MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 14 September 2018 11:24
Dua WNI Asal Sulbar Diculik Kelompok Abu Sayyaf
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Istri dari korban penculikan, Yuli Aliyah tetap menunggu kabar dari sang suami yang diduga diculik oleh kelompok Abu Sayyaf dari Filipina di perairan Pulau Gaya, Semporna, Sabah. Rabu (11/9) sekira pukul 01.00 WITA dini hari.

Istri Usman tetap menunggu kabar dari pihak manapun, agar suaminya segera dikembalikan. Belum ada kabar satu pun, yang mengetahui letak posisi Usman dan Samsul. Sehingga pihak keluarga semakin khawatir.

“Belum ada perkembangan ini sampai sekarang, masih menunggu kabar juga letak posisi suami saya sekarang ada di mana,” kata Yuli Aliyah kepada Radar Tarakan, kemarin (13/9).

Lanjut dia, saat ini mulai dari pemerintah setempat hingga Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah melakukan komunikasi, namun tidak menyampaikan keberadaan Usman dan Samsul ada di mana.

Karena yang diketahui, Usman dan Samsul kemungkinan besar diculik oleh kelompok Abu Sayyaf. Seperti kejadian sebelumnya, karena ada keluarga Usman yang telah diculik oleh kelompok yang sama. Namun dapat dilepaskan.

“Suami saya sudah lama di Sabah, Malaysia. Namun sempat kembali ke kampung Februari lalu. Setelah itu kembali lagi bekerja di Malaysia,” ujarnya.

Tentu ia, sangat berharap Usman dapat kembali ke tanah air. Semoga penculikan ini Usman dapat kembali. Seperti keluarga yang sebelumnya yang pernah diculik, walaupun hampir setahun baru dapat kembali ke Indonesia. “Semoga tidak lama dikembalikan, tidak sampai setahun lagi seperti keluarga saya sebelumnya itu yang diculik,” tambahnya.

Sementara, dikutip dari Fajar.Co.Id, edisi Kamis (13/9). Kemenlu mengklarifikasi insiden penculikan dua nelayan Indonesia yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia Dwi Jaya I oleh kelompok bersenjata.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Muhammad Iqbal mengungkapkan, kedua WNI yang diculik atas nama Samsul Saguni berusia 40 tahun dan Usman Yunus berusia 35 tahun asal Sulawesi Barat.

Menlu Retno Marsudi telah memerintahkan Konsul RI menemui otoritas keamanan di Semporna, pemilik kapal dan saksi pelapor guna memverifikasi informasi tersebut dan meminta keterangan tambahan.

“Kemlu telah menyampaikan berita tersebut kepada keluarga di Sulawesi Barat dan memberikan pendampingan bagi keluarga. Berkoordinasi dengan Pemda setempat,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (13/9).

Lanjut Iqbal, Menlu Retno juga telah melakukan komunikasi dengan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah guna menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Serta meminta jaminan keamanan bagi WNI yang bekerja di Sabah, khususnya nelayan. “Pada 13 September 2018 Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu dan Konsulat RI Tawau mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di Sabah yang bekerja di kapal penangkap ikan untuk tidak melaut. Hingga situasi keamanan dipandang kondusif dan diperolehnya jaminan keamanan dari otoritas setempat,” tuturnya. (nal)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*