MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 12:26
Tak Ditahan, HM Wajib Lapor
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terharap muridnya sendiri, tidak ditahan. Namun ia tetap harus melakukan wajib lapor tiga kali sepekan di Mapolres Nunukan.

Hal itu dilakukan atas perintah penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nunukan. Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi mengatakan, penyidik Satreskrim Polres Nunukan memang  menerapkan asas praduga tak bersalah terhadap tersangka. Namun, jika sewaktu-waktu diperlukan atau dipanggil, wajib datang. “Ya, yang bersangkutan memang tidak ditahan, tapi lakukan wajib lapor sepekan tiga kali. Itu dilakukan guna menghindari hal yang tidak diingingkan seperti meninggalkan Nunukan tanpa sepengetahuan penyidik,” ungkap Karyadi kepada media ini.

Lanjut karyadi, kasus tersebut memang sedang didalami penyidik. Sejauh ini, sudah ada dua siswa diduga korban tindak kekerasan yang dilakukan HM. Keduanya pun sudah dimintai keterangan oleh penyidik. “Hasil keterangan sementara, diduga terjadi kekerasan terhadap kedua siswa dimaksud. Namun, ini masih belum bisa dibuktikan jika belum sampai ke pengadilan. Nanti dilihat perkembangannya,” beber Karyadi.

Meski begitu, kasus ini sedang dalam pemberkasan guna pelimpahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan. Bahkan, Surat Pemberitahuan Dimulainya Pemeriksaan (SPDP) kasus tersebut juga sudah dilayangkan ke Kejari Nunukan.

Kekerasan guru terhadap murid sebelumnya pernah terjadi di Nunukan pada 2016 lalu. Saat itu menimpa guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Nunukan berinisial NB. Ia diduga meremas wajah korban hingga terdapat luka. Luka itu terlihat orang tuanya dan dilaporkan juga ke polisi. Pada akhirnya kasus tersebut terus berlanjut hingga ke Pengadilan Negeri (PN) Nunukan. Di PN Nunukan, ia terbukti bersalah setelah melakukan tindakan kekerasan terhadap anak didiknya. Majelis hakim kemudian menjatuhkan hukuman percobaan selama satu tahun.

Selama satu tahun, NB diberikan hukuman percobaan untuk tidak kembali melakukan tindakan kekerasan ataupun mencerminkan kasus yang dijalani sebelumnya. Jika tidak, dirinya akan dipenjarakan selama enam bulan. (raw/ash)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*