MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 28 Agustus 2018 14:58
Rekomendasi Masih Berproses
BELUM DIKELUARKAN: Pengelola transportasi online masih menunggu surat rekomendasi dari Wali Kota Tarakan sebagai syarat mengajukan izin. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pengoperasian transportasi online hingga kini masih menunggu kejelasan izin. Sebab surat rekomendasi yang dijadikan salah satu syarat saat mengajukan izin dari Wali Kota Tarakan belum dikeluarkan pemerintah.

Wali Kota Tarakan, Sofian Raga mengatakan surat rekomendasi masih berproses pihak transportasi online harus bersabar untuk menunggu dikeluarkannya rekomendasi.  “Masih terus berproses,” ujarnya singkat.

Sementara itu,  Ketua Koperasi Borneo Pratama Jaya Mandiri, Badan Hukum transportasi online Grab, Indra Wahyudi mengatakan perizinan saat ini sedang menunggu tahapan diterbitkan rekomendasi oleh Pemerintah Kota Tarakan, mengingat tahapan yang telah dilalui cukup panjang  dan memakan biaya yang tidak sedikit, maka pihaknya berharap dalam pekan ini bisa selesai.

“Kami yakin pemerintah akan objektif, tidak memberikan perlakuan berbeda kepada pelaku usaha dan akan menyerap aspirasi masyarakatnya perihal adanya keinginan hadirnya transaportasi umum yang lebih baik,” tuturnya.

Namun jika belum ada kejelasan arah perizinan, sebagai negara hukum dan warga negara yang taat aturan, dengan menggunakan saluran yang konstutisional maka kemungkinan opsi langkah hukum akan  pihaknya ambil.

Karena dari rekomendasi dari wali kota itu digunakan untuk melanjutkan proses perizinan. Setelah rekomendasi didapatkan, maka akan digunakan untuk membuat tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) dan melakukan uji kir.

“Setelah itu semua selesai, maka bisa dilanjutkan proses ke Provinsi Kaltara. Kalau dalam minggu ini surat itu belum keluar, kami akan mengambil langkah hukum. Semua sudah kami persiapkan,” tuturnya.

Dikatakannya, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan komunikasi dengan kuasa hukumnya. Karena sampai saat ini masih belum ada kejelasan dari pemerintah untuk mengeluarkan surat rekomendasi.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara (Kaltara), Topan mengungkapkan untuk kuota kendaraan online hanya diberikan 191 unit setelah dilakukan perhitungan teknis oleh setiap instansi yang ada. Nantinya akan dilakukan pembagian untuk lima kabupaten dan kuota.

Sesuai dengan peraturan dari Menteri melalui PM nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek telah dibahas batas tertinggi dan terendah yang diatur per wilayah.

Jadi masalah kuota merupakan bagian yang harus didahulukan dan dihitung, pihaknya sudah menghitung melalui beberapa metode. Untuk Perda-nya juga sudah diusahkan dari DPRD, tetapi masih akan dikonsultasikan ke kementerian dan masih dalam proses registrasi nomor.

“Semua ada urutannya, karena masih diurus jadi masih ditunggu dahulu,” katanya.

Pembagian juga sudah dibuat dan dibagi, masing-masing daerah pastinya akan berbeda tergantung dari kebutuhannya dan rata-ratanya. Nanti akan dilihat kembali perkembangannya khususnya dari keinginan masyarakat. Topan mengatakan dari pihak kendaraan online telah memberikan semua syarat yang sesuai dengan PM 108 tahun 2018. Tetapi untuk proses beroperasinya transportasi online tidak gampang, karena terkait dengan keselamatan penumpang.

“Jadi tidak boleh diambil sembarangan karena takut pengemudinya atau apapun tidak sesuai dan cakap. Jadi diambil surat izin mengemudi (SIM) yang umum khusus untuk pengemudi mobil,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Hamid Amren menambahkan masalah transportasi online ini merupakan kewenangan Provinsi Kalimantan Utara. Pembagian kuota untuk kabupaten dan juga kota dilakukan oleh Provinsi Kaltara.

“Surat Keputusan dari Provinsi Kaltara belum kami terima, jadi untuk pembagian kuota untuk Tarakan belum kam ketahui,” pungkasnya. (*/naa/nri)

Jdusm: Rekomendasi Masih Berproses

 

 


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:56

PPPK Menanti Kebijakan Pemimpin Baru

TARAKAN - Pemerintah pusat kembali mengeluarkan pernyataan bakal membuka lagi…

Senin, 10 Desember 2018 09:55

Dari Sepeda Mengenal Negara Lain dan Banyak Komunitas

Olahraga dapat menjadi hobi yang sehat bagi penikmatnya. Selain sehat…

Senin, 10 Desember 2018 09:53

Saling Susul di Rute Sepanjang 26 Km

TARAKAN - Sebanyak 180 goweser ikut berpartisipasi dalam Jambore Sepeda,…

Senin, 10 Desember 2018 09:52

Masih Ada Pengundian Sekali Lagi

TARAKAN - Surat kabar harian (SKH) Radar Tarakan dan Sinar…

Senin, 10 Desember 2018 09:50

Pengusaha Bertarung dengan Upah Tinggi

BESARNYA ketentuan upah di Kota Tarakan membuat para pengusaha harus…

Senin, 10 Desember 2018 09:30

Ada Sekolah, Tak Ada Jalan Utama

TARAKAN - Ketua RT 66, Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan,…

Senin, 10 Desember 2018 09:04

Barat dan Utara Rawan Longsor

TARAKAN – Masyarakat patut waspada seiring intensitas hujan yang tinggi.…

Senin, 10 Desember 2018 09:01

HUT, Tetap Mengundang Artis

TARAKAN – Hari Ulang Tahun ke-21 Kota Tarakan yang jatuh…

Senin, 10 Desember 2018 08:59

Jarak Pandang Terbatas, Speedboat Kandas

CUACA buruk juga berdampak pada pelayaran, kemarin (7/12). Sebuah speedboat…

Senin, 10 Desember 2018 08:57

Tidak Melapor atau Terlambat Bayar, Sanksi Menanti

TARAKAN – Pencapaian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .