MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 08 September 2018 10:29
Polisi Masih Menunggu Hasil Olah TKP

Penyelidikan Kasus Kecelakaan di Tanjakan Gunung Amal

BELUM DITINDAK: Jalur menuju Pantai Amal dari Kampung Enam diakui pemerintah kota sangat berbahaya. Terlebih lagi sudah banyak korban. Namun dari solusi pemotongan ketinggian jalur belum dilakukan karena ketiadaan biaya. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Penyidik dari Unit Kecelakaan di Satuan Lalu Lintas Polres Tarakan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang terjadi di Jalan Gunung Amal, Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur, Kamis lalu (6/9), yang mengakibatkan putusnya kaki kanan korban.

Kasat Lantas Polres Tarakan AKP Abu Sangit, melalui Kanit Laka Lantas Polres Tarakan Ipda Patarai mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam melakukan penyelidikan, terhadap kasus kecelakaan tersebut. “Setelah kejadian rencananya kami mau lakukan olah TKP, namun karena sudah menjelang malam dan keadaan gelap makanya kami akan jadwalkan ulang untuk olah TKP,” katanya kepada Radar Tarakan kemarin (7/9).

Meski belum melakukan olah TKP, namun pihaknya sudah mengambil beberapa langkah penyelidikan. Salah satunya yaitu mengambil keterangan saksi-saksi. Dibeberkan Patarai, usai kejadian pihaknya sudah mengambil keterangan dari sopir mobil pikap yang diduga melindas kaki korban yang bernama Rano. Selain itu, penyidik juga rencananya akan mengambil kesaksian dari pacar korban, lantaran saat kejadian sempat melihatnya secara langsung. “Untuk pacarnya belum semua kami mintai keterangan. Hanya saja saat di TKP dia mengakui karena motor pacarnya kurang bagus makanya disuruh ikut sama temannya yang lain,” jelas pria yang berpangkat balok satu itu.

Dari dugaan sementara yang didapatkan pihaknya, saat kejadian motor yang dikemudikan korban turun gunung bersamaan dengan sebuah truk. Kemudian korban ingin menghindari truk dan mengambil jalur ke kanan. Namun secara tiba-tiba motor yang dikemudikan oleng hingga tidak bisa mengendalikan motornya. Korban pun terjatuh. Nahasnya, saat korban jatuh tiba-tiba sebuah mobil pikap dari arah bawah langsung melindas kaki korban. Kejadian itu diduga berlangsung cepat, sehingga pengemudi pikap tidak bisa menghindar saat melihat korban terjatuh. “Kami belum pastikan apakah rem motor korban blong,” ucap Patarai.

Melihat kejadian kecelakaan di tanjakan Gunung Amal ini, pihaknya sangat mendukung sekali terhadap wacana pemotongan tanjakan Gunung Amal. “Kalau kami mendukung dan itu lebih bagus. Karena itu juga buat keselamatan para pengendara,” tuturnya.

Patarai pun mengimbau kepada masyarakat kala melewati tanjakan ataupun penurunan Gunung Amal sebelum dilakukannya pemotongan gunung tersebut, untuk selalu berhati-hati. Kemudian perhatikan keselamatan kendaraannya. “Salah satunya mengecek kondisi rem,” imbaunya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga saat dikonfirmasi mengatakan, pemotongan tanjakan Gunung Amal sebenarnya sudah masuk dalam program strategis kota. Progres terakhir, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan warga setempat untuk disosialisasikan terkait rencana ini. Masyarakat pun sudah setuju dilakukan tahap pemotongan ini. “Sudah berjalan, dan masyarakat setuju. Hanya saja pemerintah terbentur keterbatasan anggaran,” bebernya.

Adapun anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 60 miliar. Rencananya, kemiringannya akan dipangkas hingga berkisar 8 sampai 10 derajat, sehingga aman dilalui kendaraan baik roda dua terlebih lagi roda empat dan di atasnya. Saat ini, kemiringan tanjakan Gunung Amal diakui Sofian Raga memang tidak aman untuk dilalui, karena mencapai 15 sampai 17 derajat. “Kalau ada anggaran dari setahun atau dua tahun lalu sudah saya eksekusi. Untuk menyelesaikan tidak harus melalui Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD), bisa minta bantuan dari pemerintah pusat atau provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Hendra salah satu warga setempat sangat menyayangkan terjadinya kembali kecelakaan di tanjakan Gunung Amal hingga korban mengalami luka parah. Diakui Hendra, tingginya tanjakan di Gunung Amal memang sangat berbahaya bagi para pengendara. “Sudah banyak kali kejadian di situ (tanjakan Gunung Amal). Ada yang tidak mengalami luka parah dan ada juga yang parah sampai meninggal dunia,” tuturnya.

Mengenai wacana pemotongan Gunung Amal, Hendra bersama warga lainnya sudah menyetujui. “Kalau saya setuju saja, karena kalau sudah dipotong nanti tidak akan berbahaya lagi,” harapnya. (zar/ash)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 13:09

Ajak Istri Nelayan Buat Olahan Serba Ikan

TARAKAN –Wilayah Kelurahan Selumit Pantai yang mayoritas masyarakatnya bermata pencarian…

Senin, 10 Desember 2018 13:00

Pemerintah Tak Serius Menutup Lokalisasi

TARAKAN - Semakin dekatnya penutupan lokalisasi di Kota Tarakan, pengelola…

Senin, 10 Desember 2018 12:57

Nakhoda TB Fortunsius Diduga Lalai

TARAKAN – Kasus tenggelamnya Tugboat (TB) Fortunsius pada 12 November…

Senin, 10 Desember 2018 12:55

Herdiansyah Sempat Pinjam Uang Rp 100 Juta

TARAKAN – Sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan bahan ajar di…

Senin, 10 Desember 2018 09:56

PPPK Menanti Kebijakan Pemimpin Baru

TARAKAN - Pemerintah pusat kembali mengeluarkan pernyataan bakal membuka lagi…

Senin, 10 Desember 2018 09:55

Dari Sepeda Mengenal Negara Lain dan Banyak Komunitas

Olahraga dapat menjadi hobi yang sehat bagi penikmatnya. Selain sehat…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Saling Susul di Rute Sepanjang 26 Km

TARAKAN - Sebanyak 180 goweser ikut berpartisipasi dalam Jambore Sepeda,…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Masih Ada Pengundian Sekali Lagi

TARAKAN - Surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan dan Sinar…

Senin, 10 Desember 2018 09:50

Pengusaha Bertarung dengan Upah Tinggi

BESARNYA ketentuan upah di Kota Tarakan membuat para pengusaha harus…

Senin, 10 Desember 2018 09:30

Ada Sekolah, Tak Ada Jalan Utama

TARAKAN - Ketua RT 66, Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .