MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 14 September 2018 21:36
Butuh Kejelasan Objek Kunjungan

Rencana Kedatangan Raja-Raja se-Indonesia dan Asia

Bupati Bulungan, H. Sudjat. Foto: Bank Data/Radar Tarakan

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan pada prinsipnya welcome atau sangat terbuka kepada siapa saja yang ingin datang berkunjung ke Kabupaten Bulungan.

Bupati Bulungan H. Sudjati menanggapi rencana kedatangan raja se-Nusantara dan Asia ke Bumi Tenguyun guna menghadiri perhelatan perayaan Birau dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Bulungan dan Tanjung Selor Oktober nanti.

Menurutnya, dengan kedatangan tamu kehormatan itu juga membebankan biaya-biaya selama di Tanjung Selor. Sehingga mereka harus harus mempersiapkan dan juga mempertimbangkan banyak hal. Baik itu sisi keuangan serta kesiapan akomodasi lainnya.

"Memang sudah pernah ada pihak yang berkoordinasi sama saya tapi masih perlu dibahas lagi," ungkap orang nomor satu di Bulungan ini, Jumat (14/9).

Menurut dia, kedatangan raja-raja tersebut tidak bisa disikapi hanya sebatas kunjungan biasa. Namun jika rencana itu terealisasi justru nama baik Kabupaten Bulungan yang akan dipertaruhkan.

Sedikit banyaknya mereka yang berkesempatan datang akan menilai, menyaksikan serta menciptakan citra Bulungan di mata masyarakat luar baik di Nusantara bahkan Asia.

"Belum ada alokasi khusus untuk kegiatan kedatangan raja-raja ini. Untuk Birau secara umum saja anggarannya masih belum siap," sebut Sudjati.

Karenanya Pemkab Bulungan, merasa perlu kepastian jadwal utamanya kemungkinan ada objek-objek yang nantinya akan dikunjungi raja-raja tersebut.

Tanpa kesiapan yang matang, terutama membenahi objek penting, Sudjati berani memastikan Bulungan, bisa saja mendapatkan citra negatif bahkan malu.

 

Ia mencontohkan, kondisi keraton peninggalan Kesultanan Bulungan yang ada saat dirasa masih perlu direhab kembali. Kedatangan para raja tidak lengkap jika ternyata, mereka  justru tidak datang ke kraton atau melihat peninggalan kerajaan Bulungan.

"Kondisi keraton seperti ini perlu direhab dulu. Pada prinsipnya bagus saja. Tapi objek yang mau dikunjungi perlu kita perjelas dulu biar tidak ada citra buruk," papar mantan Sekkab Bulungan ini.

Selain itu perlu juga mempersiapkan langkah-langkah antisipasi hal-hal lain.  "Antisipasi hal-hal lain juga perlu dilakukan Pemkab Bulungan," pungkas Sudjati.

Agenda mendatangkan raja-raja ini kerja sama antara Dewan Pengurus Pusat (DPP) Masyarakat Adat Nusantara (Matra) dan Lembaga Adat Bulungan.  Kedua lembaga itu saat ini masih akan terus melakukan tahapan guna mematangkan kepastian kunjungan beserta jadwalnya.

"Rencana pekan depan kami akan bertemu pihak pemkab  atau Bupati Bulungan," ungkap Andi Tamsil, Ketua OC (kepanitiaan) DPP Matra.

Sebelumnya kata dia, DPP Matra telah melakukan survei perihal aspek kesiapan penyambutan dan pelaksanaan kegiatan akbar tersebut. Utamanya terkait tempat tinggal atau menginap, transportasi serta akomodasi lainnya yang diperlukan raja-raja selama di Bulungan.

Dari komunikasi awal dengan pihak kerajaan se-Nusantara termasuk Asia seperti Malaysia, Filipina serta Thailand dipastikan siap menghadiri agenda rutin masyarakat Bulungan ini.

Tamsil menyebutkan komunikasi dengan pihak kerajaan sudah terjalin sejak awal. Walau demikian ia menegaskan kedatangan raja-raja tersebut masih tahap direncanakan.  "Kepastiannya tunggu hasil komunikasi dengan Pemkab Bulungan dan sekaligus survei akhir," tegas Tamsil.

Ia menyebutkan alasan Matra mengundang dan terlibat dalam perayaan adat budaya itu adalah untuk membangkitkan, mengembangkan, menjaga serta melestarikan adat budaya pada umunya.  "Khususnya adat budaya Bulungan," sebutnya.

 

Menurut Tamsil, adat budaya Bulungan ikut berkontribusi membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya, beradat, beradab dan adilihung sebagai jati diri bangsa. "Maka Bulungan penting diperkenalkan secara luas seantero Nusantara," tegas Tamasil.

Adat budaya adalah aset bangsa milik setiap anak bangsa yang patut dijaga, dikembangkan dan lestarikan. Hal ini harus dipahami dengan baik.

"Kehadiran para raja merupakan kesempatan yang berharga untuk menjalin silaturahmi, persaudaraan serta berbagai ilmu dan pengalaman tentang ada dan budaya," pungkasnya.

ANGGARAN PELAKSANAAN BIRAU BULUNGAN BELUM JELAS

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan menyebutkan, anggaran pelaksanaan perhelatan pesta budaya daerah dua tahunan atau disebut Birau di Kabupaten Bulungan sampai saat ini belum ada kejelasan.

Kepala Seksi Cagar Budaya Disdikbud Bulungan Gandung Yulianto mengatakan, sebenarnya Disdikbud sudah mengusulkan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Bulungan tahun 2018 sebesar Rp 220 juta.

“Tapi sampai saat ini usulan itu kami juga belum tahu apakah disetujui atau tidak,” ungkap Gandung kepada Radar Kaltara, Jumat (14/9).

Namun, kata Gandung anggaran yang diusulkan itu hanya untuk anggaran kegiatan ritual adat saja. “Jadi anggaran yang kami usulkan itu hanya untuk ritual adat saja bukan untuk kegiatan lainya,” jelasnya.

Menyoal  sumbangsih anggaran  corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan yang akan berpartisipasi, pihaknya belum dapat berkomentar.

“Itu yang punya kewenangan pimpinan di atas, dalam hal ini Bupati, kalau sudah ada instruksi dari Bupati bisa saja nanti melalui CSR” ujarnya.

Namun hal itu, harus terlebih dahulu dilakukan pembahasan. Sebab harus ada kesepakatan bersama terlebih dahulu.

Terpisah, Bupati Bulungan, H. Sudjati mengatakan, tidak ingin berharap banyak dengan anggaran  CSR. “Anggaran yang diberikan paling besar Rp 2 juta,” ujar Bupati.

Meski begitu, Pemkab Bulungan berinisiatif mengumpulkan anggaran secara swadaya kepada organisasi perangkat daerah (OPD) agar tetap bisa menggelar beberapa perlombaan.

“Kalau untuk kegiatan sepeda dan motor terabas anggaran yang dibutuhkan tidak besar, jadi bisa saja kita upayakan,” ujarnya.

Sebanarnya, kata Bupati, dalam perayaan Birau yang terpenting itu tidak melupakan ritual adat saja, jadi meskipun dilaksanakan secara sederhana tidak menjadi masalah.

“Asalkan ritual adat tidak ditinggalkan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Lembaga Adat Bulungan (LAB) Datu Buyung Perkasa meminta kepada seluruh  OPD di lingkungan Pemkab Bulungan dapat berkontribusi memeriahkan perayaan Pekan Budaya Birau Oktober mendatang.

 

Sebab, menurut Datu Buyung, selama ini OPD tidak pernah berkontribusi dalam hal dana untuk menyukseskan kegiatan dalam rangka memperingati HUT Tanjung Selor dan Bulungan.

 

"Jadi saya berharap tidak hanya dari pemerintah provinsi saja yang ikut berkontribusi, tapi juga Pemkab Bulungan,” kata Datu Buyung.

 

Sebenarnya, kata Datu Buyung,  sudah menyurati Bupati Bulungan H Sudjati agar sama-sama menyukseskan perayaan dua tahunan ini. Hanya masih terkendala anggaran yang defisit.

 

"Saya rasa kalau terkait anggaran tidak bisa dijadikan dasar untuk tidak berkontribusi," ujarnya.

 

Di Bulungan banyak perusahaan yang bisa diajak berkontribusi untuk memberikan menyukseskan Birau. "Kalau kegiatannya nanti hanya biasa saja. Kita juga akan malu," bebernya.

 

Apalagi Birau tahun ini akan dihadiri 50 raja se-Nusantara dan Asia. Bahkan pihak Matra  tidak meminta biaya. Justru siap membantu menyukseskan Birau dengan menghadirkan artis ibu kota.

 

Dengan hadirnya raja-raja, tentu sangat membantu untuk memperkenalkan adat yang ada di Bulungan, tidak hanya pada tingkat nasional tapi juga dunia internasional harus tahu adat dan budaya yang ada di Bulungan. (isl/*/jai/nri)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 19:47

Khawatir Tak Dapat WTP

TANJUNG SELOR – Tiga organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan,…

Selasa, 18 September 2018 19:41

Tak Rekam, Data Kependudukan Diblokir

TANJUNG SELOR – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 18 September 2018 12:10

Sasaran Empuk Human Trafficking

TANJUNG SELOR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise…

Selasa, 18 September 2018 12:08

Terinspirasi Sosok Anak Presiden Joko Widodo

Terbentuknya wadah komunitas tentu memiliki history tersendiri. Bahkan, terkadang di balik kisah itu,…

Selasa, 18 September 2018 12:06

Jalan Rela Dipangkas, Semuanya demi Ini...

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Selasa, 18 September 2018 12:04

Angka Penerima Turun, Usai Tahap Pencairan

TANJUNG SELOR - Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2018…

Selasa, 18 September 2018 12:03

Kaltara Masuk Destinasi Urbanisasi

TANJUNG SELOR - Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai sebagai salah satu daerah tujuan urbanisasi…

Senin, 17 September 2018 20:37

Bulungan Cakupan Tertinggi Imunisasi MR

TANJUNG SELOR – Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, dari lima Kabupaten Kota di Kaltara,…

Senin, 17 September 2018 20:33

Tenaga Kesehatan-Pendidikan Diprioritaskan

TANJUNG SELOR – Peluang berpofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) sudah terbuka lebar. Dalam…

Senin, 17 September 2018 11:44

Elpiji Subsidi Tembus Rp 40 Ribu

TANJUNG SELOR – Stok elpiji 3 kilogram (Kk) di Bulungan saat ini, kerap kali mengalami kekosongan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .