MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35
Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?
DISIKAPI: Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin berdialog dengan Pimpinan Kerajaan Ubur-Ubur Aisyah (kiri), di Kelurahan Sayabulu, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (13/8). JPG

PROKAL.CO, TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat Bumi Benuanta untuk lebih cerdas menyikapi setiap ajaran agama, agar nantinya tidak masuk dalam ajaran menyimpang.

Ini menyusul kembali munculnya sebuah kelompok yang menamakan diri Kerajaan Ubur-Ubur yang diduga mempraktikkan ajaran menyimpang.

Ketua MUI Kaltara K.H. Zainuddin Dalilla mengatakan, belum ada informasi lebih lanjut soal kemungkinan keberadaan ajaran tersebut di Kaltara. “Hingga saat ini belum ada laporan terkait keberadaan Kerajaan Ubur-Ubur di Kaltara,” tuturnya, Rabu (15/8).

Namun bila nanti ada, MUI akan meminta meminta peranan seluruh ketua rukun tetangga (RT), ustaz dan masyarakat untuk melaporkan ke MUI. “Kami berhadap tidak ada, meskipun ada akan kami tindak, saya juga meminta agar masyarakat bila menemukan hal seperti ini, tidak main hakim sendiri,” ujarnya.

Dirinya mengakui ajaran menyimpang tersebut bisa ada di mana saja, sehingga masyarakat harus lebih mengetahui ciri-ciri ajaran yang menyimpang tersebut.

“Nabi Muhammad SAW sudah mengatakan bahwa dirinya akan meninggalkan dua pusaka besar untuk umatnya, dua pusaka itu adalah Alquran dan Hadis, jadi dua pedoman ini yang digunakan agar tidak terjerumus dengan aliran yang menyimpang,” ungkapnya.

Selain itu masyarakat juga harus memahami ciri-ciri ajaran menyimpang tersebut sudah tidak sama dengan Rukun Iman dan Rukun Islam. “Kalau sudah berbeda dengan Rukun Iman dan Rukun Islam, sudah bisa dipastikan itu ajaran menyimpang,” tuturnya.

Ciri lain ajaran menyimpang juga bisa dilihat dari ajarannya yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tidak dilakukan secara terbuka.

“Kalau ajaran benar, tidak perlu sembunyi-sembunyi, kalau sudah sembunyi-sembunyi bisa diindikasi ajaran menyimpang,” bebernya.

Kepala Kesbangpol Tarakan Agus Sutanto mengatakan, hingga saat ini ajaran yang diduga menyimpang yang dilakukan oleh Kerajaan Ubur-Ubur di Kaltara khususnya Tarakan belum ditemukan. “Hingga saat ini belum kami temukan, tapi kami akan melakukan upaya-upaya untuk melakukan penangkalan bila ajaran yang diduga menyimpang ini ditemukan,” tuturnya.

Kesbangpol mengajak instansi terkait melakukan sosialisasi kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, guru agama dan guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

“Penangkalan yang dilakukan, agar masyarakat waspada dan mengetahui ciri-ciri aliran menyimpang tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya MUI bersama pihak kepolisian mengecek dugaan adanya ajaran menyimpang yang dilakukan oleh kelompok bernama Kerajaan Ubur-Ubur di Kota Serang, Banten.

Kelompok yang dipimpin oleh Aisyah dan suaminya bernama Rudi Chairil Anwar diduga mmenyimpang dari ajaran Islam, di mana ajarannya menyebutkan Hajar Aswad dicium karena mirip dengan kelamin perempuan dan menyebutkan Kakbah bukan kiblat, melainkan sebagai tempat pemujaan. (jnr/lim)

 

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 23:57

BKSDA Sarankan Diserahkan ke LK

TARAKAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyarankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan…

Selasa, 18 September 2018 23:44

Sehari Penukaran, Tembus 1.142 Kartu GPN

TARAKAN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalimantan Utara terus mendorong penggunaan sistem…

Selasa, 18 September 2018 12:24

KASIHAN..!! Beruang Madu Kurus di Kandang Besi

TARAKAN – Sedih rasanya melihat nasib tiga ekor beruang madu di dua kandang di dalam Hutan Kota…

Selasa, 18 September 2018 12:22

Potensi PAD, Investasi dan Libatkan Pihak Ketiga

KRITIK datang dari pemerhati lingkungan di Kalimantan Timur (Kaltim). Mantan Direktur Kawasan Wisata…

Selasa, 18 September 2018 12:19

Dibatasi, Dolar Naik, hingga Kompetitor Menguat

Semarak Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tidak berdampak signifikan bagi usaha jasa percetakan seperti…

Selasa, 18 September 2018 12:13

DPT Dicermati untuk Kali Kedua

TARAKAN- Imbauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI agar dilakukan pencermatan ulang terhadap jumlah…

Selasa, 18 September 2018 12:11

Imunisasi MR Masih 46 Persen

TARAKAN – Pencapaian imunisasi measles rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih cukup…

Selasa, 18 September 2018 11:59

Dua Spesialis Congkel Jok Motor Terciduk

TARAKAN - Dua pelaku pencurian spesialis merusak jok motor berhasil diamankan pihak kepolisian dari…

Selasa, 18 September 2018 11:51

Dolar Naik, Material KPR Ikut Naik

TARAKAN- Naiknya kurs dolar masih menjadi polemik. Pasalnya berbagai usaha juga mengalami imbasnya,…

Selasa, 18 September 2018 11:48

Akses Menuju Pemakaman Rusak Parah

TARAKAN - Jalan lingkungan menuju ke arah Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Nasrani, Kelurahan Juata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .