MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37
Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

Wajib Pajak Belum Siap Bertransaksi Non Tunai

MENYOAL ASET: Aset-aset milik Pemkot Tarakan disebut-sebut jadi biang menurunnya PAD Tarakan. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan Pajak (BRPP) Tarakan baru mencapai 30 persen. BRPP berasalan karena alih status sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepala BRPP Tarakan Mariyam mengungkap pencapaian baru sekira Rp 40 miliar dari target Rp 134 miliar. “Baru 30 persennya,” ujar Mariyam.

Memasuki triwulan ketiga ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan menilai pencapaian jauh dari harapan. Mariyam menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi kendala seperti pengalihan aset perikanan yang menurutnya sudah dikelola Pemprov Kaltara. Pun dengan Pelabuhan SDF Tengkayu I dan Bandara Juwata Tarakan. “Jadi banyaknya (kendala) itu karena regulasi,” katanya.

Memaksimalkan kantong parkir yang ada menurutnya masih terkendala. Khusus di titik seperti Taman Berlabuh yang ditangani langsung Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan. Kendala lain pada 163 ruko di Taman Hiburan Masyarakat (THM) yang merupakan milik pemerintah. Beberapa pihak yang menempati ruko-ruko di THM, kata Mariyam, cenderung tak mengindahkan untuk membayar retribusi kepada pemerintah.

Selain THM, pemerintah juga memiliki ruko yang terdapat di Pasar Tenguyun, Pasar Batu, Pasar Sebengkok, Gusher dan ruko sepanjang Jalan Gadjah Mada. Untuk itu, pihaknya tinggal mempertegas masyarakat yang menghuni ruko-ruko tersebut.

Sebelumnya, pembayaran retribusi selalu dilakukan oleh petugas pajak secara langsung. Namun sejak Januari 2018 lalu, sejak muncul ketentuan transaksi non tunai, penarikan pajak tidak diperkenankan dengan uang secara langsung. “Tapi ternyata kebijakan ini tidak diindahkan, maunya ditagih terus,” ungkapnya.

Menurut Mariyam, jika pembayaran retribusi tersebut dibayar dengan patuh tanpa tunggakan, maka PAD akan terkerek naik. Sebab jumlah ruko Tarakan saat ini yang terhitung banyak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan Adnan Hasan Galoeng mengatakan bahwa melewati satu semester pihaknya meminta penjelasan kepada BRPP.

“Banyak hal yang disampaikan berkaitan dengan penagihan wajib pajak, terkendala biaya untuk melakukan penagihan, penertiban reklame dan sebagainya. Ini yang menjadi catatan kami,” bebernya.

 

Menurut Adnan, hal tersebut merupakan bagian dari pendapatan yang mempengaruhi arus penerimaan Kota Tarakan dari segi finansial. Sebab penyelesaian masalah yang berhubungan dengan pendanaan akan sulit tanpa dukungan dari sumber pendapatan.

“Ini yang kami tindaklanjuti. Di mana kesimpulan pertemuan ini, apa yang mereka sampaikan kepada kami, akan kami sampaikan kepada kepala daerah,” katanya.

Untuk itu, meski memiliki waktu yang sempit, namun pihaknya tetap bersikap optimis untuk mencapai target Rp 134 miliar, misalnya dengan menggerakkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban.

“Kalau hanya mengharapkan kesadaran wajib pajak, itu berat,” tuturnya.

Disinggung soal aset ruko pemerintah yang selama ini belum ditertibkan, dikatakan Adnan bahwa hal ini belum maksimal digali, sehingga ini akan disampaikan kepada kepala daerah.

“Kami mendukung proses penagihan, jangan hanya meratapi. Kalau PAD lancer, kita tidak perlu bergantung pada bantuan provinsi atau pusat, kan ini bisa mengurai permasalahan di Tarakan, kalau itu bisa dimaksimalkan,” ucapnya.

Selanjutnya, pihaknya akan menyampaikan kepada kepala daerah yang kemudian disampaikan kepada TAPD untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah Tarakan. (*/shy/lim)

Alasan Aset Berpomelik, PAD Terjun

 


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .