MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 12 September 2018 10:55
Anak di Bawah Umur Terlibat Kasus Kejahatan
PRESS RELEASE: Tampak tiga orang anak dari dua kasus yang berbeda dihadirkan Satreskrim Polres Bulungan di hadapan awak media kemarin. SAMSUL UMARDHANY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR –Kepolisian Resor (Polres) melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) kembali menangani kasus kriminalitas yang dilakukan anak di bawah umur. Karena dinilai sudah mengkhawatirkan, para pelaku kemudian dirilis agar dapat menjadi perhatian bersama.

Dikatakan Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bulungan Aiptu Lince Karnilawati, memang beberapa hari terkahir ini sudah ada dua kasus berbeda yang melibatkan anak di bawah umur.

Setelah diamankannya pelaku pemerasan yang dilakukan oleh E dan F di belakang ATM Drive Thru beberapa hari sebelumnya, pada Sabtu (8/9) yang lalu pihaknya juga kembali mengamankan seorang pelaku pencurian yang dilakukan di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) yang ada di Kecamatan Tanjung Palas.

“Kami kembali mengamankan seorang anak berinisial H usia 14 tahun yang melakukan pencurian satu unit handphone di SMP yang ada di Tanjung Palas,” ungkapnya mewakili Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, Senin (10/9).

Kejadian pencurian tersebut terjadi pada Rabu (5/9). Saat itu H yang sedang berada dalam kelasnya melihat sebuah handphone milik temannya, lantaran kepincut menganti handphonenya yang rusak, kemudian barang milik temannya tersebut ia ambil. “Sebenarnya ia sempat berencana mengembalikan, hanya saja pas saat itu temannya sudah kembali duduk di bangku belajarnya,” ucapnya.

Karena merasa kehilangan barang berharganya, si korban kemudian melapor kepada orang tuanya yang kemudian orang tua korbqan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. “Setelah diselidiki, H lah pelaku pencurian tersebut sehingga diamankan pada Sabtu lalu,” ungkapnya. “H siswa di sekolah tersebut dan duduk di kelas 3,” sambungnya.

Sementara sebelumnya, dua orang anak di bawah umur juga diamankan setelah melakukan pemerasan. Tindak criminal itu dilakukan terhadap tiga orang kelompok dengan waktu yang berbeda-beda dan dilakukan Juli lalu.

“Dari tiga kelompok korban yang ada, satu yang melapor kepada kami. Setelah di dalami akhirnya pelakunya kami temukan sebanyak dua orang, dan mereka juga masih di bawah umur,” jelasnya.

Aksi yang dilakukan pelaku masih dipengaruhi minuman keras (miras). Kemudian ingin mencari minuman tambahan, maka pemerasan atau pemalakan mereka lakukan untuk bisa mendapat uang membeli miras tambahan. “Jika permintaan mereka tidak dikasih, maka barang yang ada akan diambil, dalam hal ini satu unit korbannya sempat diambil,” sebutnya.

Untuk itu, mengapa kasus ini kemudian diangkat atau dirilis oleh pihaknya kata dia lantaran ini sudah mengkhawatirkan. Sehingga juga butuh perhatian khusus, meski ini pencurian kecil, namun perlu dilakukan tindakan. “Karena dikhawatirkan dari yang kecil inilah akan meningkat menjadi kejahatan yang lebih besar lagi apabila tidak diperingatkan,” jelasnya.

Untuk itu, orang tua pelaku sudah dipanggil, pemeriksaan juga sudah dilakukan untuk berkas pertama terhadap pelaku. Hanya saja pihaknya akan melakukan diversi. “Sebab kami juga mengutamakan remedium atau penegakan hukum adalah cara yang terakhir, sesuai dengan undang-undang kami akan coba untuk diversi karena nasib mereka juga masih menjadi harapan orang tua dan bangsa,” jelasnya.

Untuk itu, kata Lince, pihaknya akan berupaya agar permasalahan tersebut tidak sampai ke ranah peradilan. Sehingga bisa selesai di luar dari pada peradilan tersebut. Ia katakan sesuai undang-undang, ada memang beberapa hal yang perlu diketahui bersama, yang tidak bisa dilakukan diversi, kata dia khususnya dengan ancaman di atas 7 tahun.

“Tapi untuk pencurian biasa masih bisa diversi, kami tetap lakukan proses, bagaimana hasil ke depannya akan kami informasikan kembali. Sepanjang 2018 ini setidaknya kami sudah menangani 5 hingga 6 kasus,” pungkasnya.(sny/eza)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 10:01

Laura Tolak ke ‘Provinsi’, Siap Dua Periode di Nunukan

TANJUNG SELOR – Beberapa tokoh politik yang namanya diisukan bakal…

Jumat, 19 Juli 2019 09:45

Kapolri: Keamanan Nomor Satu

TANJUNG SELOR – Gedung Mapolda Kaltara yang berada di Jalan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:38

Sajikan ‘Ulong Da’a’, Tradisi suku Dayak Dataran Tinggi Borneo

‘Ulong Da’a’ menjadi salah prosesi penyambutan kedatangan Kepala Kepolisian Republik…

Jumat, 19 Juli 2019 09:35

Haji via Filipina Berisiko

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan segera…

Jumat, 19 Juli 2019 09:33

Oknum Pegawai Dishub KTT Dituntut 8 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR - Terdakwa Mardiansyah, Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas…

Jumat, 19 Juli 2019 09:30

Warga Antutan Digegerkan Penemuan Mayat

TANJUNG SELOR – Warga Desa Antutan dan Pejalin, Tanjung Palas,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:28

Titik Penempatan APK Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan menggelar rapat…

Kamis, 18 Juli 2019 10:34

Sejumlah Kandidat Masih Malu-malu

TANJUNG SELOR – Beberapa nama tokoh politik di Provinsi Kalimantan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:26

Dongkrak PAD, Spanduk dan Reklame Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten…

Kamis, 18 Juli 2019 10:25

Badan POM Diupayakan Berdiri di Kaltara

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki garis perbatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*