MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 14 September 2018 10:17
Ribuan DPT Ganda Ditemukan
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pasca penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, Selasa (28/8) lalu. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan menemukan sekira 3000 DPT ganda.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Divisi Hukum dan Penangan Pelanggaran Bawaslu Nunukan Abdul Rahman. Sejak keluarnya surat edaran dari KPU terkait penyempurnaan DPT, jajaran Bawaslu dari pusat hingga daerah melakukan pencermatan terhadap DPT.

Pertama, nomor Kartu Keluarga (KK) yang terisi dengan angka nol sebanyak 16 angka. Hal itu membuat sidalih tidak mendeteksi. Kedua, ada kegandaan Nomor Induk Keluarga (NIK), dimana dua orang memiliki NIK yang sama.  “Entah ini benar begitu atau kesalahan penginputan. Makanya ada sekira 3000 ganda. Mulai dari ganda identik semua sama,” ujar Rahman kepada Radar Nunukan, Kamis (13/9).

Selain itu, Bawaslu Nunukan juga menemukan DPT yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih namun masih terdaftar sebagai DPT. Seperti orang meninggal dan belum cukup umur. Kemudian, DPT memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar. Jumlah DPT ganda itu ditemukan umumnya berada di daerah pemilihan (Dapil) tiga kemudian dapil satu. Sedangkan dapil dua memenuhi syarat namun tidak terdaftar.

“Ada 57 orang sudah disampaikan ke KPU sebanyak dua kali. Pertama, penyampaian penyempurnaan pemilih pertama. Kedua, rekomendasi data warga yang memenuhi syarat namun tidak terdaftar sebagai DPT. Ini memerlukan rekomendasi. KPU meminta agar mengeluarkan rekomendasi. Dan Bawaslu sudah koordinasi dengan provinsi dan itu dibolehkan,” tambahnya.

Sementara, Ketua KPU Nunukan, Hj. Dewi Sari Bahtiar menegaskan temuan Bawaslu Nunukan segera ditindaklanjuti. Hanya saja, mengacu pada KPU, DPT ganda yang masuk dalam sidalih memiliki istilah K1, K2, K3, K4 dan K5. “Tentunya penafsirannya berbeda-beda. Seperti beda nama dan beda alamat masuk dalam K5,” bebernya.

Dijelaskan, dikategorikan K1 lantaran ganda nama, NIK, tempat lahir, tanggal lahir dan jenis kelamin dan semua sama kecuali alamatnya. Kemudian ganda K2 yang memiliki NIK sama dan nama berbeda, K3 pemilih nama atau identitas lain terdapat kemiripan.

“Kemarin kegandaan tidak dibersihkan karena sistem sidalih. Dilakukan penyaringan dengan klasifikasi K1 hingga K5. Jika rampung, nantinya menunggu dari perintah untuk membersihkan. Memang dari kemarin yang kita hapus ganda identik. Ganda K5, nama dan NIK beda itu riskan untuk dihapus. Siapa tahu orangnya benar-benar ada,” t


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*