MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 September 2018 11:51
Dolar Naik, Material KPR Ikut Naik
BERDAMPAK: Dolar menguat memengaruhi harga material bahan bangunan kredit perumahan rakyat (KPR) yang sebagian diimpor dari luar. DOC/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Naiknya kurs dolar masih menjadi polemik. Pasalnya berbagai usaha juga mengalami imbasnya, termasuk untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) yang ada di Tarakan. Kenaikan ini bisa dilihat dari 9 bahan utama pembuatan perumahan yang ikut naik.

Direktur CV. Jokowi, Mashuri mengatakan, kenaikan dolar sangat berdampak terhadap perumahan, mulai dari pembayaran gaji pekerja sampai bahan utama bangunan yang juga harganya naik. Sehingga mau tidak mau pihaknya harus menaikan suku bunga kredit perumahan.

“Semuanya naik harganya, dan yang paling berdampak itu dari pembayaran tukang,” ujarnya.

Termasuk untuk bahan utama bangunan seperti paku, semen, pasir, paku, dan lain-lainnya. Sehingga kenaikan ini tentu berpengaruh untuk pihaknya menaikkkan harga kredit kepada pembeli KPR. Diakuinya meski cukup berat, pihaknya terpaksa menaikkan karena harus. Dan dirinya bersyukur meski harus dinaikkan, para pemilik menerima.

“Mereka terima saja, karena bagaimana pun semua harga naik. Meski tidak signifikan, tetapi berdampak besar juga,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, Imam Sudarmadji mengatakan inflasi Kota Tarakan secara umum untuk bulan Agustus mengalami inflasi sebesar 0,62 persen. Dan yang menjadi penyumbang tertinggi yakni kenaikan harga seng atau bahan untuk konstruksi. Sementara untuk kurs dolar yang naik, dampaknya akan sangat mempengaruhi untuk harga.

Bahkan pihaknya juga khawatir, karena kurs dolar yang naik juga sangat rentan mempengaruhi ke depannya. Karena untuk kontruksi masih banyak bahan yang diimpor dari luar. Bisa jadi suatu saat akan sangat mempengaruhi, apabila dolar menjadi naik.

“Karena pasti akan ada kenaikan harga. Apalagi banyak yang diimpor dari luar, apalagi Tarakan yang hampir semua komoditas yang datang dari luar. Bisa jadi membuat inflasi, walau naiknya tidak signifikan,” jelasnya.

Dengan adanya kurs dolar yang naik, tentu akan berdampak nantinya pada perekonomian masyarakat. Karena nantinya harga pasti akan menjadi naik, khususnya pada barang impor.

Dampak lainnya juga akan berpengaruh pada pedagang atau pengusaha. Tentu pengusaha juga perlu keuntungan, sehingga akan menaikkan harga barang. Dengan kenaikan harga barang, komponen-komponen dalam ekspor dan impor akan berimbas dengan naiknya harga.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menekan terlebih dahulu pembelian barang dari luar. Lebih baik menggunakan barang-barang domestik, atau menghemat dengan menunggu kurs dolar turun.

“Memang harus seperti itu, takutnya jika naik lagi bisa berdampak cukup besar untuk kita sendiri,” ungkapnya.

Salah seorang pemilik rumah KPR, Herman mengakui, setiap bulannya menyetorkan sekitar Rp 997.000 dengan jangka waktu 17 tahun. Pembayaran tersebut sudah dilakukan sekitar 6 bulan setelah masuk akad kredit. “ Kami gelombang pertama. Saya dengar ada perbedaan harga dengan yang gelombang kedua ini,” ungkap Herman, salah seorang pemilik rumah KPR yang berlokasi di Kelurahan Karang Harapan.

Sementara itu, Andi salah seorang pemilik rumah KPR membenarkan kondisi tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari admin pengembang KPR, ada beberapa perubahan harga untuk KPR gelombang kedua yang saat ini dalam proses pembangunan. “ Dari admin kemarin ada perubahan harga. Kalau saya ambil gelombang kedua. Tapi mau tak mau harus diambil karena belum tentu ada buka KPR lagi,” pungkas Andi.(*/naa/zia/zia)

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 11:02

BPN Bagikan 150 Sertifikat PTSL, Ada Biaya Tambahan

TARAKAN - Wajah H. Hania (60) semringah. Warga RT 14…

Jumat, 22 Februari 2019 11:00

Rangsang Minat Baca dengan Mengangkat Kearifan Lokal

Menjadi seorang penulis merupakan impian Iqbal Ardianto sejak dulu. Motivasi…

Jumat, 22 Februari 2019 10:58

DILARANG..!! Tapi Request ‘Tetangga’ Dominan Kepiting Bertelur

TARAKAN – Pada pembukaan pengiriman kepiting atau open season yang…

Jumat, 22 Februari 2019 09:56

Sidang Ditunda, Pledoi Terduga Agus Salim Sudah Siap

TARAKAN – Sidang terduga terorisme yang melibatkan Agus Salim dengan…

Jumat, 22 Februari 2019 09:52

Turbo Terbakar, Pasokan Listrik Tak Pengaruh

TARAKAN — Satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 22 Februari 2019 09:50

JEMBATAN HOROR..!! Lihat Nih, Layak Ngga Dilewati?

TARAKAN – Jembatan kayu di wilayah RT 7, Kelurahan Pantai…

Jumat, 22 Februari 2019 09:49

Siswa Patra Dharma Wakili Kaltara di OSN

TARAKAN - Untuk sekian lama, akhirnya Kota Tarakan bisa kembali…

Jumat, 22 Februari 2019 00:53

Kepedulian terhadap Pesisir Masih Rendah

TARAKAN – Ada yang berbeda di Pantai Amal, Kamis (21/2).…

Kamis, 21 Februari 2019 13:59

Metode Sainte Lague di Pemilu 2019

TARAKAN - Ada yang beda dari proses perhitungan kursi suara…

Kamis, 21 Februari 2019 13:58

Persentase Masyarakat Miskin Turun

TARAKAN – Kriteria kemiskinan di Tarakan saat ini hanya menggunakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*