MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 September 2018 09:39
WNI Dilarang Lakukan Akitivitas di Laut

Keluarga Korban Dapat Pendampingan dari Kemenlu

ANTISIPASI: Sejumlah nelayan Nunukan saat bekerja. Terkait permasalahan penculikan nelayan asal Sulawesi Barat di wilayah perairan Semporna, Malaysia, pihak KJRI Kinabalu dan KRI Tawau mengimbau agar nelayan tidak melaut dalam beberapa waktu ke depan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sesuai perintah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu dan KRI Tawau, Malaysia, meminta Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai nelayan di Sabah, Malaysia, agar tidak melakukan aktivitas penangkapan di laut.

Kepala Fungsi Sosial dan Budaya KRI Tawau, Firma Agustina mengatakan, sesuai surat edaran dari KRI Tawau nomor 882/Pensosbud/IX/2018, dengan imbauan tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan nakhoda serta anak buah kapal (ABK) yang merupakan WNI di Sabah, Malaysia. “Sesuai perintah dari Kemenlu, imbauan tersebut telah diedarkan ke seluruh WNI yang ada di Sabah. Terutama yang melakukan aktivitas di laut,” kata Firma Agustina kemarin.

Menurutnya, dengan kejadian penculikan dua WNI di perairan Semporna, Malaysia, tentu menjadi perhatian bagi seluruh jajaran KRI Tawau. Untuk itu, para WNI yang bekerja sebagai nelayan diminta tidak melakukan aktivitasnya. Imbauan tersebut berlaku hingga situasi keamanan dipandang kondusif dan diperoleh jaminan keamanan dari otoritas setempat.

Bukan hanya WNI yang berada di Sabah dilarang melakukan aktivitas. Demikian juga kepada para nelayan Indonesia agar tidak melakukan penangkapan ikan hingga ke perairan Sabah, Malaysia. “Jika kondisi benar-benar aman, baru dapat melakukan aktivitas kembali. Agar tidak ada korban penculikan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Kemenlu yang dikonfirmasi media ini, Armanatha Nasir mengatakan, pemerintah RI telah mengambil langkah setelah mengetahui bahwa korban penculikan merupakan WNI yang berasal dari Sulawesi Barat (Sulbar). “Keduanya adalah warga Sulbar yang diculik di atas kapal Dwi Jaya I di perairan Pulau Gaya Semporna, Sabah, Malaysia,” kata Armanatha Nasir kemarin.

Upaya yang telah dilakukan hingga saat ini, lanjutnya, Kemenlu telah memerintahkan KJRI Kota Kinabalu dan KRI Tawau untuk berkoordinasi dengan otoritas kemanan setempat, pemilik kapal, dan saksi pelapor. Guna mengambil keterangan tambahan.

Selain itu, Kemenlu telah menyampaikan informasi penculikan tersebut kepada keluarga korban di Sulbar. Serta memberikan pendampingan terhadap keluarga. Serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat  untuk penanganan lebih lanjut.

Selain itu, berkoordinasi dengan Menlu Malaysia, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kejadian tersebut. Serta meminta jaminan keamanan bagi WNI yang bekerja di wilayah Sabah, Malaysia. Kemlu telah memanggil kuasa usaha sementara Kedubes Malaysia di Jakarta, dan menyerahkan nota diplomatik. Guna menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kejadian tersebut serta meminta rencana penanganan kasus ini oleh otoritas keamanan Malaysia. “Pemerintah akan melakukan upaya-upaya perlindungan bagi kedua WNI sebagaimana yang dilakukan terhadap 11 nelayan WNI yang diculik di perairan Sabah sebelumnya,” ujarnya. (nal/ash)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*