MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 19 September 2018 11:07
Produk Malaysia Memelihara Rantai Ekonomi
TERJANGKAU: Sembako Malaysia di Nunukan menjadi pilihan karena lebih ekonomis. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) yang lebih mudah didapatkan dari Tawau, Malaysia membuat para pengusaha, berpikir keras untuk beralih belanja produk lokal. Seperti yang diungkapkan, Pengurus Himpunan Pedagang Lintas Batas (HPLB) Nunukan Adama, bahwa untuk saat ini para pengusaha sembako masih berkeinginan memasok sembako dari Malaysia.

“Ini bukan persoalan cinta dan tidak dengan produk lokal, tapi lebih pada biaya dan waktu,” kata Adama.

Menurutnya, perdagangan lintas batas yang selama ini berjalan, sangat banyak yang diuntungkan. Bukan hanya pedagang atau pengusaha sendiri, melainkan buruh kapal. Sangat banyak yang memanfaatkan pekerjaan tersebut untuk mencari penghasilan sehari-hari.

Seperti aktivitas pembongkaran barang dari kapal, tentu membutuhkan banyak orang. Sehingga banyak orang yang dapat dipekerjakan, melihat kebutuhan masyarakat terhadap sembako dari Malaysia, masih banyak dicari.

“Sulit untuk dihilangkan perdagangan lintas batas ini, karena telah lama dilakukan. Seperti saya ini hanya melanjutkan saja,” ujarnya.

Lanjut dia, barang yang beredar di Nunukan, tak dikuasai produk luar. Namun hanya barang tertentu. Jika pemerintah siap memberi subsidi atau memberikan jaminan, tentu akan banyak pengusaha memilih mengambil sembako dalam negeri.

Sistem perdagangan yang diterapkan, tentu ada perbedaan. Pembayaran barang Tawau tidak dilakukan secara langsung, melainkan barang yang telah dibeli masih dapat dibayar kemudian alias utang.

“Sembako yang beredar ini, terkadang nanti terjual semua, baru dibayar ke Tawau, Malaysia. Berbeda di Indonesia, saat belanja harus melunasi pengambilan barang. Sehingga para pengusaha masih berpikir untuk membeli produk dalam negeri,” tambahnya.

Ketergantungan produk Malaysia telah disampaikan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Robby Nahak Serang, bahwa untuk mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini masih tergantung dengan produk Malaysia dapat dihilangkan.

“Keberadaan barang-barang Malaysia selama ini hanya menguntungkan sejumlah pihak. Jika alasannya kebutuhan masyarakat Nunukan, saat ini sudah tidak,” kata Robby Nahak Serang.

Produk Malaysia yang masuk di Nunukan, seperti gula pasir, tepung dan minyak makan yang digunakan warga Nunukan.  Para pengusaha yang ingin mengambil sembako dari Surabaya atau Makassar sangat dimudahkan. Bahkan, dapat bersaing dari segi harga. Karena, saat ini pemerintah telah menyiapkan alat transportasi kepada masyarakat untuk dapat digunakan mengambil barang dari Surabaya atau di Sulawesi. (nal/lim)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*