MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 Agustus 2018 16:56
TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM
BEBAS DIJUAL: Hingga saat ini pengecer BBM belum dapat dilakukan penindakan, karena dinilai membantu masyarakat. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini belum ada permintaan maupun laporan penindakan. Apa lagi keberadaan pengecer BBM dianggap membantu masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan, Abdul Kadir mengatakan, untuk pengecer BBM hingga saat ini belum dilakukan penindakan. Dari instansi terkait, Satpol PP tidak dapat melakukan penindakan tanpa ada laporan.

“Pengecer BBM sulit juga dilakukan penindakan, karena untuk pengawasan BBM dulu dilakukan oleh Distamben Nunukan. Namun sekarang telah dialihkan ke provinsi,” kata Abdul Kadir.

Menurutnya, Satpol PP Nunukan, akan melakukan penindakan jika instansi terkait tidak mampu menangani dan telah menyampaikan secara tertulis. Namun untuk saat ini, belum pernah ada surat yang masuk untuk dilakukan penindakan terhadap pengecer BBM.

Bahkan keberadaan penegcer BBM sangat membantu masyarakat. Sehingga sulit untuk dilakukan penindakan. Jika BBM habis di Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) tentu masyarakat akan membeli BBM di pengecer.

“APMS itu tidak selalu buka, terkadang buka dua hari dan tutup tiga hari. Nasib baik ada pengecer BBM. Sehingga masyarakat tidak sulit mencari BBM jika APMS tutup,” ujarnya.

Sementara itu,  Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang)  Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Muktar mengatakan, upaya yang telah dilakukan Pemkab Nunukan untuk mengatasi penjualan BBM eceran telah ada. Namun, penjulan BBM di pengecer tetap masih terjadi hingga saat ini.

“Pemkab Nunukan telah menyurati APMS yang ada, jangan ada yang menjual BBM ke pengecer,” kata Muktar.

Namun hal tersebut, tidak dapat terlaksana dengan baik. Karena masih banyak cara yang dilakukan oleh para pengecer untuk mendapatkan BBM di APMS. Adanya antre panjang di APMS, dipastikan bukan masyarakat umum melainkan pengecer.

“Selanjutnya akan diupayakan lagi, agar di APMS ini tidak bebas menjual BBM. Jadi perlu dilihat siapa yang sering mengambil BBM di APMS dan perlu dilakukan pendataan,” ujarnya. (nal/nri)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*