MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 09 September 2018 08:26
Dikenal Rendah Hati hingga di Mata Dosen

Di Balik Keseharian Rano, Korban Kecelakaan Gunung Amal

MASIH DIRAWAT: Kondisi Rano yang masih dirawat intensif di RSUD Tarakan. BANK DATA

PROKAL.CO, Tak ada yang dapat memprediksi ketetapan Tuhan. Segala yang dijalani hanya dapat dihadapi dengan lapang dada. Rano (27), yang menjadi korban kecelakaan hebat Kamis (6/9) sore di Jalan Gunung Amal, Kampung Enam harus menerima kenyataan, kakinya putus tergilas ban mobil. Ia pun masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

YUSTINA LUMBAA

RANO masih terbaring lemah di ruang rawat inap RSUD Tarakan. Dengan didampingi orang tua, saudara, kekasih dan teman-temannya.

Rano menjalani pembersihan luka sejak Kamis sore. Kaki kanannya tak dapat diselamatkan.  

Saat dikunjungi Radar Tarakan, Rano masih diselimuti duka. Ia terus menerus meneteskan air mata. Sang kekasih pun setia menyeka air mata yang membasahi pipinya. Berusaha menegarkan hati agar dapat menerima keadaan yang ada.

“Terima kasih atas kunjungan kalian,” katanya singkat dengan mata yang masih basah.

Orang tua Rano, Syamsuddin (51) mengaku tak percaya musibah yang menimpa anak keduanya ini. Beberapa hari lalu, ia memiliki firasat lain saat anaknya Rano sering menanyakan kabar dirinya.

Padahal selama ini, Rano jarang melakukan itu. Menanyakan kabar tidak pernah sesering itu. Sehingga dirinya juga heran dengan tingkah laku anaknya ini. Tetapi Syamsuddin mengabaikan, karena berpikiran positif.

Di hari kecelakaannya, diakui Syamsuddin masih di Pulau Sadau, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Sehari-hari dirinya bekerja sebagai nelayan dan juga ketua RT. Rano dan ibu serta adiknya biasanya tinggal di kontrakan.

Saat kecelakaan, Syamsuddin menerima dua kali panggilan telepon. Panggilan pertama diabaikan. Pada panggilan kedua sore itu di ujung telepon ia mendengar suara kekasih Rano. “Dia menelepon saya sampai nangis-nangis, mengatakan kalau Rano ditabrak mobil. Spontan saya langsung berangkat ke RSUD,” ujarnya.

Di mata sang ayah, Rano anak yang rajin dan juga tidak pernah membantah orang tua. Bahkan dengan rela ikut membantu perekonomian keluarga. Sehari-hari Rano bekerja di sebuah bank swasta, sejak enam bulan lalu.

Rano baik hati, bergaul dengan baik dengan teman-temannya. Di mata orang tua, Rano memiliki banyak teman, dan memperlakukan mereka dengan baik dan bersahabat. Selama kuliah dan kerja, tidak pernah berbuat onar atau keributan dengan orang lain.

“Sering membantu orang tuanya, kuliah sambal bekerja agar meringankan pekerjaan kami,” ujar Syamsuddin.

Selanjutnya, Syamsuddin terus memantau perkembangan anaknya. Jika memungkinkan, maka akan dipasangkan kaki palsu agar tetap berkuliah. Perawatan yang akan dijalani Rano dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan sampai pada operasi nanti.

Salah seorang teman Rano di STIE Bulungan, Ade Julian mengaku tidak begitu akrab dengan Rano. Namun, ia mengetahui jika Rano adalah pribadi orang yang taat beribadah. Saat bertemu orang lain juga sopan, bahkan saat bertemu dengan seniornya.

“Dia selalu menyapa, karena anaknya tidak pernah sombong. Di mana pun tidak pernah lupa dengan Tuhan, terbukti dari mendapatkan musibah itu, tidak pernah berhenti ucap kalimat syahadat,” jelasnya.

Hal yang sama dikatakan oleh dosen Rano, Dr. Ana Sriekaningsih, S.E., M.M. Rano anak yang baik, rajin, ulet dan tidak pernah berbuat onar. Dirinya juga cukup paham akan keadaan yang menimpa Rano, dan tahu pasti sulit menerima takdir. Tetapi dirinya berharap bisa tabah dan berserah karena itulah sikap yang saat ini harus dimiliki. “Saya berharap dia dapat menerima dirinya yang sekarang. Dan tidak ada yang mustahil Rano tetaplah bersemangat, di balik itu semua ada hikmah. Percayalah Tuhan sayang kamu. Masa depan cerah menantimu. Tetaplah tersenyum dan bahagia,” pesan Ana untuk Rano. (***/lim)

Dikenal Rendah Hati hingga di Mata Dosen

 


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 15:26

Almarhumah Dikenal Penyayang Keluarga

TARAKAN - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Dedy Triwahyudi, SH.…

Senin, 19 November 2018 15:28

Utang Prioritas, TPP Dipangkas?

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 masih bergulir…

Senin, 19 November 2018 15:27

Penghuni Rumah Lompat Lewat Jendela

TARAKAN– Hujan lebat yang mengguyur Tarakan menyebabkan dua rumah di…

Senin, 19 November 2018 15:21

Nilai Kerugian di Bawah Rp 500 Juta

TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyahwan membeberkan jika perhitungan…

Senin, 19 November 2018 15:06

Menanti Ajang Green and Clean

TARAKAN – Pernah masuk dalam kategori lingkungan green and clean,…

Senin, 19 November 2018 15:04

KPU Belum Beri Putusan Sanksi Pelanggaran APK

TARAKAN - Meski alat peraga kampanye (APK) telah berada di…

Senin, 19 November 2018 10:46

Pemilih di Lapas Belum Klir

TARAKAN – Potensi pemilih masih meninggalkan polemik. Khususnya pada pemilih…

Senin, 19 November 2018 10:44

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa…

Senin, 19 November 2018 10:42

MEREKA KEPALA BATU..!! Ngotot Jajakan Jualan di Dermaga Pelabuhan

TARAKAN - Meski diimbau untuk tidak lagi menjual makanan di…

Senin, 19 November 2018 10:29

Tukarkan Uang Sebelum Tidak Laku

TARAKAN - Dalam pelaksaanan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .