MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 September 2018 12:13
DPT Dicermati untuk Kali Kedua
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN- Imbauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI agar dilakukan pencermatan ulang terhadap jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), ditindaklanjuti Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan mengerahkan jajarannya hingga ke kabupaten/kota. Masih banyak ditemukan kegandaan di dalam data DPT.

Kepada Radar Tarakan, Ketua Bawaslu Kaltara Siti Nuhriyati mengatakan, rekomendasi pertemuan antara Bawaslu RI dan KPU RI, disebutkan agar para penyelenggara pemilu dapat memperpanjang penetapan jumlah DPT. “Masalah DPT ini kan adalah masalah penduduk, satu saja penduduk yang memenuhi syarat tapi tidak masuk ke dalam DPT, itu sudah dikatakan telah menghilangkan hak pilih orang, dan ancamannya pidana,” tegasnya.

Berdasarkan rekomendasi Bawaslu RI tersebut, Bawaslu Kaltara melakukan pencermatan ulang DPT, pihaknya akan merangkum data dari tingkat kabupaten kota, dan dikirim ke Bawaslu RI untuk dipilah dan dicermati kegandaan tersebut.

“Yang dipilah Bawaslu RI, dikirimkan kembali untuk dicermati secara faktual,” jelasnya.

Siti juga mengungkapkan bahwa, dari hasil komunikasinya dengan Bawaslu Tarakan masih ada rekomendasi yang tidak dilakukan oleh KPU Tarakan, seperti memasukkan penduduk yang sudah memenuhi syarat ke dalam DPT, dan tidak menghapus penduduk yang meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Wakordiv Perencanaan dan Data pada KPU Kaltara Rustam Akif, S.Pd, S.H, M.Pd menuturkan bahwa pada prinsipnya, proses pencermatan ulang terhadap jumlah DPT telah dilakukan sejak rekap DPT 5 September 2018 lalu oleh KPU RI. Setelah mendengarkan masukan dari partai politik dan rekomendasi Bawaslu maka dilakukan pencermatan kembali.

Untuk diketahui, sebelumnya jumlah DPT Kaltara mencapai 429.338 pemilih. Namun hingga kini, pihaknya sudah melakukan pencermatan ulang terhadap jumlah DPT yang disebut sebagai Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) pertama sejumlah 424.230 pemilih .

Berita acara hasil DPTHP pertama, telah diserahkan KPU kepada Bawaslu, parpol, calon DPD, maupun instansi pemerintah terkait. Sedangkan hasil by name by address masih dalam proses yang rencananya akan diserahkan dalam satu atau dua hari ini. KPU Kaltara akan melakukan pencermatan selama 60 hari ke depan.

“Jadi kami akan melakukan pencermatan kembali terhadap DPTHP yang telah ditetapkan,” bebernya.

Pada dasarnya, proses pelaksanaan DPTHP merupakan proses pembersihan terhadap jumlah pemilih ganda maupun tidak memenuhi syarat (TMS) lainnya, serta memasukkan orang-orang yang memenuhi syarat pada pemilu 2019 mendatang. Misalnya adanya pemilih yang meninggal, akan dicoret langsung dari DPTHP sebab sudah tidak bisa untuk melakukan pemilihan. Atau misalnya ada orang yang belum berusia 17 tahun pada saat pemilihan nanti, namun sudah menikah, maka orang tersebut wajib dimasukkan ke DPT.

Usai melaksanaan DPTHP, akan ada proses tahapan yang dinamakan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), yakni masyarakat yang akan pindah memilih atau masyarakat yang akan melakukan pemilihan diluar daerah domisilinya, serta nantinya ada Daftar Pemilih Khusus (DPK) khusus masyarakat yang belum terdaftar namun telah memiliki E-KTP. Melalui hal tersebut, Rustam menginginkan peran serta seluruh masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam mencermati DPTHP.

“Pada prinsipnya tidak ada hak masyarakat yang kami hilangkan, itu pasti terakomodir semua. Kami juga mengharapkan semua masyarakat bisa terdata dengan baik,” pungkasnya.

 

SATU PARPOL, CUKUP SATU BALIHO

Jika sebelumnya setiap calon legislatif diperkenankan untuk memasang baliho per individu di sepanjang jalan, namun dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, hal tersebut sudah tidak dapat dilakukan. Lantas apa saja persiapan KPU menjelang masa kampanye pada September 2018 ini?

Saat ditemui Radar Tarakan, Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas dan SDM) pada KPU Tarakan Sudirman mengatakan, bahwa pelaksanaan kampanye akan dilaksanakan pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019, sedang proses rapat umum baru dilaksanakan pada 24 Maret hingga 13 April 2019.

Nah, untuk menyambut pelaksanaan kampanye ini, KPU sudah melakukan pertemuan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, yakni Asisten I bidang Pemerintahan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Polres Tarakan, camat dan lurah untuk melakukan musyawarah letak alat peraga kampanye (algaka).

“Jadi yang menetapkan lokasi kampanye itu adalah kami (KPU). Tapi karena yang punya wilayah adalah Pemerintah Kota Tarakan, jadi kami minta izin dulu kepada Pemkot,” bebernya.

Untuk diketahui, pada masa kampanye pemilu nanti akan ada 11 titik baliho dan 22 titik spanduk yang akan dipasang dan disebar di bagian Tarakan Utara, Tarakan Barat, Tarakan Tengah dan Tarakan Timur. Nah, masing-masing titik terdapat 1 tempat yang paling banyak akan diisi oleh 57 baliho.

Alasan dipasang 57 baliho tersebut ialah karena adanya pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berjumlah 2 pasangan calon, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebanyak 23 orang, jumlah partai politik tingkat provinsi sebanyak 16 parpol dan parpol tingkat kota sebanyak 16 parpol. “Jadi tidak bisa sendiri-sendiri karena yang menentukan tempatnya itu adalah KPU,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, KPU memberikan kesempatan kepada setiap parpol untuk melakukan desain terhadap baliho, maupun spanduk kampanye caleg, anggota DPD dan calon presiden 2019 mendatang, karena pada dasarnya KPU hanya memfasilitasi parpol untuk penyediaan algaka.

“Terserah parpolnya mau desain bagaimana. Yang difasilitasi itu adalah partainya, kami serahkan desainnya pada pengurus partai,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam desain baliho harus dicantumkan visi misi, program dan citra diri caleg maupun parpol. Sedang hal-hal yang bersifat sara seperti agama, ras dan suku, tidak diperkenankan untuk dicantumkan dalam pemasangan baliho, sebab dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pemasangan algaka baru dapat dilakukan jika parpol telah mengumpulkan desain baliho maupun spanduk ke KPU, untuk kemudian dipasang oleh parpol politik yang telah ditentukan KPU. Meski tak membatasi waktu pengumpulan desain, namun menurut Sudirman semakin cepat parpol mengumpulkan desain, maka akan semakin cepat pula pemasangan algaka dilakukan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Tarakan Tigor Nainggolan menuturkan  bahwa pihaknya sangat menyetujui keputusan KPU. Menurut Golkar pemasangan baliho pada dasarnya tidak terlalu berpengaruh pada proses pemilihan.

“Baliho itu tidak terlalu berpengaruh, yang berpengaruh itu face to face,” bebernya.

Menurut Tigor, pemasangan desain tahun ini lebih bijaksana, karena mengedepankan estetika lingkungan. Namun, jika dipasang secara bersamaan, maka pemasangan baliho akan terlihat rapi dan bersih, serta hemat anggaran.

“Saya rasa ini lebih efisien, karena satu baliho lengkap gambarnya. Buat apa banyak-banyak baliho? Toh, tidak terlalu efisien juga. Kami pikir penyusunan desain tidak terlalu susah, tinggal dipindahkan ke baliho saja,” urainya. (*/shy/lim)

 

DPT Dicermati untuk Kedua Kali

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:12

Martabak Green Tea

Kudapan kekinian yang penuh inovasi. Martabak yang berwarna hijau ini sangat nikmat dan menggoda selera.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:10

Gabin Tape Susu

Pesona kue gabin dengan isian tape yang disirami susu kental manis dan kejunya terkesan penuh nikmat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .