MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 13 September 2018 11:27
Proyek Ini Dapat ‘Suntikan’ Rp 11 Miliar
MEGAH: Bangunan baru Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, sedikit lagi akan rampung dan menjadi pelabuhan yang termegah di Kaltara. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Renovasi Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, khususnya penambahan terminal penumpang  menggunakan biaya sebesar Rp 120 miliar. Namun pada semester dua di 2018 ini, PT Pelindo IV Cabang Nunukan kembali memperoleh tambahan anggaran senilai Rp 11 Miliar.

General Manajer  PT Pelindo IV Cabang Nunukan, Muhammad Ilyas mengatakan untuk pekerjaan fisik gedung terminal telah mencapai 98 persen. Namun ke depan kembali ada tambahan anggaran sebesar Rp 11 miliar.

Alhamdulillah, jika ada tambahan anggaran. Sehingga yang masih kurang bisa dari segi pembangunan bisa ditambah lagi,” kata Muhammad Ilyas.

Ia menjelaskan, anggaran tambahan Rp 11 miliar tersebut digunakan untuk pekerjaan infrastruktur tambahan, meliputi pekerjaan lapangan parkir, taman terminal, jalur untuk pejalan kaki dilengkapi dengan kanopi hingga ke depan pintu terminal, CCTV, Wifi serta kelengkapan interior gedung terminal lainnya.

Menurutnya, dengan tambahan sebanyak Rp 11 miliar. Tentu akan semakin megah dan menarik kondisi pelabuhan. Renovasi pelabuhan yang dilakukan, merupakan bagian dari bentuk keseriusan untuk melakukan pengawasan pelintasan barang dari Tawau, Malaysia ke Nunukan.

“Jika fasilitas canggih, maka barang-barang terlarang akan sulit masuk melalui pelabuhan,” ujarnya.

Lanjut dia, dengan kondisi pelabuhan yang modern. Dengan dilengkapi CCTV hingga penggunakan elektronik pas. Menunjukkan ada perkembangan di daerah perbatasan. Masyarakat Nunukan, harus bangga dengan adanya perkembangan teknologi yang telah dilakukan.

Walaupun pembangunan pelabuhan yang rencananya selesai akhir 2017, namun hingga saat ini masih berproses, tak menjadi kendala bagi pihaknya. Pekerjaan molor, karena banyak sebab terutama masalah material.

“Masuk 2018 ini memang terlambat dari jadwal yang telah ditentukan. Namun itu bukan menjadi masalah. Karena pekerjaan masih terus dikerjakan,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pelabuhan yang canggih merupakan salah satu bentuk kemajuan dan perkembangan teknologi. Karena kalau bukan sekarang kapan lagi akan ada perubahan dari kompensional ke sistem yang lebih canggih.

“Setelah 20 tahun berdiri dan melayani masyarakat perbatasan, Pelabuhan Tunon Taka baru mendapatkan suntikan anggaran yang cukup besar. Ini menunjukkan daerah perbatasan ingin dibenahi,” tambahnya. (nal/nri)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*