MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 06 September 2018 12:28
Dolar Melambung, Peluang Pengekspor

Rem Belanja Produk Luar Negeri

ILUSTRASI DOLAR. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin tinggi, tembus Rp 15 ribu per USD. Hal ini berpengaruh pada kondisi perekonomian di Bumi Paguntaka. Sebab saat ini bahan-bahan konstruksi masih banyak yang di impor dari luar negeri. Namun hal ini juga bisa dimanfaatkan bagi para pengekspor.

Berdasarkan hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan, saat ini mengalami inflasi sebesar 0,62 persen. Yang menjadi penyumbang tertinggi yakni kenaikan harga bahan konstruksi seperti seng dan lainnya. Kenaikan ini di luar prediksi. Sebab sebelum-sebelumnya, inflasi banyak dipengaruhi fluktuatifnya harga sembako dan tiket pesawat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, Imam Sudarmadji mengatakan, selama ini yang diprediksi untuk penyumbang terbesar inflasi yakni bahan makanan seperti daging, bumbu dan untuk khusus hari raya biasanya harga pesawat. Tetapi saat ini fenomena konstruksi yang lebih besar.

 “Karena pasti akan ada kenaikan harga. Apalagi banyak yang diimpor dari luar, terlebih di Tarakan hampir semua komoditas didatangkan dari luar. Informasi yang saya dapatkan, saat ini avtur pesawat juga sudah naik. Bisa jadi membuat inflasi, walau naiknya tidak signifikan,” jelasnya.

Dengan adanya kurs dolar yang naik, tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Karena nantinya, harga-harga produk akan naik, khususnya pada barang impor. BPS Tarakan berharap, pemerintah bisa mengendalikan, agar nilai kurs kembali ke normal  yakni Rp 14 ribu per USD.

“Dengan begitu, pengeluaran akan menjadi bertambah, apalagi jika menggunakan barang-barang dari luar. Dampak lainnya juga akan berpengaruh pada pedagang atau pengusaha. Tentu pengusaha juga perlu keuntungan, sehingga akan menaikkan harga barang,” jelasnya.

Dengan kenaikan harga barang, komponen-komponen dalam ekspor dan impor akan berimbas dengan naiknya harga. Termasuk pada harga tiket pesawat, karena avtur yang juga naik, otomatis sangat berpengaruh.

Sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk menekan terlebih dahulu pembelian barang dari luar. Lebih baik menggunakan barang-barang domestic, atau menghemat dengan menunggu kurs dolar turun.  “Memang harus seperti itu, takutnya jika naik lagi bisa berdampak cukup besar untuk kita sendiri,” ungkapnya.

Di wilayah perbatasan, pelemahan Rupiah juga berpengaruh.Utamanya di sektor perdagangan. Sebab, harga barang asal Tawau, Malaysia yang masih banyak dikonsumsi masyarakat Nunukan mengalami kenaikan harga.

“Kalau Dolar naik, Ringgit Malaysia (RM) juga naik. Sekarang tukaran itu sudah Rp 3.600 per RM 1. Jadi, barang juga ikut naik,” kata Ardi, salah seorang vallas keliling yang ditemui media ini kemarin di Jalan Pelabuhan Baru Nunukan.

Ia mengatakan, jatuhnya Rupiah ini ada sisi negatif dan positifnya. Karena, lemahnya Rupiah  membuat penghasilan mereka bertambah. Artinya, kalau memiliki mata uang Malaysia, segera di jual ke Rupiah karena lebih mahal. “Tapi, untuk harga barang tetap naik. Karena belinya masih pakai Ringgit Malaysia,” jelasnya.

Di sisi lain, jatuhnya Rupiah terhadap mata uang Dollar AS ini justru memberikan dampak positif terhadap usaha yang selama ini di ekspor. Seperti, rumput laut. Sebab, harga jualnya mengalami kenaikan. Hingga saat ini mencapai Rp 18.700 per kilogram (kg).

“Dollar naik, harga rumput laut naik. Jadi, semua barang ekspor ikut naik. Pembudidaya rumput kini tersenyum,” kata Ketua Koperasi Serba Usaha Mamolo Sejahtera, Kamaruddin saat dikonfirmasi media ini kemarin.

Ia mengatakan, naiknya harga rumput laut ini memberikan semangat bagi para pelaku usaha rumput laut di Kabupaten Nunukan. Produksinya meningkat. Hanya saja, proses pengiriman yang membuat sedikit was-was. “Semoga saja transportasi pengiriman rumput laut ke Makassar dan Surbaya tidak terganggu. Karena, produksi sekarang meningkat,” ujarnya.  

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap naiknya kurs Dolar ke rupiah, sebagian pengusaha ekspor dapat memanfaatkan kondisi ini untuk bisa meraih devisa sebanyak-banyaknya.

 “Kalau barang impor pasti berimbas, berdampak pengaruh Dolar ini. Tapi kalau barang yang tidak berbau impor, pastinya tidak berdampak,” terang Romli selaku Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan Perdagangan di Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Tarakan.

Ia mengatakan, sejauh ini rata-rata perusahaan-perusahaan mengimpor peralatan-peralatan. Sementara bahan baku lainnya seperti komoditi atau bahan pangan rata-rata produk Indonesia.

“Kalau bahan pangan tidak banyak diimpor. Kalau impor kan harus melalui pelabuhan resmi. Kalau barang impor yang beredar kan terkadang ilegal dan tidak termasuk dalam komponen impor,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Utara, Abdul Khair menerangkan dari segi ekspor sebenarnya menguntungkan. Apalagi di Kalimantan Utara, khususnya Tarakan pengusaha-pengusaha banyak bergerak di sektor perikanan atau bidang industri. Dalam hal ini, seharusnya nilai jual hasil perikanan untuk ekspor lebih tinggi.

“Kalau ekspor sebenarnya menguntungkan. Kita banyak bergerak di sektor perikanan, seharusnya harga udang dinaikkan bukan diturunkan. Nilai rupiah kalau ditukar ke Dolar kan lebih tinggi, jadi kalau ekspor menguntungkan,” katanya.

Jika dilihat secara umum, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar berdampak besar. Sedangkan untuk perusahaan-perusahaan biasanya berdampak pada biaya produksi yang bertambah.

“Sebelumnya Rp 9 ribu, sekarang sudah hampir Rp 15 ribu nilai tukar Dolar itu. Secara nasional pasti dampaknya terlihat besar, kalau untuk perusahaan biaya produksi, biasanya biaya angkutan ikut naik,” tutupnya.

 

Terpisah , Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia(BI) Kaltara, Hendik Sudaryanto mengatakan, kondisi saat ini, perlu adanya dukungan untuk peningkatan ekspor di daerah sehingga menambah devisa serta upaya peningkatan devisa lainya melalui pariwisata yang dapat mendatang wisatawan asing.

“Secara umum kondisi Kaltara apabila dilihat dari indikator makro masih bagus, pertumbuhan ekonomi dan inflasi yg terjaga didukung intermedia bank yang baik. Ekspor Kaltara yang didominasi bahan baku udang, sawit, batu bara dapat meningkatkan nilai ekspor dan industri yang ada di tarakan relatif komponen impornya kecil,” tuturnya, Rabu (5/9).

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Jumat (31/8) menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk mengawal secara ketat stabilitas nilai tukar Rupiah. Untuk itu, serangkaian langkah stabilisasi telah ditempuh Bank Indonesia.

“Pertama, meningkatkan volume intervensi di pasar valas; kedua, melakukan pembelian SBN di pasar sekunder, ketiga, membuka lelang FX Swap, dengan target lelang pada hari ini (31/8) 400 juta dolar AS, dan keempat, senantiasa membuka windows swap hedging,” tuturnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga senantiasa meningkatkan koordinasi dengan pemerintah termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan bahwa stabilitas nilai tukar dan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

“Bank Indonesia meyakini bahwa kondisi perekonomian Indonesia tetap kuat dan berdaya tahan. Beberapa indikator perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan tersebut, seperti pertumbuhan ekonomi yang tumbuh cukup baik, dan inflasi yang rendah serta terjaga,” ujarnya,

Berdasarkan pemantauan harga sampai dengan pekan ke V Agustus 2018, IHK diperkirakan -0,06% month to month (mtm), atau secara year to date (ytd) mengalami inflasi sebesar 2,12% (ytd), dan secara tahunan 3,19% year of year (yoy).

Kondisi stabilitas sistem keuangan juga terjaga sebagaimana ditunjukkan oleh intermediasi yang kuat. Namun demikian, Bank Indonesia juga senantiasa mewaspadai berbagai risiko yang mungkin timbul di tengah ketidakpastian global sebagaimana yang terjadi pada Turki dan Argentina.

“Dengan dukungan kebijakan baik moneter, stabilitas sistem keuangan maupun fiskal yang berhati-hati (prudent), serta komitmen Pemerintah yang kuat khususnya dalam mengurangi defisit transaksi berjalan, Bank Indonesia meyakini ketahanan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Bank Indonesia memperkirakan hingga akhir tahun defisit transaksi berjalan dapat mengarah pada 2,5 persen dari PDB pada tahun 2018, dan 2 persen dari PDB pada tahun 2019, khususnya didukung oleh beberapa kebijakan Pemerintah antara lain melalui kebijakan B20 yang diperkirakan dapat menurunkan defisit hingga USD2,2 miliar, penguatan sektor pariwisata, penundaan beberapa proyek Pemerintah, dan peningkatan ekspor sekitar USD 9 sampai dengan Rp 10 miliar pada tahun depan. (*/naa/*/one/jnr/oya/nri)

Judsm: Dolar Melambung, Peluang Pengekspor

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…

Selasa, 15 Januari 2019 14:01

Merasa Cukup dengan Langganan Carteran

Ojek pangkalan (opal) menjadi salah satu alternatif transportasi masyarakat. Juga…

Selasa, 15 Januari 2019 13:58

Keluarga Korban Menagih Janji Polisi

TARAKAN - Kesedihan masih bergelayut di kediaman almarhumah Rahma (77)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:27

Dua Pekan, Tujuh Pelaku Kejahatan Dibekuk

TARAKAN – Kinerja Satreskrim Polres Tarakan patut diacungi jempol. Dua…

Selasa, 15 Januari 2019 13:25

Millennial Road Safety, Upaya Kepolisian Tekan Angka Lakalantas

TARAKAN – Tinggi angka kecelakaan lalu lintas khususnya di Tarakan,…

Selasa, 15 Januari 2019 13:13

Dibutuhkan Relawan Demokrasi

MASIH ada segelintir masyarakat yang belum mengetahui adanya Pemilu 2019.…

Selasa, 15 Januari 2019 13:11

Jalan Utama Sempit Dilewati

TARAKAN – Infrastruktur jalan selalu saja disoroti warga. Bagaimana tidak,…

Senin, 14 Januari 2019 15:28

“Kenaikan Harga Masih Batas Normal”

TARAKAN – Tarif pesawat yang melambung, satu persatu akan turun…

Senin, 14 Januari 2019 15:26

Darurat, Setop Gunakan Kantong Plastik

TARAKAN – Persoalan penggunaan plastik masih tinggi di Bumi Paguntaka.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*