MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 12 September 2018 15:04
Korban Nilai Pemeriksaan Boarding Pass Tidak Beres

Lion Air: Pengecekan Dilakukan Manual

PROKAL.CO, TARAKAN – Bandara Juwata Tarakan dan maspakai Lion Air akhirnya kembali memberi klarifikasi terkait insiden double seat di pesawat dengan nomor penerbangan JT 739 tujuan Makassar, Minggu (9/9). Charlie, petugas aviation security (avsec) yang kaitkan dengan insiden tersebut pun dihadirkan. 

Charlie diketahui sebagai pemesan tiket atas nama H. Nuwardi Pakki yang kemudian diminta turun dari pesawat. Charlie mengakui kesalahannya membatalkan tiket korban H. Nuwardi Pakki.

Selanjutnya, Charlie melakukan pemrosesan refund atau pengembalian dana atas tiket korban. Itu dilakukan setelah Charlie memperoleh tiket dan boarding pass, Sabtu (7/9).

Duduk bersama Lion Air, Charlie mengatakan jika insiden tidak ada berhubungan dengan pelayanan Bandara dan pelayanan maskapai Lion Air. “Awalnya tiket itu ada dua. Yang satu tujuan langsung Makassar, yang satu tujuan Palu. Di mana itu saya salah me-refund. Yang seharusnya saya cancel tiket tujuan Tarakan-Palu tapi saya mengancel tiket Tarakan-Makassar. Secara pribadi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak Bandara, Lion dan kepada korban (Nuwardi),” ungkapnya, kemarin (11/9).

Meski begitu, ia mengaku korban telah memaafkannya. “Kejadian ini baru pertama kali, saya sudah lama mengenal Pak Haji (Nuwardi), dia biasa meminta tolong untuk memesan tiket kalau dia mau berangkat. Jadi sekarang korban sudah memaklumi kejadian ini,” terangnya.

District Manager Lion Air Tarakan Siti Igelima mengungkapkan, insiden tersebut dipicu kesalahan individu dan tidak ada hubungannya dengan pelayanan maskapai atau Bandara. Terkait adanya dugaan oknum nakal, sama sekali tidak benar, kata dia.

“Jadi dengan berakhirnya klarifikasi ini yang langsung disampaikan oleh saudara Charlie, kami menganggap masalah ini sudah selesai dan untuk dugaan adanya oknum kami yang nakal itu sama sekali tidak benar,” terangnya.

Sementara Roslan, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Bandara Juwata Tarakan menyampaikan, sehari setelah kejadian tersebut kepala Bandara Juwata Tarakan telah meminta maaf kepada korban atas pelayanan yang menimbulkan ketidaknyamanan tersebut.

“Kemarin (Senin) di ruang rapat kepala Bandara telah menelpon H. Nuwardi atas kejadian tersebut. Selain itu Kepala Bandara juga menelepon direktur Lion Air atas insiden itu. Kenapa kepala Bandara menyampaikan permintaan maaf? Supaya masalah ini tidak berbuntut panjang,” terangnya.

Roslan berharap semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali sehingga kepercayaan masyarakat dalam perjalanan menggunakan transportasi udara tidak menurun.

Namun, menjadi pertanyaan tiket dan boarding pass yang dibatalkan dapat lolos sampai masuk ke dalam pesawat. Hal tersebutlah, yang sangat disayangkan korban H. Nuwardi Pakki.

Airport Manager Lion Air Tarakan Muhammad Arif mengatakan terdapat beberapa proses hingga korban bisa masuk ke dalam pesawat.

Menurut Arif, pemeriksaan terhadap boarding pass dilakukan secara manual. Bukan melalui sistem scan, seperti di Bandara pada umumnya.

“Ketika Charlie ini sudah me-refund, tiketnya itu sudah sama dia. Sehingga korban ini tidak mengetahui jika tiket yang ia pegang telah di-cancel. Saat di Bandara, petugas hanya memeriksa tiket secara manual. Akhirnya korban ini baru ketahuan saat di dalam pesawat,” kata Arif.

H. Nuwardi Pakki mengaku belum mengetahui jelas mengapa insiden tersebut bisa terjadi. “Bukan apa. Saya ini malu. Itu saya diminta turun, agak kurang mengenakkanlah. Saya gak ada diberitahu yang terjadi tiket saya di-cancel. Malah saya tahunya dari berita,” terangnya malam tadi.

Nuwardi mengaku masih bertanya-tanya, tiket berikut boarding pass yang dikantonginya bisa lolos sampai masuk ke pesawat. “Itu pertanyaannya. Sudah saya sampaikan, ada dua yang harus dibuktikan. Satu soal cancel tiket. Yang kedua soal kenapa saya bisa lolos. Kalau tadi tiket itu batal, dan saya tahu. Saya tidak sampai malu di atas. Saya macam dipermalukan. Bagaimana rasanya itu, kalau Anda sudah duduk dalam pesawat, kemudian disuruh turun. Kalau tadi misalnya, diminta menunggu dulu atau apa, saya bisa maklumi lah. Ini, langsung disuruh turun,” tegasnya.

“Kenapa bisa lolos sampai masuk ke dalam pesawat? Itu saya tidak diantar. Saya masuk sendiri. Kenapa boarding pass yang saya dikasih itu berlaku? Itu pertanyaannya. Agak unik. Dan bagaimana seandainya orang yang di seat 2D itu gak jadi ikut, maka saya kali yang ikut. Ikut, tapi enggak ada di manifes. Kalau ada apa-apa, bagaimana?” sambungnya.

Nuwardi masih sangsi dengan pemeriksaan yang dilakukan petugas. “Enggak beres pemeriksaannya berarti. Di situ ada Lion, ada juga petugas Bandara,” nilai Nuwardi. (*/zac/lim)

 

DI BALIK INSIDEN DOUBLE SEAT

 

SABTU (7/9)

 

Charlie memesan tiket atas nama H. Nuwardi Pakki di dalam nomor penerbangan JT 739 tujuan Makassar (direct).

 

Tak lama setelah memesan tiket, Charlie meminta tiket dicetak oleh maskapai berikut boarding pass.

 

Beberapa jam berselang, Charlie melakukan pembatasan tiket atas nama H. Nuwardi Pakki.

 

MINGGU (8/9)

 

Sekira pukul 11.00 WITA H. Nuwardi Pakki tiba di Bandara Juwata Tarakan. Kemudian masuk melalui pintu pemeriksaan pertama atau security check point (SCP) I.

 

Dari pintu ini, boarding pass berstatus batal itu kemudian diserahkan ke H. Nuwardi Pakki. Bahkan, Charlie sempat membelikan H. Nuwardi Pakki nasi di area kantin.

 

Sekira pukul 12.00 WITA, setelah duduk sejenak dan menikmati makan siang di salah satu fasilitas lounge dalam Bandara Juwata, H. Nuwardi bergegas menuju gate penumpang di Lantai 2.

 

Di pintu, H. Nuwardi Pakki kemudian menyerahkan boarding pass ke petugas berikut kartu tanda penduduk (KTP). H. Nuwardi pun masuk.

 

Berselang beberapa menit kemudian, para calon penumpang Lion Air JT 739 diminta masuk ke dalam pesawat. H. Nuwardi Pakki masuk dan duduk di seat 2D.

 

Saat penumpang lain masih membereskan barang bawaannya, muncul penumpang lain yang meminta H. Nuwardi Pakki mencocokkan tiketnya.

 

H. Nuwardi heran ketika mengetahui, ia bukanlah satu-satunya calon penumpang yang mengantongi tiket dengan seat yang sama. Ia lantas meminta pramugari menengahi. Kemudian diarahkan ke salah satu petugas di bagian depan. Petugas yang bersangkutan lantas meminta H. Nuwardi turun dari pesawat.

 

SUMBER: WAWANCARA LAPANGAN


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 10:39

Ada yang Padam Dua Kali Sehari

TARAKAN – Mulai hari ini, Sabtu (20/7) PT PLN (Persero)…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:37

Kembali ke THM, Minibus Putih Ditembak

TARAKAN - Satreskrim Polres Tarakan melakukan penyelidikan perkara penembakan terhadap…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:36

HM yang Ancam Kapolri, Sempat Demo di Jakarta

TARAKAN – Diduga melayangkan ancaman melalui media sosial (medsos) kepada…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:31

Pemkot Dukung Penuh Pawai Pembangunan

TARAKAN - Rencana pelaksanaan pawai pembangunan oleh Radar Tarakan dan…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:28

Hibahkan 2 Hektare untuk Bangun BPOM

TARAKAN – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) berencana mendirikan…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:25

Lokasi Sekolah Baru Belum Final

ADANYA penambahan dua sekolah menengah pertama (SMP) pada 2019-2020, disambut…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:03

Koperasi di Kaltara Terlilit Utang Lama

TARAKAN - Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:01

Akses Embung Bengawan Dibenahi Sementara

TARAKAN- Kondisi akses jalan lingkungan menuju Embung Bengawan, Kelurahan Juata…

Sabtu, 20 Juli 2019 09:55

Perbaikan hanya Janji Belaka

TARAKAN - Rusaknya jalan yang terdapat di Jalan Aki Balak…

Jumat, 19 Juli 2019 09:44

Ramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pawai pembangunan akan dilaksanakan dalam 31 hari lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*