MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 September 2018 12:19
Dibatasi, Dolar Naik, hingga Kompetitor Menguat

Melihat Usaha Jasa Percetakan Jelang Pemilu 2019

KOMPETITIF SOAL HARGA: Usaha jasa percetakan dengan berbagai tantangan, justru jauh dari ingar bingar Pemilu 2019. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Semarak Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tidak berdampak signifikan bagi usaha jasa percetakan seperti pada pesta rakyat sebelumnya. Mereka yang biasanya menerima jasa pembuatan spanduk, baliho, banner dan lainnya mengakui orderan masih stagnan.

 

LISAWAN YOSEPH LOBO

 

PESTA demokrasi biasanya membawa keuntungan bagi usaha percetakan di Bumi Paguntaka. Namun menatap Pemilu 2019, justru sepi orderan.

Hingga saat ini sektor usaha percetakan belum mengalami peningkatan penjualan seiring pelaksanaan kampanye pemilihan legislatif. Minimnya order, bisnis percetakan digital justru mengalami perkembangan. Alhasil persaingan bisnis pun semakin ketat.

Pemilik Damo Printing Saipullah membeberkan selama pemilihan dibatasi dan ditentukan, baik dari segi ukuran maupun penempatannya, pemesanan pun terbatas. Apalagi masing-masing kontestan politik tidak diizinkan mencetak sesuai keinginannya.

“Tidak seperti dua atau tiga tahun lalu, mereka berlomba-lomba pasang atribut kampanye. Sekarang sudah diatur dan dibatasi dari KPU, kontestan juga takut didiskualifikasi. Jadi biar banyak uang, tidak bisa juga cetak banyak-banyak,” jelasnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/9).

Ternyata tak hanya dipengaruhi oleh pembatasan dari instansi terkait. Banyaknya pengusaha percetakan sangat mempengaruhi harga yang ditawarkan. Ia mengaku, dua tahun belakangan ini usaha percetakan berkembang pesat. Yang sebelumnya di Tarakan hanya delapan kompetitor, sekarang meningkat menjadi 13 kompetitor.

“Kalau kompetitor bertambah, biasanya bukan perang kualitas tapi perang harga. Yang pendatang kasih diskon, maka kami yang pemain lama jadi ikut-ikutan juga. Lebih gampang menurunkan harga lima ribu rupiah dibandingkan naikkan lima ratus rupiah,” katanya sambil tertawa.

Tahun-tahun sebelumnya ia menerima order dari luar kota, seperti dari Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Tanjung Selor. Namun pelaku usaha percetakan sudah berkembang hingga di daerah-daerah. “Di Tanjung Selor yang dahulu hanya dua, sekarang sudah lima percetakan. Di Malinau hanya satu, sekarang sudah ada empat, di Nunukan dahulunya hanya dua, sekarang sudah lima. Sekarang di Tana Tidung saja sudah ada dua, jadi masing-masing daerah sudah ada usaha itu,” jelasnya.

Jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, pada setiap pesta demokrasi omzet mencapai 80 hingga 100 persen peningkatan dari hari biasanya. Namun sejauh ini, pihaknya justru belum menerima order pembuatan spanduk, banner, baliho untuk mempromosikan diri dari masing-masing caleg.

Berkaca dari Pemilihan Wali Kota (Pilwali) sebelumnya, omzetnya naik sebesar 20 persen. Biasanya selain baliho dan banner, kontestan caleg pun mengincar kartu nama dan stiker.

“Per Senin ini (17/9) ini saja kami belum ada terima cetak spanduk caleg untuk promosi dirinya. Hanya spanduk ucapan-ucapan saja,” terangnya.

Sepengetahuannya, dalam waktu dekat ini kontestan pemilu sudah diperbolehkan memasang alat peraga kampanye (APK). Ia pun tidak dapat memastikan kapan waktu yang tepat dibanjiri order.

“Tahapan pemilu itu tanggal 23 September sudah boleh pasang alat peraga kampanye, tapi sampai sekarang belum ada pesanan,” katanya.

Belum lagi naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak terhadap harga bahan baku percetakan. Sebelumnya per meternya seharga Rp 6.500, justru melambung Rp 8 ribu. Sama halnya dengan harga tinta, yang sebelumnya Rp 500 ribu, kini dibeli seharga Rp 700 ribu.

“Kendalanya juga dolar naik sangat berpengaruh terhadap bahan-bahan printing. Kita ambil barang dari Surabaya, karena transportasinya juga kan lancar,” tutupnya. (***/lim)

 

Dibatasi maka Kurang Bergairah, Dolar Naik Kompetitor Menguat

 


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 12:59

Jumlah DPTHP Berkurang 442 Pemilih

TARAKAN- Meski telah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 12 Desember 2018 12:41

Mulyawati Divonis Delapan Tahun Penjara

TARAKAN - Majelis hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada…

Rabu, 12 Desember 2018 12:38

Pelaku Curanmor dan Spesialis Jambret Berhasil Dibekuk

TARAKAN - Spesialis jambret dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil…

Rabu, 12 Desember 2018 12:34

Pemilih di Lapas Dibagi Dua Kategori

TARAKAN - Pemilihan umum yang akan digelar pada April mendatang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:33

Tiga Puskesmas Tunda Reakreditasi

TARAKAN – Banyaknya kegiatan menjelang akhir tahun menjadi salah satu…

Rabu, 12 Desember 2018 12:31

Nelayan Tuntut Pemerataan BBM

TARAKAN - Tak tahan dengan pembagian BBM bersubsidi yang diduga…

Rabu, 12 Desember 2018 12:30

Tiga Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 03 Jalan…

Selasa, 11 Desember 2018 15:47

MENUNTUT..!! Karena Galian Ini, PDAM Rugi Miliaran

TARAKAN - Adanya proyek galian gas dengan 21 ribu sambungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .