MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 07 September 2018 11:06
Ilegal dan Kasus Narkoba, Ratusan WNI Dipulangkan Paksa
DIDATA: Ratusan deportan yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, didata sebelum diarahkan ke Rusunawa, Kamis (6/9). ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Malaysia kembali memulangkan paksa Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Buruh Migran Indonesia (BMI) di Sabah, Malaysia. Tak tanggung-tanggung, kali ini sebanyak 125 orang dideportasi melalui Tawau menuju Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kamis (6/9).

Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka Nunukan, Nasution menyampaikan, deportasi kali ini sebanyak 125 orang. Terdiri dari 90 laki-laki dewasa, 28 perempuan dewasa, lima anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Ratusan deportan ini dipulangkankan lantaran keberadaan selama di Sabah, Malaysia, secara ilegal sebanyak 62 orang, over stay 16 orang, kasus penyalagunaan narkoba 44 orang, dan kasus kriminal lainya tiga orang.

Sebelum dipulangkan, BMI yang yang tersandung berbagai masalah itu telah menyelesaikan masa hukumannya di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau, Malaysia, sebelum dipulangkan.

“Masih didominasi dengan kasus ilegal. Kali ini penyalagunaan narkotika juga begitu banyak,” ucap kepada Radar Nunukan, Kamis (6/9).

Sementara itu, Kasi Perlindungan, Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Arbain menjelaskan, BMI yang dipulangkan dari Tawau bakal ditampung sementara. Setelah itu dilakukan pendataan. Bagi BMI yang ingin kembali ke kampung halaman difasilitasi BP3TKI Nunukan.

Begitu juga yang ingin kembali bekerja ke Malaysia harus mengurus dokumen melalui Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) atau poros perbatasan. Selain itu juga didata bagi yang ingin bekerja di Nunukan. “Namun bagi BMI yang tersandung kasus narkoba dan kriminal lainnya harus pulang kampung. Dikarenakan, tidak dapat kembali ke Malaysia dengan alasan di-blacklist,” bebernya.

Dayat (34), salah seorang deportan memilih kembali ke Tawau untuk bekerja. Sebab, jika harus kembali ke kampung halamannya ia tidak memiliki pekerjaan. “Mau kembali. Mau urus surat (paspor) dulu di sini,” katanya.

Berbeda dengan Dafid yang harus pulang kampung ke kampung halamannya di Kendari. Ia dideportasi lantaran tersangdung kasus penyalagunaan narkotika. Ia mengaku mengomsumsi barang haram tersebut untuk bekerja. “Mau pulang saja karena tidak bisa kembali ke tempat kerja (Tawau),” ungkapnya. (akz/ash)

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:35

Ekspor Rokok ke Filipina Berjalan Mulus

NUNUKAN – Perdagangan ekspor rokok dari Nunukan ke Tawi-Tawi berjalan mulus. Bahkan aktivitas…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:33

Warga Pesisir Diterpa Isu Reklamasi

NUNUKAN – Warga pesisir di rukun tetangga (RT) 12, Kelurahan Nunukan Timur kembali resah. Informasi…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:15

Tembakau Gorilla Jadi Target Polisi

NUNUKAN – Tembakau bermerek Gorilla yang mengandung 5-flouro ADB atau ganja sintesis diduga mulai…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:32

ASN Wajib Pakai Gas 12 Kg

NUNUKAN – Aparatur sipil negara (ASN) di perbatasan yang sampai saat ini menggunakan liquefied…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:01

Pemerintah Tunggu Salinan Putusan PTUN

NUNUKAN – Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Muhammad…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:59

Penanganan Anjing Liar Tunggu Perbup

NUNUKAN – Anjing liar yang sering menggangu pengguna jalan sampai saat ini belum juga tertangani.…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:44

Data Warga Miskin Belum Akurat

NUNUKAN – Pemuktahiran data terpadu, khususnya data warga miskin yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos)…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:26

Sebulan, Kasus Pencurian dan Pencabulan Mendominasi

NUNUKAN – Sepanjang bulan September lalu, kasus pencurian mendominasi tindak kriminalitas di Nunukan.…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:38

Karena Ini, Pedagang Lintas Batas Gelisah

NUNUKAN – Penangkapan oleh lintas instansi terhadap produk asal Malaysia di perbatasan Nunukan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:09

Empat Kurir Sabu Dituntut 18 Tahun

NUNUKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menuntut empat orang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .