MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 30 Agustus 2018 14:55
Insentif Rendah, Pemkab Lakukan Kajian
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Minimnya tenaga kesehatan khususnya dokter di perbatasan, disinyalir karena insentif yang rendah. Tidak sebanding dengan pengeluaran atau kebutuhan saat bertugas, terutama di daerah-daerah pedalaman.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku akan melakukan kajian untuk menentukan besaran insentif dokter kontrak untuk wilayah Kabupaten Nunukan.

“Soal insentif yang kecil dokter itu akan kami lakukan kajian lagi dengan melihat kemampuan keuangan yang dimiliki pemerintah saat ini,” kata Serfianus, kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Ia mengaku belum mendapatkan laporan soal berapa jumlah dokter yang dibutuhkan Kabupaten Nunukan ini. Khususnya dokter umum dan dokter spesialis. Sehingga dia belum dapat berkomentar banyak.

Namun, yang pasti untuk bidang kesehatan ini, merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah selain pendidikan dan desa. “Saya belum mendapat laporan berapa kekurangan dokter umum saat ini,” ujarnya

Menurutnya, alasan dokter dari luar tidak ingin masuk ke perbatasan lantaran insentif rendah merupakan hal yang wajar saja. Karena berkaitan dengan pemasukan mereka dan kebutuhan hidup. Apa lagi di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan ini. Khususnya yang bertugas di wilayah terpencil.

 “Di setiap Puskesmas itu kebutuhan dokter sudah ada standarnya. Karena tidak hanya dokter umum saja. Tapi juga ada dokter anak dan dokter spesialis lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebelum menentukan kembali insentif dokter yang ada, pihaknya ingin kembali mengetahui kebutuhan riil dan keberadaan dokter yang tersedia saat ini. Sehingga, dalam penentuannya nanti ada dasar dan dapat dihitung dengan jelas.

 “Jangan sampai kebutuhan sudah cukup tapi kembali diisi lagi. Itukan tidak efesien namanya. Dinas kesehatan dan rumah sakit  akan diminta untuk menyampaikan data itu,” ujarnya.

Selama ini pola perekrutan yang dilakukan itu melalui seleksi pegawai negeri dan mendapatkan formasi khusus dari kementerian. Tapi, jumlahnya juga tidak banyak. Apa lagi untuk tenaga dokter umum.

“Dengan kondisi anggaran yang saat ini tidak stabil, pengeluaran juga harus bijaksana dan sesuai dengan kebutuhan yang nyata juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Nunukan dr. Budi Azis menyarankan agar pemerintah daerah lebih memikirkan insentif dokter konrtrak yang selama ini bertugas di Nunukan. Sebab, yang berstatus ASN telah memiliki gaji dan tunjangan yang lebih dari cukup. Sehingga, tidak semua dokter.

“Insentif kelangkaan proses itu diberikan. Lalu, ada beberapa kemudahan yang dapat diberikan pemerintah, seperti menjadi ASN, kemudahan mendapatkan peluang untuk melanjutkan sekolah spesialis,” ungkapnya.

Sehingga, dengan kemudahan seperti itu diharapkan dapat menarik dan mengatasi kelangkaan dokter yang terjadi di Kabupaten Nunukan. Dokter dari daerah lain akhirnya dapat mengabdi di Kabupaten Nunukan.

“Sebenarnya bukan masalah gaji saja. Melainkan penghargaan yang pantas buat teman-teman dokter yang sudah tulus ikhlas mengabdi di daerah terpencil dan pelosok di wilayah Nunukan,” pungkasnya. (oya/nri)  

Judsm: Insentif Renda, Pemkab Lakukan Kajian

 

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:22

Ingin Proyek, Ikuti Aturan yang Berlaku

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura telah menegaskan kepada…

Jumat, 19 Juli 2019 09:18

Berdayakan Masyarakat untuk Keamanan, Poskamling Ditambah

NUNUKAN – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105…

Jumat, 19 Juli 2019 09:16

Warga Desa Harus Tanggap Bencana

NUNUKAN – Dalam menghadapi bencana secara sigap yang sewaktu-waktu bisa…

Jumat, 19 Juli 2019 09:14

Kemenhub RI Beri Bantuan Satu Unit Kapal Pelra

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menerima bantuan satu unit…

Kamis, 18 Juli 2019 10:28

Tiga Tersangka Pengusaha Kayu ‘Dipulangkan’

NUNUKAN – Tiga tersangka pengusaha kayu N (51), RH (56),…

Kamis, 18 Juli 2019 10:15

Nyaris Lolos di Jalur Legal

NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan terpaksa membatalkan rencana keberangkatakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:14

Kurir Sabu Tujuan Palu Dibekuk

NUNUKAN – Seorang terduga kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu…

Kamis, 18 Juli 2019 10:13

Tangkapan Barang Bekas Dilimpahkan ke Bea Cukai

NUNUKAN – Barang bekas yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia…

Kamis, 18 Juli 2019 10:12

Kades Terduga Pemilik Ijazah Palsu Digugurkan

NUNUKAN - Seorang calon Kepala Desa (Kades) asal Sebatik berinisial…

Rabu, 17 Juli 2019 09:27

Kayunya Diamankan, Warga Protes, KLHK Jangan Tebang Pilih!

NUNUKAN – Puluhan warga mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*