MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 09 September 2018 08:26
Dikenal Rendah Hati hingga di Mata Dosen

Di Balik Keseharian Rano, Korban Kecelakaan Gunung Amal

MASIH DIRAWAT: Kondisi Rano yang masih dirawat intensif di RSUD Tarakan. BANK DATA

PROKAL.CO, Tak ada yang dapat memprediksi ketetapan Tuhan. Segala yang dijalani hanya dapat dihadapi dengan lapang dada. Rano (27), yang menjadi korban kecelakaan hebat Kamis (6/9) sore di Jalan Gunung Amal, Kampung Enam harus menerima kenyataan, kakinya putus tergilas ban mobil. Ia pun masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

YUSTINA LUMBAA

RANO masih terbaring lemah di ruang rawat inap RSUD Tarakan. Dengan didampingi orang tua, saudara, kekasih dan teman-temannya.

Rano menjalani pembersihan luka sejak Kamis sore. Kaki kanannya tak dapat diselamatkan.  

Saat dikunjungi Radar Tarakan, Rano masih diselimuti duka. Ia terus menerus meneteskan air mata. Sang kekasih pun setia menyeka air mata yang membasahi pipinya. Berusaha menegarkan hati agar dapat menerima keadaan yang ada.

“Terima kasih atas kunjungan kalian,” katanya singkat dengan mata yang masih basah.

Orang tua Rano, Syamsuddin (51) mengaku tak percaya musibah yang menimpa anak keduanya ini. Beberapa hari lalu, ia memiliki firasat lain saat anaknya Rano sering menanyakan kabar dirinya.

Padahal selama ini, Rano jarang melakukan itu. Menanyakan kabar tidak pernah sesering itu. Sehingga dirinya juga heran dengan tingkah laku anaknya ini. Tetapi Syamsuddin mengabaikan, karena berpikiran positif.

Di hari kecelakaannya, diakui Syamsuddin masih di Pulau Sadau, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Sehari-hari dirinya bekerja sebagai nelayan dan juga ketua RT. Rano dan ibu serta adiknya biasanya tinggal di kontrakan.

Saat kecelakaan, Syamsuddin menerima dua kali panggilan telepon. Panggilan pertama diabaikan. Pada panggilan kedua sore itu di ujung telepon ia mendengar suara kekasih Rano. “Dia menelepon saya sampai nangis-nangis, mengatakan kalau Rano ditabrak mobil. Spontan saya langsung berangkat ke RSUD,” ujarnya.

Di mata sang ayah, Rano anak yang rajin dan juga tidak pernah membantah orang tua. Bahkan dengan rela ikut membantu perekonomian keluarga. Sehari-hari Rano bekerja di sebuah bank swasta, sejak enam bulan lalu.

Rano baik hati, bergaul dengan baik dengan teman-temannya. Di mata orang tua, Rano memiliki banyak teman, dan memperlakukan mereka dengan baik dan bersahabat. Selama kuliah dan kerja, tidak pernah berbuat onar atau keributan dengan orang lain.

“Sering membantu orang tuanya, kuliah sambal bekerja agar meringankan pekerjaan kami,” ujar Syamsuddin.

Selanjutnya, Syamsuddin terus memantau perkembangan anaknya. Jika memungkinkan, maka akan dipasangkan kaki palsu agar tetap berkuliah. Perawatan yang akan dijalani Rano dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan sampai pada operasi nanti.

Salah seorang teman Rano di STIE Bulungan, Ade Julian mengaku tidak begitu akrab dengan Rano. Namun, ia mengetahui jika Rano adalah pribadi orang yang taat beribadah. Saat bertemu orang lain juga sopan, bahkan saat bertemu dengan seniornya.

“Dia selalu menyapa, karena anaknya tidak pernah sombong. Di mana pun tidak pernah lupa dengan Tuhan, terbukti dari mendapatkan musibah itu, tidak pernah berhenti ucap kalimat syahadat,” jelasnya.

Hal yang sama dikatakan oleh dosen Rano, Dr. Ana Sriekaningsih, S.E., M.M. Rano anak yang baik, rajin, ulet dan tidak pernah berbuat onar. Dirinya juga cukup paham akan keadaan yang menimpa Rano, dan tahu pasti sulit menerima takdir. Tetapi dirinya berharap bisa tabah dan berserah karena itulah sikap yang saat ini harus dimiliki. “Saya berharap dia dapat menerima dirinya yang sekarang. Dan tidak ada yang mustahil Rano tetaplah bersemangat, di balik itu semua ada hikmah. Percayalah Tuhan sayang kamu. Masa depan cerah menantimu. Tetaplah tersenyum dan bahagia,” pesan Ana untuk Rano. (***/lim)

Dikenal Rendah Hati hingga di Mata Dosen

 


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*