MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 September 2018 11:42
283 Life Jacket Dibagikan untuk Nelayan
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Penerapan safety  bagi sejumlah nelayan dinilai sangat rendah. Terbukti saat melaui, tidak menggunakan jaket pelampung (life jacket) untuk keselamatan.

Melihat kondisi ini,  Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) membagikan 283 unit life jacket untuk para nelayan di empat wilayah, yakni Kelurahan Juata, Beringin, Perikanan, dan Kelurahan Lingkas Ujung.

Kepala KSOP Tarakan, Letkol Marinir Abdul Rahman mengatakan penggunaan life jacket harus digunakan oleh setiap orang yang berkegiatan di laut. Mengapa sangat wajib? Karena untuk keselamatan diri jika terjadi sesuatu di laut. Penyaluran life jacket ini menjadi awal untuk menjadi kesadaran masyarakat untuk menggunakan pelampung. Untuk saat ini disebutkannya, ada 283 unit yang akan disalurkan di empat wilayah.  Nantinya pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin menggalang life jacket agar selanjutnya ada partisipasi seluruh agen, dan stake holder yang ada untuk mewujudkan keselamatan pelayaran.

Karena sampai saat ini penggunaan life jacket masih minim sekali terutama pada nelayan, sehingga pihaknya mengimbau kepada seluruh nelayan. Apabila melaksanakan kegiatan di laut, agar menggunakan life jacket. Karena dari beberapa kejadian yang selalu ada di lapangan pada umumnya nelayan meninggal dunia karena tidak menggunakan life jacket.

“Kesadaran dari masyarakat yang masih kurang.  Life jacket itu tidak bisa dibandingkan dengan nyawa. Berapa pun harganya tentunya harus dibeli tergantung dari kesadaran para pengguna jasa laut untuk menggunakan life jacket,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara, Rustan mengatakan, pemberian life jacket ini merupakan kewajiban pemerintah untuk menjaga dan melindungi nelayan. Pihaknya sangat bersyukur karena pemerintah sangat memperhatikan pihaknya. Apalagi dalam cuaca yang ekstrem dan sering berubah-ubah ini tentu harus dilakukan.

“Cuaca yang sering tidak bersahabat dengan nelayan, sehingga harus menjaga dan melindungi diri sendiri terutama dengan menggunakan life jacket,” katanya.

 Pihaknya sendiri merasa bahwa harga life jacket cukup mahal karena satu unit mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu sehingga banyak yang berpikir untuk membelinya.

“Tetapi dengan bantuan ini, menjadi perhatian bagi kami. Kecalakaan dilaut bisa diminimalisir. Bahkan jika terdapat kecelakaan, minimal nelayan itu bisa didapatkan,” jelasnya.

Karena biasanya jika ada kejadian kecelakaan, mencari korban sangat sulit, apalagi mereka yang tidak menggunakan alat keselamatan sama sekali. Bahkan sampai tidak ditemukan. Sehingga jika menggunakan alat keselamatan bisa mengurangi resiko terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Nelayan sampai saat ini yang sudah aktif sekitar 3000 lebih yang beroperasi di Tarakan dengan menggunakan 15 jenis alat tangkap. Diakuinya, awalnya pihaknya memang mengusulkan adanya pemberian life jacket, dan ternyata direspons dengan baik. Pihaknya juga berharap agar Pemerintah Provinsi Kaltara juga dapat memberikan bantuan life jacket mengingat situasi cuaca yang saat ini sulit sekali untuk diprediksi.

“Selain masalah perlindungan life jacket, yang juga penting yakni perlindungan asuransi yang sangat perlu untuk diperhatikan pemerintah. Karena saat ini sangat riskan sekali terhadap cuaca ekstrem,” pungkasnya. (*/naa/zia)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 14:53

Pikirkan Tujuan Hidup Lebih Dulu

Setiap anak muda dipastikan memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil.…

Senin, 18 Februari 2019 13:25

UMKM Jualan ‘Dalam Kandang’

Kenaikan harga kargo yang mencapai 50-70 persen, berimbas pada masyarakat…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Kapolres: Pengetap Nekat Akan Ditindak Tegas

TARAKAN- Belakangan ini antrean cukup panjang di pengisian bahan bakar…

Senin, 18 Februari 2019 13:21

Kumpul Terus Voucer, Rebut Hadiahnya!

MINGGU ini, surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan kembali membagikan…

Senin, 18 Februari 2019 13:20

Habis Terbakar, Meniti Usaha dari Nol Lagi

Bertahun-tahun membangun usaha, warung makan milik Rahima habis dalam hitungan…

Senin, 18 Februari 2019 13:02

Satgas Bansos Target Penyaluran Beras Bulog

USAI dibentuk di tingkat Polres, Satuan Petugas (Satgas) Bantuan Sosial…

Senin, 18 Februari 2019 12:59

Retribusi Baliho Berharap dari Pihak Ketiga

TARAKAN– Di musim kampanye Pemilu 2019 ini, ternyata tak memberi…

Senin, 18 Februari 2019 12:57

Ajukan Anggaran Rp 10 M ke Provinsi

TARAKAN - Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang…

Senin, 18 Februari 2019 12:56

Hanya Dimanfaatkan Politikus

TARAKAN - Buruknya kondisi jalan sudah dirasakan warga RT 15…

Senin, 18 Februari 2019 09:19

Pungli PTSL, DPR RI Sebut Ketua RT

TARAKAN – Pungutan liar (pungli) dalam pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*