MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 12 September 2018 13:52
Investigasi Double Seat, Lion Air Harus Terbuka
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO,  INSIDEN double seat masih menyisakan pertanyaan bagi maskapai penerbangan Lion Air. Seperti diungkap H. Nuwardi Pakki, yang menjadi korban Sabtu (8/9), jika kejadian itu membuatnya kecewa usai diminta turun dari dalam pesawat dengan nomor penerbangan JT 739 tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Itu yang membuat saya bertanya-tanya. Masalahnya kan boarding pass dengan seat 2D tercetak dua kali. Dua-duanya lolos dari pemeriksaan pula. Misalnya, tiket atau boarding pass saya tidak, seharusnya ditolak sistem dari awal pemeriksaan. Kenapa di dalam pesawat, baru ketahuan kalau saya tidak masuk manifes. Alasannya tiket yang saya pegang, di-cancel,” kata H. Nuwardi yang tengah menghadiri acara keluarganya di Sulawesi Selatan, kemarin (10/9).

Menurutnya, apa pun penjelasan maskapai Lion Air tetap harus dibuktikan. Salah satunya bagaimana sistem Lion Air bekerja. “Kenapa sistem itu dipertanyakan? Karena, penerbangan ini bukan naik angkutan biasa, seperti speedboat. Boleh duduk di mana saja. Apakah ada check-in atau tidak dan prosedur lainnya. Ketika terjadi seperti ini, ada hal lain di baliknya,” sebutnya.

Nuwardi juga meminta Lion Air secara terbuka menjelaskan hasil investigasinya atas kasus tersebut. Jika dianggap sebagai masalah biasa, sangat memungkinkan kejadian serupa akan terulang. “Itu citra penerbangan loh, citra perhubungan, bukan hanya Lion Air. Tiket saya dibatalkan atau cancel, juga harus dibuktikan. Siapa yang membatalkan? Apakah itu terbukti atas permintaan saya? Jangan asal sebut atas permintaan. Tidak dijelaskan permintaan siapa. Ini seolah-olah sama saya salahnya persoalan ini. Sekali lagi, saya tidak mungkin membatalkan tiket saya, di tengah agenda bisnis dan keluarga saya di Sulawesi,” urainya.

Lion Air Tarakan sebelumnya mengumumkan klarifikasi masalah tersebut yang mereka anggap sebagai miskomunikasi.

Lion Air dan Bandara Juwata Tarakan pun sebelumnya mengagendakan pertemuan tertutup. Salah satunya membahas mengenai Charlie, seorang petugas aviation security (avsec) yang dikaitkan dengan pembatalan tiket atas nama H. Nuwardi Pakki pada Sabtu 7 September 2018.

Radar Tarakan pun kembali mengonfirmasi Airport Manager Lion Air Tarakan Muhammad Arif. Ia membenarkan jika pihaknya telah melangsungkan pertemuan dengan pihak Bandara Juwata terkait masalah tersebut. Meski begitu, ia belum dapat memberi keterangan hasil rapat itu mengingat pihaknya akan mengagendakan rilis pada hari ini.

“Mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan apa pun terkait masalah ini, yang jelas besok kami adakan rilis kepada media supaya masalah ini bisa diselesaikan dengan jelas,” ungkapnya, Senin (10/9).

Selain itu, Arif mengungkapkan jika rilis yang mereka agendakan akan menghadirkan Charlie, orang yang disebut-sebut bertanggung jawab atas insiden tersebut. Selain itu, ia menerangkan jika kejadian ini merupakan kejadian pertama kalinya. “Besok kami akan menghadirkan Charlie, orang yang mem-booking tiket untuk bapak Nuwardi ini. Nanti langsung tanya sama orangnya sajalah,” terangnya.

District Manager Lion Air Tarakan Siti Igelima menolak memberi penjelasan mengenai tindak lanjut penanganan masalah tersebut. Saat dikonfirmasi, wanita yang akrab disapa Ima tersebut tampak sangat kesal dan menjawab dengan nada tinggi.

“Kamu mau apalagi? Saya tidak bisa kasih keterangan. Kalau mau keterangan, besok (hari ini, Red) saja,” katanya kesal. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Gang Punti Tak Kunjung Dilirik

TARAKAN - Ketua RT 16, Kelurahan Karang Harapan, Muhammad Saleh, mengatakan banyak titik jalan yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:19

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:18

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:12

Terkait Dugaan Kasus Korupsi Bahan Ajar UBT

TARAKAN – Berkas kasus dugaan korupsi terhadap anggaran bahan mengajar (anjar) yang melibatkan…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:34

MENIKMATI ALAM DARI PUNCAK GUNUNG PUTIH

AKHIR pekan tentunya tak ingin kita lewatkan begitu saja. Pilihan terbaik adalah bagaimana agar akhir…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:30

Penyidik Serahkan Dua HP dan Satu Komputer

TARAKAN - Setelah pemeriksaan secara lengkap terhadap tersangka, saksi ahli dan menyiapkan sejumlah…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:27

Dipengaruhi Dolar, Tarakan Alami Defl asi

TARAKAN- Kota Tarakan untuk bulan September secara umum mengalami deflasi sebesar 0,73 persen. Berbeda…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:24

Capaian Rendah, Dinkes Sebut Pengaruh Hoaks

PERPANJANGAN imunisasi measles dan rubella (MR) hingga Oktober, belum menunjukkan peningkatan signifikan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:22

Belum Salat Magrib, Adelia Dikejar Tsunami

Masih terekam jelas di ingatan Adelia ketika tsunami menghantam Palu. Tiga kali ganti tumpangan, Adelia…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:51

Dukung XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Pemaparan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda dilakukan panitia di hadapan Wali Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .