MANAGED BY:
KAMIS
27 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 September 2018 11:44
Elpiji Subsidi Tembus Rp 40 Ribu
LANGKA: Elpiji subsidi yang mulai langka, sehingga banyak dimanfaatkan pengecer dengan menaikkan harga tinggi. RACHMAD RAMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Stok elpiji 3 kilogram (Kk) di Bulungan saat ini, kerap kali mengalami kekosongan. Akibatnya, hal itu dimanfaatkan oknum pengecer yang melakukan penjualan dengan harga tinggi, hingga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Salah seorang warga Tanjung Palas, Rani (40) mengatakan, dia sering tidak mendapatkan tabung gas subsidi pemerintah tersebut.  Jikapun ada, ia mengaku tidak pernah mendapatkan yang dijual dengan harga sesuai HET yang ditentukan pemerintah sebesar Rp 23 ribu per tabung.

“Kalau lagi ada, biasanya ada yang jual Rp 28 ribu per tabung. Ini masih lumayanlah. Tapi kalau sudah susah, pasti mahal. Bisa sampai Rp 40 ribu per tabung. Tapi karena butuh, terpaksa kita beli saja,” ungkapnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Palas, Minggu (16/9).

Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat turun melakukan pengecekan dan penindakan terhadap para pengecer yang memanfaatkan kondisi-kondisi tertentu untuk kepentingan pribadinya.

“Jika memungkinkan untuk ditindak, kenapa tidak. Biar ada efek jera buat mereka. Kasihan kami orang kecil ini, sudah sulit tambah sulitlah jadinya karena ulah dari oknum ini,” tuturnya.

Senada yang diakui Misna (36), perempuan berhijab ini mengatakan, dia sering tidak mendapatkan elpiji subsidi di pangkalan.  "Kalau sudah jarang yang menjual, pasti harganya naik. Tak tanggung-tanggung, satu tabung biasa dijual sampai Rp 40 ribu," keluhnya.

Perempuan dari tiga bersaudara ini mengaku tidak mengetahui persis mekanisme penjualannya. Tapi melihat kondisi di lapangan, ia berharap ada tindakan nyata yang dilakukan pemerintah, baik itu berupa pengawasan penjualan barang subsidi untuk masyarakat tidak mampu tersebut, maupun dengan cara melakukan sidak.

Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop dan UMKM Bulungan, Murtina menegaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan turun ke lapangan guna melakukan kroscek ke pangkalan tabung melon tersebut.

“Kita tidak membolehkan adanya pengecer, yang ada hanya pangkalan, karena itu tidak ada aturannya. Tapi jika itu dinilai membantu, kita berikan kebijaksanaan. Tapi dengan catatan tidak boleh ambil untuk terlalu tinggi. Cukup Rp 2 ribu atau Rp 3 ribu saja,” katanya.

Dalam hal ini, pihaknya sudah memanggil pihak pangkalan guna menanyakan seperti apa keberadaan pengecer tersebut. Pastinya jika mudaratnya lebih besar dari manfaatnya, maka pihaknya akan bertindak sesuai aturan yang sudah ditetapkan, baik dari pemerintah maupun dari Pertamina. 

"Kita berikan pemahaman kepada pangkalan. Jadi nanti mereka yang menyampaikan ke pengecer untuk melakukan hal yang sewajarnya," sebutnya.

Tak hanya itu, setiap pangkalan juga diwajibkan membuat spanduk yang bertuliskan HET LPG 3 kg itu. Jika tidak, maka jangan salahkan tindakan yang dilakukan pemerintah. Karena tak menutup kemungkinan tindakan tegas seperti pencabutan izin bisa dilakukan. 

"Sudah kita bahas. Kita akan turun melakukan sidak. Tunggu saja. Jangan bermain dengan memanfaatkan hak orang yang tidak mampu ini," tegasnya. (iwk/nri)

Judsm: Elpiji Subsidi Tembus Rp 40 Ribu

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:16

Kaltara Terus Digempur Narkotika

TANJUNG SELOR – Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) setiap tahunnya…

Rabu, 26 Juni 2019 10:13

Gubernur: SPCP IPDN Akuntabel dan Kompetitif

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H. Irianto Lambrie…

Rabu, 26 Juni 2019 10:11

Gubernur Kaltara Ajak Gubernur Kaltim Berjuang

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie merespons…

Rabu, 26 Juni 2019 10:08

Tak Semua Perusahaan Masuk Proper

TANJUNG SELOR - Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup…

Rabu, 26 Juni 2019 10:06

Lebih Dekat Bersama Benny Sudarsono Pj PN Tanjung Selor

Benny Sudarsono merupakan pria kelahiran Jakarta, 14 Desember 1978. Dan…

Selasa, 25 Juni 2019 09:48

Disdukcapil ‘Diserbu’ Orang Tua dan Peserta Didik Baru

TANJUNG SELOR – Berbagai persyaratan ditetapkan pada penerimaan peserta didik…

Selasa, 25 Juni 2019 09:43

LP2B dan Resapan Air Harus Tetap Terlindungi

TANJUNG SELOR - Pemerintah harus tetap berkomitmen untuk melindungi dan…

Selasa, 25 Juni 2019 09:42

Keterbatasan Fisik Jadi Motivasi Pelajar SLB

Kreativitas pelajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tanjung Selor ibarat…

Senin, 24 Juni 2019 12:06

Masalah Lingkungan di Ibu Kota Serius

TANJUNG SELOR – Acap kali terjadi musibah banjir sejak beberapa…

Senin, 24 Juni 2019 12:05

Tegaskan Dana Iuran Digunakan Semestinya

TANJUNG SELOR - Hasil penarikan dana iuran yang diperoleh dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*