MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 Agustus 2018 23:43
SUDAH TAK WAJAR..!! Harga Ayam Potong di Tarakan
KEADAAN PETERNAKAN AYAM: Seorang peternak ayam menunjukkan penampungan bibit ayam, Senin (20/8). Foto: Lisawan / Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar masih saja berpolemik. Berkaca dari Hari Raya Idulfitri lalu, harga ayam bahkan tembus di angka Rp 70 ribu per kilogram.

Salah seorang peternak ayam di Kampung Empat H. Sugito (45) menerangkan peternak ayam terbagi menjadi dua, yakni plasma atau pola kemitraan yang dimodali inti, dan peternak mandiri atau usaha sendiri. Adapun harga ayam yang dijual plasma sudah dipatok inti sesuai dengan perjanjian kerja sama.

Adapun tahapan jual beli ini, dari plasma ke inti. Kemudian dari inti menjual ke pasaran. Berbeda dengan peternak mandiri, yang dapat menjual langsung ke pasaran. “Kami ini plasma, jual ke inti. Nanti dari inti jual ke pasar. Kami jual ke inti itu Rp 27 ribu per kilogram. Nah, berapa yang dijual inti ke pasar, kami tidak tahu, rahasia mereka,” terangnya saat ditemui di lokasi peternakan ayam.

Ia mengatakan masa panen tergantung dari stok ayam. Normalnya ayam siap panen 37 hari hingga 45 hari. Berbeda pula jika stok ayam melimpah, biasanya masa panen 50 hari hingga 55 hari, dan mencapai berat 2,5 kilogram hingga 3 kilogram.

Semakin lama pemeliharaan, membuat peternak waswas. Di samping biaya pakan yang mahal, juga ternak terancam sakit bahkan kematian. “Tergantung stok ayam, kalau banyak kan masa panen juga semakin lama. Pakannya mahal, harga pakan itu bisa Rp 438 ribu satu karung,” bebernya.

Ia mengatakan, harga biasanya dipengaruhi oleh ketersediaan ayam yang kurang, sementara permintaan masyarakat tinggi. Meski demikian, harga yang dipatok inti ke plasma tidak berpengaruh. Berbeda halnya dengan peternak mandiri yang langsung menjual ke pasar, dapat mengikuti harga pasaran. “Kalau kami jual ke inti tetap Rp 27 ribu, walaupun di luar banyak ayam. Kalau inti kan bisa naikkan Rp 2 ribu atau berapa. Nah di pasar bisa naikkan lagi sampai Rp 35 ribu, sampai Rp 45 ribu. Untung seribu saja sudah lumayan karena banyak,” bebernya.

Selama 17 tahun lamanya ia beternak ayam, peternakan seluas 20x18 meter ini dapat menampung sebanyak 2.200 hingga 2.500 ekor ayam. Adapun bibit atau DOC yang ia pelihara didatangkan dari Samarinda.

“Kami kerja sama dengan CV Ayam Mas. Kami sudah difasilitasi inti, mulai dari vaksin, nanti ada petugas yang datang karena ada kerja sama. Plasma tinggal mengelola,” jelasnya.

Ia mengatakan ketersediaan ayam tergantung dari DOC yang dipasok inti. Biasanya memakan waktu selama dua hingga tiga bulan setelah masa panen, baru diisi dengan DOC baru. “Penyebab lambatnya, mungkin pembibitan dari sana atau stoknya kurang. Jadi kami menunggu juga,” katanya.

Kepala Seksi Ketersediaan, Distribusi dan Kerawanan Pangan pada Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan Suwondo mengatakan, berat panen sangat berpengaruh terhadap harga di pasaran. Meski berat ayam baru mencapai 1,7 kilogram namun permintaan banyak, peternak pun terpaksa panen untuk memenuhi permintaan konsumen.

“Idulfitri kemarin kecil-kecil ayamnya. Jadi biasa yang membuat harganya mahal di pasar itu beratnya. Misalnya, karena kecil ukurannya yang biasanya 100 ekor mencapai 70 kg. Tapi karena kecil, beratnya hanya 50 kg,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/8).

Apabila berat ayam saat dipanen hanya 1,7 kilogram, ketersediaan ayam hanya mencapai 371 ton. Sementara kebutuhan konsumtif masyarakat Tarakan sebesar 461 ton, sehingga kekurangan stok sebanyak 90 ton. Belum lagi kematian ayam diperkirakan mencapai 20 persen. “Kami sempat pantau di lapangan, beratnya naik turun 2 kilogram. Logikanya kalau panen 2 kilogram, kemungkinan sudah tidak kurang lagi,” jelasnya.

Untuk menentukan harga eceran tertinggi (HET), ia mengatakan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan ditelaah lebih mendalam.

“Kalau kenaikannya tidak wajar, makanya mau dibuatkan pergub. Makanya harus betul-betul disesuaikan dengan yang ada di lapangan,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disdagkop) Kalimantan Utara Hartono menegaskan terdapat persetujuan dari distributor untuk tidak menaikkan harga ayam. Kesepakatan ini dalam bentuk surat pernyataan, yang mana harga ayam maksimal ditetapkan Rp 45 ribu per kilogram.

“Kami sudah buatkan pernyataan dari distributor supaya tidak menaikkan harga,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga di batas kewajaran seperti menjelang Hari Raya Idulfitri hingga mencapai Rp 70 ribu per kilogram, dari Disdagkop Kaltara pun rutin melakukan pengawasan di lapangan. Dalam hal ini pun Disdagkop Kaltara terus berkoordinasi dengan Disdagkop Tarakan memantau harga di pasaran.

“Kami turun ke lapangan mengecek. Biasanya juga kalau kami ke lapangan, mereka turunkan harganya, tapi kalau tidak dipantau naik lagi. Yang sering naikkan harga itu pengecer, yang lepas dari pantuan kami. Tapi kalau dari distributor, turunkan harganya,” terang Hartono. (*/one/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…

Jumat, 18 Januari 2019 10:30

Konstruksi Hancur Digenangi Air

TARAKAN - Kerusakan jalan masih menjadi sorotan teratas bagi masyarakat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*