MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 September 2018 11:44
Elpiji Subsidi Tembus Rp 40 Ribu
LANGKA: Elpiji subsidi yang mulai langka, sehingga banyak dimanfaatkan pengecer dengan menaikkan harga tinggi. RACHMAD RAMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Stok elpiji 3 kilogram (Kk) di Bulungan saat ini, kerap kali mengalami kekosongan. Akibatnya, hal itu dimanfaatkan oknum pengecer yang melakukan penjualan dengan harga tinggi, hingga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Salah seorang warga Tanjung Palas, Rani (40) mengatakan, dia sering tidak mendapatkan tabung gas subsidi pemerintah tersebut.  Jikapun ada, ia mengaku tidak pernah mendapatkan yang dijual dengan harga sesuai HET yang ditentukan pemerintah sebesar Rp 23 ribu per tabung.

“Kalau lagi ada, biasanya ada yang jual Rp 28 ribu per tabung. Ini masih lumayanlah. Tapi kalau sudah susah, pasti mahal. Bisa sampai Rp 40 ribu per tabung. Tapi karena butuh, terpaksa kita beli saja,” ungkapnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Palas, Minggu (16/9).

Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat turun melakukan pengecekan dan penindakan terhadap para pengecer yang memanfaatkan kondisi-kondisi tertentu untuk kepentingan pribadinya.

“Jika memungkinkan untuk ditindak, kenapa tidak. Biar ada efek jera buat mereka. Kasihan kami orang kecil ini, sudah sulit tambah sulitlah jadinya karena ulah dari oknum ini,” tuturnya.

Senada yang diakui Misna (36), perempuan berhijab ini mengatakan, dia sering tidak mendapatkan elpiji subsidi di pangkalan.  "Kalau sudah jarang yang menjual, pasti harganya naik. Tak tanggung-tanggung, satu tabung biasa dijual sampai Rp 40 ribu," keluhnya.

Perempuan dari tiga bersaudara ini mengaku tidak mengetahui persis mekanisme penjualannya. Tapi melihat kondisi di lapangan, ia berharap ada tindakan nyata yang dilakukan pemerintah, baik itu berupa pengawasan penjualan barang subsidi untuk masyarakat tidak mampu tersebut, maupun dengan cara melakukan sidak.

Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop dan UMKM Bulungan, Murtina menegaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan turun ke lapangan guna melakukan kroscek ke pangkalan tabung melon tersebut.

“Kita tidak membolehkan adanya pengecer, yang ada hanya pangkalan, karena itu tidak ada aturannya. Tapi jika itu dinilai membantu, kita berikan kebijaksanaan. Tapi dengan catatan tidak boleh ambil untuk terlalu tinggi. Cukup Rp 2 ribu atau Rp 3 ribu saja,” katanya.

Dalam hal ini, pihaknya sudah memanggil pihak pangkalan guna menanyakan seperti apa keberadaan pengecer tersebut. Pastinya jika mudaratnya lebih besar dari manfaatnya, maka pihaknya akan bertindak sesuai aturan yang sudah ditetapkan, baik dari pemerintah maupun dari Pertamina. 

"Kita berikan pemahaman kepada pangkalan. Jadi nanti mereka yang menyampaikan ke pengecer untuk melakukan hal yang sewajarnya," sebutnya.

Tak hanya itu, setiap pangkalan juga diwajibkan membuat spanduk yang bertuliskan HET LPG 3 kg itu. Jika tidak, maka jangan salahkan tindakan yang dilakukan pemerintah. Karena tak menutup kemungkinan tindakan tegas seperti pencabutan izin bisa dilakukan. 

"Sudah kita bahas. Kita akan turun melakukan sidak. Tunggu saja. Jangan bermain dengan memanfaatkan hak orang yang tidak mampu ini," tegasnya. (iwk/nri)

Judsm: Elpiji Subsidi Tembus Rp 40 Ribu

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:26

Pembelian Pesawat, Menunggu Izin Terbang

TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara),  membeli…

Jumat, 19 Oktober 2018 20:54

Kontraktor Terkendala Mobilisasi Material

TANJUNG SELOR - Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR)…

Jumat, 19 Oktober 2018 20:53

Kontraktor Terkendala Mobilisasi Material

TANJUNG SELOR - Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR)…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:36

DJKA Bantu Pengembangan Kereta Api

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara menyebutkan detail engineering design…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:32

Pergub Pembebasan PKB Berpotensi Diperpanjang

TANJUNG SELOR - Penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 29 dan 30 tahun 2018 berdampak signifikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:31

Program Presiden Terasa di Kaltara

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H. Irianto Lambrie mengatakan, program Presiden…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:28

Menteri PUPR Akan Tinjau Jembatan Bulan

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:15

Puluhan Pegawai Kecamatan Jalani Tes Urine

TANJUNG SELOR – Puluhan pegawai di lingkungan kantor kecamatan, kantor Desa Salimbatu, Tanjung…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:12

Kelanjutan Pembangunan Jalan Tergantung APBD

TANJUNG SELOR - Salah satu pembangunan ruas jalan yang tahun ini direalisasikan Pemkab Bulungan adalah…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:01

Perda Karthutla Ditarget Segera Rampung

TANJUNG SELOR - Sejumlah bentuk bencana alam, baik skala kecil maupun besar dinilai sangat berpotensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .