yang bersangkutan, melainkan pihak lain. Karena itu, mereka perlu melakukan inventarisasi dan berkonsultasi ke KPU RI.

Inventarisasi yang dimaksudnya adalah mencari saja bakal calon yang sudah masuk daftar calon sementara (DCS), sudah memenuhi syarat pertama menyampaikan surat pengunduran diri, dibuktikan tanda terima, dan ada surat keterangan yang menyampaikan bahwa pemberhentiannya sedang dalam proses.

“Jika kemudian katakanlah orang-orang yang sudah masuk di DCS, sudah menyampaikan seperti apa yang saya sebutkan tadi, hanya saja SK pemberhentiannya belum bisa tersampaikan karena kendala di luar dari kemampuannya si calon, kalau menemukan yang seperti itu tentu kami harus melakukan konsultasi ke KPU RI terkait langkah atau keputusan apa yang harus kami ambil,” tuturnya. (eru/nri)

Jdsm: SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

 

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:12

Martabak Green Tea

Kudapan kekinian yang penuh inovasi. Martabak yang berwarna hijau ini sangat nikmat dan menggoda selera.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:10

Gabin Tape Susu

Pesona kue gabin dengan isian tape yang disirami susu kental manis dan kejunya terkesan penuh nikmat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .