MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52
Dua Parpol Ditegur Bawaslu
ILUSTRASI. INT

PROKAL.CO, NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan. Bakal calon legislatif (bacaleg) parpol tersebut diduga melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 23/2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

Gazalba dalam laporannya dengan nomor 03/LP/LP/Kab/24.05/VIII/2018 setelah dilakukan pleno laporan dinyatakan memenuhi persyaratan. Dua bacaleg dari Partai Demokrat dan Partai Hanura pun ditegur.

Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan pada Bawaslu Nunukan Abdul Rahman menyampaikan, dua bacaleg melakukan kampanye di media sosial (medsos). Sehingga, laporan tersebut ditindaklanjuti. Hasilnya, memenuhi syarat formal dan material seperti pihak yang melaporkan, waktu pelaporan. (lihat grafis)

Sesuai dengan aturan yang ada, dua bacaleg melanggar PKPU 23/2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum. Di mana, pada pasal 25 dijelaskan parpol yang ditetapkan sebagai peserta pemilu dilarang melakukan kampanye sebelum waktu yang ditentukan.

“Sesuai dengan laporan yang masuk, kemudian kami tindaklanjuti. Diputuskan ada dua parpol yang melakukan pelanggaran sehingga ditegur Bawaslu,” ujar Rahman, Senin (20/8).

Dijelaskan, Bawaslu langsung menegur ke parpol, agar mengingatkan kadernya untuk tidak curi start kampanye.  Alhasil, dua parpol dikenai sanksi berupa teguran dari Bawaslu Nunukan karena dinilai melanggar Pasal 74. Selain itu, surat teguran yang dilayangkan ke parpol memerintahkan agar posting melalui akun pribadi dihapus. “Hasil pantauan sudah dihapus. Bahkan, sebelum ditegur sudah dilakukan,” bebernya.

Diungkapkan, dua bacaleg masuk kategori kampanye di medsos lantaran menampilkan logo partai, dengan nomor urut. Padahal, saat ini belum memasuki waktu kampanye. Belum lagi penetapan daftar calon tetap (DCT) diumumkan.

Selain menunggu laporan masyarakat, Bawaslu Nunukan juga melakukan pantauan di medsos. Ditemukan parpol melakukan kampanye umumnya dari dua parpol tersebut. Ia menegaskan untuk penggunaan akun medsos sesuai aturan sebanyak 10 akun yang dapat digunakan. “Ada banyak dari pengawasan, dari partai itu saja,” bebernya.

 

BERKURANG 695 PEMILIH

Jumlah Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) di Kota Tarakan mencapai 140.572 pemilih. Setelah dilakukan verifikasi, Komisi Pemilihan (KPU) akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 139.877 pemilih. Atau berkurang 695 pemilih dari DPSHP.

Kepada Radar Tarakan, Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo mengatakan bahwa kekurangan jumlah pemilih dari DPSHP ke DPT terjadi karena terjadinya kegandaan berkas dan perintah dari KPU RI, yakni untuk penghuni lapas yang bukan berdomisili di Karang Balik, wajib dihapuskan dalam DPT dan diplotkan ke dalam DPTB. “Tapi teknis mengenai DPTB untuk lapas sebenarnya kami masih menunggu petunjuk teknis dari KPU RI, “ bebernya.

Sesuai dengan tahapan, usai DPSHP diumumkan kepada masyarakat, KPU kembali melakukan pencermatan terhadap data ganda. “Sesuai jadwalnya tanggal 15 sampai 21 Agustus 2018, KPU tingkat kabupaten/kota wajib menetapkan DPT Pileg 2019,” ucapnya.

Melalui hal tersebut, Teguh menjelaskan bahwa jumlah DPT Kota Tarakan mencapai 139.877 pemilih. Sementara itu, masyarakat yang tidak masuk di dalam DPT, namun akan melakukan pemilihan legislatif 2019, wajib menggunakan Kartu Tanda Penduduk Elektrik (E-KTP). Sementara itu, bagi masyarakat yang memiliki E-KTP yang berasal dari luar Tarakan namun berdomisili Tarakan, secara otomatis terdaftar di dalam DPT dengan keterangan domisili asal. “Itu nanti diakomodasikan di dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) untuk menggunakan hak pilihnya di Kota Tarakan, “ jelasnya.

Lanjut, pada 8 hingga 18 Maret 2019 mendatang, KPU akan melakukan pendataan terhadap masyarakat yang memiliki E-KTP dari luar namun berdomisili di Tarakan,untuk kemudian diplotkan ke dalam DPTB.

“Pemilih dalam DPTB yang sudah terdaftar  terdaftar di Tarakan, akan menggunakan hak pilih di Tarakan. Tapi hanya boleh menggunakan hak pilih di daerah satu dapil yang sesuai alamatnya,” imbuhnya. (akz/nri/*/shy/lim)

 

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*