MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 14 September 2018 11:22
Berkas Kasus Terorisme Dilimpahkan ke Kejati
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN- Setelah dinyatakan lengkap, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara akhirnya melimpahkan berkas kasus pelaku terduga terorisme ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim. Pelimpahan tahap dua kasus terduga terorisme yang menyeret AS itu dilakukan, kemarin (13/9).  

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kaltara Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra mengatakan, sebelum melimpahkan berkas kasus itu ke Kejati pihaknya melakukan pengecekan kesehatan dan psikologi terduga pelaku. Setelah dinyatakan sehat, penyidik dengan sempurna bisa menyerahkan berkas, barang bukti. 

“Nanti setelah itu JPU pada ruangnya dengan mudah bisa membuktikan perbuatan pelaku,” tuturnya.

Ditambahkan, usai dilakukan tahap dua pihaknya tetap akan menyiapkan bantuan pengamanan tempat penitipan pelaku dan tempat di mana sidang akan dilakukan. “Kasus teroris ini buka kasus biasa, melainkan kasus luar biasa, sehingga penanganan terhadap kasus itu juga berskala besar,” bebernya.

Sementara itu, penasihat hukum (PH) dari AS, Agustan, S.H, saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik yang menyatakan pelaku iseng membuat video yang menebar ancaman, pihaknya membenarkan hal itu. Namun pihaknya membantah kalau AS memiliki pemahaman ISIS yang mendalam.

“Memang anak ini pernah sekolah di salah satu pesantren yang ada di Gresik. Di situ dia banyak belajar agama. Namun masalah anak ini terafiliasi dengan ISIS, kami tidak melihat itu,” tegasnya.

Terlepas dari itu, ia mengungkapkan AS berniat untuk mencoba membuat video tersebut. Terkait rencananya akan dilakukan deradikalisasi oleh Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT) terhadap AS, pihaknya juga tidak akan mempermasalahkan. Meski ia menilai AS tidak memiliki paham-paham yang diajarkan kelompok terorisme ISIS. “Saya belum melihat terlalu jauh terhadap pemahaman itu pada anak ini,” tuturnya.

Ditambahkan Agustan, AS melihat aksi para teroris setelah menonton langsung dari Youtube, tanpa belajar langsung terhadap orang-orang yang mengetahui paham terorisme. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan membuktikan di persidangan nantinya terkait AS tidak terlibat aksi terorisme. Diketahui  pelaku juga akan dikenakan Undang-Undang (UU) tentang Terorisme.

“Namanya diduga dan pembuktian di persidangan. Ia duga karena mengunggah video ancaman dan saat itu lagi panas isu bom di Surabaya,” tutupnya.

BNPT ASAH KREATIVITAS REMAJA

Guna mencegah berkembangnya doktrin terorisme di kalangan generasi muda, BNPT melalui Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Kaltara mengundang ratusan remaja di berbagai sekolah guna mengasah kreativitas dalam membuat video pendek.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris FKPT Kaltara Sabriansyah. Ia mengungkapkan, tujuan kegiatan agar generasi penerus bangsa dapat memiliki kreativitas mempuni dalam mengembangkan hobi serta memiliki tujuan setelah lulus dari sekolah masing-masing.

“Seperti yang kita tahu, masa muda adalah saat di mana seorang remaja mencari jati diri. Sehingga remaja rawan terhadap sasaran regenerasi terorisme sehingga. Tujuan kami agar supaya generasi penerus ini mempunyai tujuan saat lulus sekolah melalui kreativitas, karena nantinya mungkin tidak semua remaja sekolah ini akan melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga mungkin kreativitas ini bisa berguna untuk menyalurkan hobi mereka saat lulus nanti,” terangnya, kemarin (13/9).

Selain itu, ia mengungkapkan kegiatan ini telah dijalankan di 32 provinsi di Indonesia. Selain itu, ia menerangkan jika program tersebut nantinya akan rutin berjalan setiap tahun guna mencegah paham terorisme dan radikalisme yang semakin hari kian memprihatinkan.

“Program ini insyaallah akan diselenggarakan setiap tahun untuk membumikan atau dalam rangka mencegah paham radikal dan terorisme yang ada di masyarakat,” terangnya.

Selain itu, dalam mencegah paham terorisme dan radikalisme berkembang program tersebut tidak hanya dilakukan secara langsung melainkan juga secara online dan melalui media on air. “Agar manfaatnya tidak dirasakan yang diundang saja,” tukasnya.

Inspirator program, Ence Bagus mengungkapkan, program ini bertujuan mengasah kemampuan dasar dalam membuat karya film pendek. Selain itu, sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme pada peserta karena workshop tersebut juga memperkenalkan budaya tanah air melalui beberapa video pendek.

“Tujuan kami di sini agar peserta memiliki kemampuan dasar membuat film pendek yang kami angkat. Kontennya itu adalah, mengangkat tentang persoalan-persoalan sekitar khususnya persoalan daerah masing-masing,” tuturnya.

Sebagai aktor sekaligus komedian, ia cukup mengapresiasi antusias remaja Kota Tarakan. “Saya melihat antusias remaja di perbatasan Indonesia ini cukup besar yah. Rasa ingin tahu yang besar dan aktif dalam interaksi saya rasa, saya cukup mengapresiasi itu. Saya yakin kalau sebagian besar remaja di Tarakan seperti ini ke depannya Tarakan dapat terbebas dari ancanan terorisme dan radikalisme,” tuturnya.

“Saya harap bersama dalam program ini tidak menjadi kesempatan pertama dan terakhir saya untuk menginjakkan kaki di kota ini, karena terus terang saya melihat banyak keunikan dari kota ini. Baik dari peninggalan sejarah maupun geografis kotanya yang setelah di sini saya baru tahu ternyata kota ini dikelilingi lautan,” jelasnya. (zar/*/zac/lim)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 23:57

BKSDA Sarankan Diserahkan ke LK

TARAKAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyarankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan…

Selasa, 18 September 2018 23:44

Sehari Penukaran, Tembus 1.142 Kartu GPN

TARAKAN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalimantan Utara terus mendorong penggunaan sistem…

Selasa, 18 September 2018 12:24

KASIHAN..!! Beruang Madu Kurus di Kandang Besi

TARAKAN – Sedih rasanya melihat nasib tiga ekor beruang madu di dua kandang di dalam Hutan Kota…

Selasa, 18 September 2018 12:22

Potensi PAD, Investasi dan Libatkan Pihak Ketiga

KRITIK datang dari pemerhati lingkungan di Kalimantan Timur (Kaltim). Mantan Direktur Kawasan Wisata…

Selasa, 18 September 2018 12:19

Dibatasi, Dolar Naik, hingga Kompetitor Menguat

Semarak Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tidak berdampak signifikan bagi usaha jasa percetakan seperti…

Selasa, 18 September 2018 12:13

DPT Dicermati untuk Kali Kedua

TARAKAN- Imbauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI agar dilakukan pencermatan ulang terhadap jumlah…

Selasa, 18 September 2018 12:11

Imunisasi MR Masih 46 Persen

TARAKAN – Pencapaian imunisasi measles rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih cukup…

Selasa, 18 September 2018 11:59

Dua Spesialis Congkel Jok Motor Terciduk

TARAKAN - Dua pelaku pencurian spesialis merusak jok motor berhasil diamankan pihak kepolisian dari…

Selasa, 18 September 2018 11:51

Dolar Naik, Material KPR Ikut Naik

TARAKAN- Naiknya kurs dolar masih menjadi polemik. Pasalnya berbagai usaha juga mengalami imbasnya,…

Selasa, 18 September 2018 11:48

Akses Menuju Pemakaman Rusak Parah

TARAKAN - Jalan lingkungan menuju ke arah Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Nasrani, Kelurahan Juata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .