MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 September 2018 12:24
KASIHAN..!! Beruang Madu Kurus di Kandang Besi

DLH Sebut Masih Ideal

KURUS: Tiga ekor beruang di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah dengan kondisi memprihatinkan, kemarin (16/9). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sedih rasanya melihat nasib tiga ekor beruang madu di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah, Minggu (16/9). Hewan langka itu tampak kurus.

Perilakunya merespons sedang kelaparan. Seperti ketika Radar Tarakan melihatnya lebih dekat. Satu per satu beruang itu mendekati pagar, berharap diberi makan.

Sejarahnya tiga ekor beruang tersebut merupakan milik warga yang diserahkan secara sukarela. Penghuni baru bernama Bruntus, berusia tiga tahun. Bruntus diserahkan warga Selasa 21 Februari 2017 lalu.

Dua beruang lain merupakan beruang yang lama menghuni Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, usianya antara 11-12 tahun.

Kandang ketiganya cukup bagus. Baru beberapa bulan belakangan dihuni. Sebelum dipindahkan ke kandang yang ada saat ini, dua beruang terdahulu menghuni sebuah kandang berukuran 3 X 2 meter. “Beruangnya kurus. Saya biasa ke sini, ini sudah kelihatan kurus. Kasihan lihatnya,” ungkap Mariani, warga Kampung Satu Skip yang berkunjung ke Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Minggu (16/9).

Pengelolaan pemeliharaan di tangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan. Viktor (36) petugas pemberi makan beruang madu di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip mengungkapkan, ia pakan rutin diberikan. Sejak 5 tahun dipercaya merawat, menurutnya perawatan sudah berjalan baik. Pemberian pakan dua kali sehari dan kandang rutin dibersihkan sekali dalam seminggu.

Setiap hari tiga ekor beruang tersebut menghabiskan 15 kilogram buah-buahan seperti semangka, pepaya, melon dan pisang. “Di sini kami selalu memberi makan rutin dua kali sehari. Kandangnya juga rutin dibersihkan jadi kami  merawatnya seperti anak sendiri,” ungkapnya, Senin (17/9).

Namun, ia mengakui kondisi badan beruang tersebut lebih kurus dibanding saat pertama kali dirawat. Meski demikian, ia tidak mengetahui penyebab pasti menurunnya berat badan hewan tersebut. “Iya, memang sekarang lebih kurus, saya kurang tahu juga penyebabnya. Padahal makanannya memang sudah begini dari dulu,” kata Viktor.

Kepala DLH Tarakan mengungkapkan saat ini pihaknya melakukan perawatan sesuai anjuran yang disarankan dokter hewan. Selama ini selalu mengikuti prosedur perawatan hewan tersebut. Mengenai kondisi hewan yang terlihat kurus, menurutnya berat badan sudah ideal. “Kami sudah melakukan perawatan sesuai anjuran dokter, seperti jadwal makan,porsi dan desain kandang yang kami samakan dengan habitatnya. Kalau kondisi badan sekarang, saya rasa itu ukuran badan ideal dari spesies beruang madu. Karena, ukuran beruang madu tidak sama dengan jenis beruang yang lain,” akunya.
Menurutnya lagi, beruang tersebut selama ini masih dalam pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Dede Hendra Setiawan aktivis lingkungan WWF mengungkapkan, saat ini ia belum bisa berkomentar banyak mengenai kondisi hewan tersebut. Hal tersebut dikarenakan saat ini pihak belum melihat langsung kondisi beruang dan melakukan analisis secara spesifik.

“Saya belum bisa berkomentar banyak. Karena kami juga belum melihat secara langsung tapi untuk pemeliharaan, mesti dilihat izinnya. Apakah sudah ada izin untuk memelihara satwa yang dilindungi? Jika tidak ada izin berarti ilegal,” bebernya.
Selain itu, ia menerangkan jika hak pemeliharaan dikeluarkan oleh kementerian terkait. Biasanya badan yang dipercaya melakukan perawatan dianggap mempunyai kemampuan dalam menangani hewan yang dilindungi itu.

“Penanganan seharusnya sesuai dengan izin dan aturan yang berlaku terhadap pemeliharaan satwa yang dilindungi. Dalam hal ini, saya pikir BKSDA adalah badan yang mempunyai wewenang itu. Standar-standar atau kewajiban pihak yg pengelola harus dipenuhi tentunya. Jika ada izinnya, maka pemberi izin melakukan pengawasan terhadap implementasinya,” tuturnya.

Hutan Kota Sawah Lunto-Skip merupakan kawasan dengan potensi hayati yang beragam. Lokasinya sangat strategis di pusat kota dan mudah dijangkau. Di dalamnya terdapat sejumlah spesies tumbuhan tropis Asia Tenggara seperti agathis, ulin, meranti, tengkawang, serta 82 jenis buah-buahan dan satwa liar.

Hutan Kota Sawah Lunto juga menjadi sarana olahraga masyarakat sekitar. Luasnya sekira 6,5 hektare dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Tarakan Nomor 49/2002 dan Perda Tarakan Nomor 4/2012.

Pemberian nama Sawah Lunto-Skip dari dua nama kawasan, Sawah Lunto di Kelurahan Pamusian (barat) dan Skip di Kelurahan Kampung Satu Skip (timur).

Di dalamnya juga terdapat cagar budaya berupa bungker zaman penjajahan Jepang pada Perang Dunia II. (*/zac/lim)

 

Beruang Kurus di ‘Istana’ Megah

 


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

Perkembangan pesat tren belanja melalui sistem online secara tidak langsung…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Edukasi Masyarakat lewat Pawai Pembangunan

TARAKAN – Berbicara soal pawai pembangunan, tidak hanya sekadar keramaiannya.…

Senin, 22 Juli 2019 10:31

Tewas di Kolam, Dalami Penyebab Kematian

SEORANG anak berinisial DY (12) didapati meninggal dunia di sebuah…

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Kristen Ortodoks Belum Ditemukan

TARAKAN- Munculnya ajaran Kristen Ortodoks di Indonesia, menjadi perhatian khusus…

Senin, 22 Juli 2019 10:26

Eksploitasi Migas di Sembakung Menjanjikan

TARAKAN – Sejumlah daerah di Kaltara, seperti Sembakung, Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam

TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Penyidik Sudah Tetapkan Tersangka

TARAKAN - Setelah perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kelurahan…

Senin, 22 Juli 2019 10:17

Jalan Rusak Meresahkan

TARAKAN - Banyaknya kerusakan jalan yang terdapat di RT 16…

Senin, 22 Juli 2019 09:38

Pemda Harusnya Jadi Penengah

TARAKAN - Ratusan warga Pantai Amal Baru Sabtu (20/7) pagi…

Senin, 22 Juli 2019 09:37

Kekurangan Daya Sisa 13 MW

TARAKAN – Warga menyayangkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*