MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 13 September 2018 10:46
Dapat Untung Puluhan Juta, Sarang Walet Kerap Diincar Maling

Tren Bisnis Sarang Burung Walet di Tana Tidung

PANEN: Tampak Fazrin saat memperlihatkan hasil panen sarang burung waletnya yang mencapai 2 kg tersebut. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Bisnis sarang burung walet menjadi tren kekinian di Kabupaten Tana Tidung. Omzetnya yang menggiurkan, membuat sejumlah warga di Tana Tidung berbondong-bondong beralih menggeluti usaha ini. Salah satunya yang dilakukan Fazrin, seorang pengusaha sarang burung walet yang sudah meraup untung hingga puluhan juta rupiah.

RIKO, TANA TIDUNG

Selain menyimpan potensi wisata yakni Air Terjun Gunung Rian, Tana Tidung juga memiliki potensi lain. Yakni bisnis sarang burung walet. Belum lama ini, Radar Tarakan berkesempatan mewawancarai Fazrin, salah seorang pengusaha sarang burung walet yang beralamat di Kecamatan Sesayap, sudah lama berkecimpung di bisnis ini  sejak 8 tahun terakhir. 

Kata Fazrin, bisnis sarang burung walet sangat menjanjikan namun memiliki banyak tantangan. Selain harus memiliki modal besar hingga puluhan hingga ratusan juta rupiah,  pebisnis juga harus benar-benar dapat mengelola rumah walet tersebut agar si walet dapat betah dan menginap di rumah buatan.

Ia memulai bisnis sarang burung walet tahun 2010 silam. Hanya bermodal nekat.  Fazrin menjual tanah yang baru 2 bulan dibelinya hanya untuk membangun rumah burung wallet. Ironisnya karena dana terbatas, akhirnya ukuran rumah walet pun tidak begitu besar. Hanya berukuran panjang 5 meter dan lebar 6 meter  dengan tiga tingkatan serta bangunan semi permanen pula. Setelah modal, proses membangun rumah walet juga begitu banyak persyaratan dan pantangannya. “Haruslah berhati-hati dalam menyikapi dan mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada  di rumah walet. Kalau kurang sabar dan gegabah dalam mengatasi masalahnya,  maka akan fatal,” ungkap Fazrin.

Ia menjelaskan, sebagai langkah awal jika ingin memulai bisnis tersebut, pertama harus mencari rumah yang sudah dihuni walet. Atau pilihan lainnya, membangun rumah baru minimal dengan tinggi rumah 4 atau 3 lantai (minimal lebar 8 meter panjang 16 meter). Untuk rumah baru, tantangannya berbeda. “Yakni bagaimana mengundang sang walet untuk bersarang di rumah yang baru,” lanjut Fazrin

Biasanya untuk mengundang wallet, lanjutnya, dibutuhkan alat audio atau suara peniru walet yang dipasangkan di rumah wallet tersebut. Selebihnya dilakukan rangsangan lainnya seperti memberi aroma, kotoran wallet serta kelembaban udara juga berperan. Jika nanti sudah berhasil, ketika si walet sudah betah tinggal, maka minimal dalam waktu setahun sarang burung walet sudah bisa dipanen.

"Di Tana Tidung ini kalau buat rumah walet insya Allah pasti terisi. Selama ini belum ada yang gagal," kata Bib Fazrin, sapaan akrabnya saat ditemui awak media ini di kediamannya di Desa Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, Selasa (14/8).

Jika sudah berhasil menjalankan bisnis ini, uang  belasan hingga ratusan juta rupiah bias dikantongi. Wajar saja,  harga sarang burung walet bisa berkisar Rp 11 juta hingga Rp 13 juta per kilogramnya. Atau perkiraan 1 kilogram (kg) setara 130 sarang. Jika  bisa memproduksi 5 kg hingga 6 kg sarang walet setiap bulannya,  sudah terbayang berapa keuntungan yang bisa didapatkan.

Namun lanjut Fazrin, ada hal yang harus benar-benar diperhatikan dalam mengelola sarang burung walet. Yakni, rumah walet harus bebas dari hama pengganggu walet di antaranya tikus, toke dan kecoa. Selain  itu, gedung harus benar-benar bersih dan diberi fentilasi udara serta dilengkapi dengan celah  keluar masuk walet yang biasa dinamakan lobang monyet dengan ukuran 40 x 60 sentimeter.

Dikatakannya selama ini produksi sarang burung walet di kawasan Kecamatam Sesayap, rata-rata pengusaha mengeskspor ke Tiongkok dalam bentuk bahan baku mentah. Padahal kata dia, sarang burung walet yang berasal dari air liur walet itu, akan lebih menggiurkan lagi jika diolah terlebih dahulu menjadi barang setengah jadi atau barang jadi karena akan memberi nilai tambah lebih besar.

"Kami mengharapkan, dibuat pabrik pengolahan sarang walet di sini. Kan bisa menambah pembukaan lapangan kerja. Jadi tidak perlu ekspor barang mentah lagi," kata Bib Fazrin yang saat ini sudah memiliki tiga rumah sarang burung walet. Sedikit menjelaskan manfaat sarang walet, secara tradisional burung walet biasa menyembuhkan sakit panas dan pengobatan kulit oleh masyarakat sekitar.

Melakoni bisnis ini susah-susah gampang. Susahnya kata Fazrin lagi, yakni kendala atau risiko pencurian sarang walet. Karena mengiurkannya usaha sarang burung walet bukan berarti tidak ada risikonya. Salah satu risiko yang sering mengancam dari usaha ini adalah pencurian sarang burung walet yang terorganisir dan rapi. Jika tak hati-hati, potensi keuntungan ratusan juta bisa hilang dalam hanya sekejap.

Menurut Fazrin, para pencuri burung sarang walet, biasanya mengerahkan banyak cara untuk mendapatkan targetnya. Tak jarang para mereka ‘main mata’ dengan petugas penjaga sarang burung walet. 

"Ini yang selalu menjadi ancaman bagi pengusaha walet. Makanya di dalam dan di luar rumah burung walet diberikan CCTV," katanya.

Untuk menjaga keamanan sarang burung walet dari tangan-tangan tangan jahil, gedung biasanya hanya dilengkapi satu lubang pintu besi berukuran kecil untuk keluar masuk penjaga. Pintu dibuat dua lapis untuk memastikan keamanan dengan menggunakan kode akses pintu sehingga sulit bagi pencuri untuk masuk. Ia menambahkan umumnya para kawanan pencuri sarang burung walet sudah terorganisir dan memiliki jaringan yang kuat. “Dan pasti ketika ada yang kemalingan kemungkinan orangnya juga sama,” keluhnya. Namun lanjutnya, ia menganggap rezeki yang halal pasti tak akan lari ke mana. Selama ini pebisnis sarang burung walet selalu memberikan bantuan kepada sejumlah masyarakat. Sehingga timbal baliknya, masyarakat sekitar yang sering terbantu, ikut membantu menjaga dan melindungi rumah walet dari kawanan pencuri. (zia)


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 11:42

Hasil Rapat Pleno, Tetapkan 14.949 DPTHP-2

TANA TIDUNG – Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil…

Rabu, 14 November 2018 11:39

Imbau Warga Segera Urus E-KTP dan Akta Lahir

TANA TIDUNG - Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)…

Selasa, 13 November 2018 11:33

2019, Prioritas Bangun Jalan dan Gedung

TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Tana Tidung memberikan jawaban…

Selasa, 13 November 2018 11:31

Hari Pahlawan, Momentum Intropeksi Diri

TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung memperingati Hari…

Senin, 12 November 2018 13:08

Hujan Deras, Banjir Hantui Warga

TANA TIDUNG - Warga di Jalan Perintis Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana…

Senin, 12 November 2018 13:06

Keluhkan Pemadaman Listrik Tak Sesuai Jadwal

TANA TDUNG – Sejumlah warga di Kabupaten Tana Tidung (KTT)…

Jumat, 09 November 2018 11:49

Pemadaman Bergilir 6 Jam Sehari

TANA TIDUNG – Mulai hari ini (9/11)  PT PLN Persero Wilayah Kaltim…

Jumat, 09 November 2018 11:48

Pelanggan Nunggak, PDAM Merugi

KESADARAN pelanggan PDAM di Kabupaten Tana Tidung (KTT) untuk membayar…

Kamis, 08 November 2018 13:42

Utang ke Pihak Ketiga Terancam Tak Terbayar

TANA TIDUNG – Ditolaknya APBD Perubahan 2018 oleh Pemprov Kaltara…

Rabu, 07 November 2018 10:55

Masih Acuh Urus Akta Kematian

TANA TIDUNG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .