MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 11 September 2018 09:11
Lima Laka Sepekan, Tiga Meninggal Dunia
ILUSTRASI

PROKAL.CO, TARAKAN - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi dan memakan korban. Dalam sepekan terjadi lima kecelakaan sepeda motor. Dua di antaranya menyebabkan sang pengendara meninggal dunia. Kemarin (9/9), terjadi di Jalan Mulawarman, tepatnya di depan Hotel Grand Citra sekira Pukul 15.45 WITA. (lihat grafis)

Dari informasi dihimpun Radar Tarakan, kecelakaan terjadi melibatkan Kawasaki Ninja R yang dikendarai oleh Enggarsah dan mobil Toyota Rush yang dikemudikan oleh Sapri. Diketahui, sesaat sebelum kejadian keduanya melaju beriringan dari arah Jalan Mulawarman menuju ke Jalan Aki Balak.

Dino, salah satu warga sekitar mengungkapkan, kejadian laka maut itu terjadi begitu cepat. Sesaat sebelum ia tiba di lokasi kejadian, dia mendengar suara benturan keras. Sempat kaget dengan suara itu, ia langsung berlari ke sumber suara benturan tersebut. “Setelah saya sampai di sana, si pengendara motor ini sudah tergeletak,” katanya.

Dilanjutkan Dino, usai kejadian warga sekitar kemudian memberi pertolongan setelah mengetahui korban masih bernapas dan membawanya ke rumah sakit terdekat, Pertamedika. “Masih ada (hidup). Belum meninggal si pengendara motor, makanya langsung dilarikan ke rumah sakit. Tapi infonya dia meninggal di rumah sakit setelah sempat mendapatkan perawatan,” bebernya.

Sementara itu, Kanit Lakalantas Polres Tarakan Ipda Patarai mengungkapkan, pihaknya masih mencari saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Namun berdasarkan kesaksian sementara yang diterima pihaknya, sebelum kejadian dua kendaraan melaju dari arah yang sama.

“Tepat di depan Hotel Grand Citra, motor dan mobil ini diduga bersenggolan karena mereka satu arah,” ungkapnya.

Ditambahkan Patarai, pihaknya juga masih terus mendalami apakah kedua kendaraan itu melaju dengan kecepatan tinggi. Dari informasi, Sapri saat itu berniat ingin ke Persemaian untuk menjemput istrinya yang sakit. Sementara Enggar diketahui ingin ke daerah Juata. “Saat kejadian helm korban terlepas dan kepala korban mengalami pendarahan yang cukup parah,” jelasnya.

Terdapat bekas goresan di sisi kanan mobil dengan nopol KT 28 F yang dikemudikan Sapri. Sementara sepeda motor Ninja R dengan nopol KU 2594 FA yang dikendarai oleh Enggar tidak mengalami kerusakan yang begitu parah. “Kedua kendaraan sudah kami amankan untuk dijadikan barang bukti. Sementara kasus kecelakaan ini masih terus kami selidiki,” tuturnya.

Rencananya, lanjut Patarai, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hari ini (10/9). Melihat dalam kurun waktu seminggu, pihaknya sudah menangani kecelakaan hingga meninggal dunia mencapai 3 kasus. Untuk itu, dirinya sangat mengimbau bagi pengendara untuk selalu taat berlalu lintas.

“Laka yang di Gunung Selatan itu adalah anak di bawah umur. Jadi ini harusnya menjadi perhatian penting bagi orang tua untuk selalu menjaga anaknya dan tidak memberikan motor untuk dikendarai,” ungkapnya.

Menurut Patarai, sosialisasi telah dilakukan ke banyak komunitas, hingga ke lingkungan sekolah. Menurutnya anak di bawah umur, dilarang membawa kendaraan. Kondisinya cenderung labil. “Selain itu buat para pengendara lain kami harapkan tidak kebut-kebutan di jalanan ramai. Harus pakai helm dengan baik. Kecelakaan yang di depan bandara ini helm korban lepas, diduga dia memasang helm dengan benar sebelum mengemudi,” terangnya.

Diketahui, Enggar merupakan salah seorang mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Ia baru saja menyelesaikan masa studinya, dan rencananya akan wisuda November mendatang. Hadi, salah satu teman kuliah korban mengungkapkan, dirinya sempat merasa syok setelah mendengar kabar kecelakaan yang dialami Enggar-sapaan akrabnya-, hingga meninggal dunia. “Baru saja beberapa waktu lalu dia ujian skripsi dan tinggal wisuda saja saat nanti,” tuturnya.

Menurutnya, meski Enggar menyelesaikan masa kuliah hingga 6 tahun, namun di mata teman-teman kuliahnya korban merupakan sosok yang sangat baik dan senang bercanda. “Kalau ketemu dia, pasti kami tertawa bareng. Karena dia ini suka mencairkan suasana kalau kami lagi kumpul-kumpul,” ucapnya.

Ditambahkan Hadi, salah satu hobi Enggar yaitu mengikuti kejuaraan balap motor yang sering diadakan di Kota Tarakan. Meski demikian, ia menilai Enggar tidak pernah mengikuti balapan liar. “Meski dia pembalap, tapi dia tidak pernah balapan liar. Tunggu ada kejuaraan, baru dia ikut,” ungkapnya.

Hadi mengakui ia terakhir kali bertemu dengan Enggar seminggu yang lalu. Pertemuan kedua itu berlangsung di kampus. Saat itu Enggar sedang mengurus pemberkasan ujian skripsinya. “Kami enggak terlalu banyak cerita, karena saat itu dia lagi sibuk-sibuk urus pemberkasan skripsinya. Setelah dengar dia meninggal, kaget saja karena baru seminggu lalu kami ketemu,” urainya.

 

SEHARI, BISA TIGA LAKA

Sabtu (8/9), kecelakaan mau merenggut dua nyawa anak di bawah umum.

Masing-masing Jeriansyah (15) dan Revaldy (15), keduanya masih duduk di kelas IX SMPN 5 Tarakan. Kecelakaan terjadi di wilayah Jalan Gunung Selatan sekitar pukul 18.00 WITA.

Teman sekolah korban, Hapis (16) mengatakan mengetahui kejadian ini dari teman-temannya dan sontak kaget karena teman terdekatnya harus meregang nyawa. Diakuinya, Revaldy dan Jeriansyah sedang mengisi waktu dengan mengendarai sepeda motor sorenya.

“Tidak menyangka saja, karena kami memang suka jalan-jalan sore,” katanya.

Saat itu, diakuinya Jeri memang awalnya akan pergi jalan-jalan bersama dirinya, tetapi Jeri memperbolehkan dia ikut karena akan pergi bersama Revaldy dan akan menggunakan kendaraan miliknya. Tetapi ternyata, belum sempat mengambil kendaraan roda dua miliknya, dua sahabatnya itu sudah terbujur kaku di ruang IGD RSUD Tarakan. Bahkan kendaraan dengan plat KT 5216 JQ yang ditumpangi keduanya nyaris hancur.

“Saya dengar info mereka menabrak truk di Jalan Gunung Selatan. Kami langsung ke sini setelah mendengar kabar ini,” beber ditemui di RSUD.

Dijelaskannya, Revaldy sempat terlempar jauh dari Jeriansyah. Setelah Jeriansyah dibawa ke RSUD, sekitar dua jam kemudian Revaldy baru menyusul. Jeriansyah masih bernapas saat dibawa ke RSUD.

Sementara itu, Komandan Jaga Regu A Piket Laka Lantas Kota Tarakan Mokhoiri mengatakan korban yang pertama ditemukan yakni Jeriansyah yang langsung dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 18.00 WITA. Setelah itu korban kedua yang baru ditemukan yakni Revaldy. Karena kondisi sudah malam hari, sehingga tidak sempat mengecek TKP.

Dari identifikasi korban, didapati memar di dada. Sementara Revaldy menderita luka dalam. Darah terus keluar melalui hidungnya.

Pada hari itu, terjadi tiga laka lantas dan yang menjadi korban yakni anak-anak di bawah umur. Kecelakaan pertama di Lingkas Ujung pukul 12.30 WITA, dialami seorang anak berumur enam tahun bersama ayahnya. Kecelakaan kedua di Kampung Empat pukul 17.00 WITA, anak SMP kelas IX. Kecelakaan ketiga yang dialami Jeriansyah dan Revaldy.

“Semuanya kembali kepada peran orang tua, anak masih di bawah umur dibiarkan berkendara sendiri. Kalau terjadi apa-apa, yang salah orang tuanya, bukan anaknya. Karena memberikan kendaraan pada anak di bawah umur,” urainya. (zar/*/naa/lim)

 

“Tinggal Menunggu Wisudah Saja”

 


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:56

PPPK Menanti Kebijakan Pemimpin Baru

TARAKAN - Pemerintah pusat kembali mengeluarkan pernyataan bakal membuka lagi…

Senin, 10 Desember 2018 09:55

Dari Sepeda Mengenal Negara Lain dan Banyak Komunitas

Olahraga dapat menjadi hobi yang sehat bagi penikmatnya. Selain sehat…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Saling Susul di Rute Sepanjang 26 Km

TARAKAN - Sebanyak 180 goweser ikut berpartisipasi dalam Jambore Sepeda,…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Masih Ada Pengundian Sekali Lagi

TARAKAN - Surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan dan Sinar…

Senin, 10 Desember 2018 09:50

Pengusaha Bertarung dengan Upah Tinggi

BESARNYA ketentuan upah di Kota Tarakan membuat para pengusaha harus…

Senin, 10 Desember 2018 09:30

Ada Sekolah, Tak Ada Jalan Utama

TARAKAN - Ketua RT 66, Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan,…

Senin, 10 Desember 2018 09:04

Barat dan Utara Rawan Longsor

TARAKAN – Masyarakat patut waspada seiring intensitas hujan yang tinggi.…

Senin, 10 Desember 2018 09:01

HUT, Tetap Mengundang Artis

TARAKAN – Hari Ulang Tahun ke-21 Kota Tarakan yang jatuh…

Senin, 10 Desember 2018 08:59

Jarak Pandang Terbatas, Speedboat Kandas

CUACA buruk juga berdampak pada pelayaran, kemarin (7/12). Sebuah speedboat…

Senin, 10 Desember 2018 08:57

Tidak Melapor atau Terlambat Bayar, Sanksi Menanti

TARAKAN – Pencapaian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .