MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 28 Agustus 2018 14:58
Rekomendasi Masih Berproses
BELUM DIKELUARKAN: Pengelola transportasi online masih menunggu surat rekomendasi dari Wali Kota Tarakan sebagai syarat mengajukan izin. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pengoperasian transportasi online hingga kini masih menunggu kejelasan izin. Sebab surat rekomendasi yang dijadikan salah satu syarat saat mengajukan izin dari Wali Kota Tarakan belum dikeluarkan pemerintah.

Wali Kota Tarakan, Sofian Raga mengatakan surat rekomendasi masih berproses pihak transportasi online harus bersabar untuk menunggu dikeluarkannya rekomendasi.  “Masih terus berproses,” ujarnya singkat.

Sementara itu,  Ketua Koperasi Borneo Pratama Jaya Mandiri, Badan Hukum transportasi online Grab, Indra Wahyudi mengatakan perizinan saat ini sedang menunggu tahapan diterbitkan rekomendasi oleh Pemerintah Kota Tarakan, mengingat tahapan yang telah dilalui cukup panjang  dan memakan biaya yang tidak sedikit, maka pihaknya berharap dalam pekan ini bisa selesai.

“Kami yakin pemerintah akan objektif, tidak memberikan perlakuan berbeda kepada pelaku usaha dan akan menyerap aspirasi masyarakatnya perihal adanya keinginan hadirnya transaportasi umum yang lebih baik,” tuturnya.

Namun jika belum ada kejelasan arah perizinan, sebagai negara hukum dan warga negara yang taat aturan, dengan menggunakan saluran yang konstutisional maka kemungkinan opsi langkah hukum akan  pihaknya ambil.

Karena dari rekomendasi dari wali kota itu digunakan untuk melanjutkan proses perizinan. Setelah rekomendasi didapatkan, maka akan digunakan untuk membuat tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) dan melakukan uji kir.

“Setelah itu semua selesai, maka bisa dilanjutkan proses ke Provinsi Kaltara. Kalau dalam minggu ini surat itu belum keluar, kami akan mengambil langkah hukum. Semua sudah kami persiapkan,” tuturnya.

Dikatakannya, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan komunikasi dengan kuasa hukumnya. Karena sampai saat ini masih belum ada kejelasan dari pemerintah untuk mengeluarkan surat rekomendasi.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara (Kaltara), Topan mengungkapkan untuk kuota kendaraan online hanya diberikan 191 unit setelah dilakukan perhitungan teknis oleh setiap instansi yang ada. Nantinya akan dilakukan pembagian untuk lima kabupaten dan kuota.

Sesuai dengan peraturan dari Menteri melalui PM nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek telah dibahas batas tertinggi dan terendah yang diatur per wilayah.

Jadi masalah kuota merupakan bagian yang harus didahulukan dan dihitung, pihaknya sudah menghitung melalui beberapa metode. Untuk Perda-nya juga sudah diusahkan dari DPRD, tetapi masih akan dikonsultasikan ke kementerian dan masih dalam proses registrasi nomor.

“Semua ada urutannya, karena masih diurus jadi masih ditunggu dahulu,” katanya.

Pembagian juga sudah dibuat dan dibagi, masing-masing daerah pastinya akan berbeda tergantung dari kebutuhannya dan rata-ratanya. Nanti akan dilihat kembali perkembangannya khususnya dari keinginan masyarakat. Topan mengatakan dari pihak kendaraan online telah memberikan semua syarat yang sesuai dengan PM 108 tahun 2018. Tetapi untuk proses beroperasinya transportasi online tidak gampang, karena terkait dengan keselamatan penumpang.

“Jadi tidak boleh diambil sembarangan karena takut pengemudinya atau apapun tidak sesuai dan cakap. Jadi diambil surat izin mengemudi (SIM) yang umum khusus untuk pengemudi mobil,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Hamid Amren menambahkan masalah transportasi online ini merupakan kewenangan Provinsi Kalimantan Utara. Pembagian kuota untuk kabupaten dan juga kota dilakukan oleh Provinsi Kaltara.

“Surat Keputusan dari Provinsi Kaltara belum kami terima, jadi untuk pembagian kuota untuk Tarakan belum kam ketahui,” pungkasnya. (*/naa/nri)

Jdusm: Rekomendasi Masih Berproses

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:29

Jargas dan BBM Satu Harga, Jika Kurang, Ini Kata Menteri Jonan

TARAKAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:26

Lima Sampel Diamankan dari Lokasi Kejadian

TARAKAN - Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan lansung melakukan olah…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:25

Polres Kembalikan Rp 1,1 Miliar Anggaran Pengamanan

TARAKAN – Menghadapi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Polres Tarakan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:58

Dituntut Penjara Seumur Hidup

TARAKAN – Setelah beberapa kali tidak mengikuti persidangan, akhirnya Lukman…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:56

Impikan Jalan Mulus

TARAKAN – Minimnya drainase atau tidak memadai debit air, luapan…

Sabtu, 16 Februari 2019 00:14

Pertamina Realisasikan Titik ke-7 BBM Satu Harga di Kaltara

TARAKAN – Progres yang menggembirakan bagi warga Desa Long Ampung…

Jumat, 15 Februari 2019 15:32

Rumah DP Nol Sudah Oke

TARAKAN – Wali Kota Tarakan terpilih dr. Khairul tampaknya tak…

Jumat, 15 Februari 2019 15:29

Penyebab Kebakaran Diduga dari Dapur

TARAKAN - Sebanyak 7 rumah yang diketahui terdiri dari indekos,…

Jumat, 15 Februari 2019 15:25

Gubernur Minta Komisi II Kawal Kebutuhan PNS

TARAKAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…

Jumat, 15 Februari 2019 14:50

Kirim Logistik, Carter Pesawat

TARAKAN – Pemilihan Umum 2019 tak lama lagi. Namun berbagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*