MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31
RSUD Diawasi Langsung Gubernur
Irianto Lambrie. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara sudah memulai upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel sesuai hasil koordinasi dan supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemprov menindaklanjuti dengan deklarasi pembangunan zona integritas wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih.

“Ini memang program pemerintah bersama KPK untuk menciptakan aparatur pemerintahan yang terbebas dari tindakan-tindakan yang tercela, terutama tindakan penyimpangan yang disebut korupsi,” kata Irianto.

Jadi pihaknya ingin melakukan upaya pelayanan yang transparan, adil, tidak diskriminatif, akuntabel dan juga tepat waktu dan mudah diakses. Sudah menjadi tekad bersama, sehingga yang memulai komitmen pertama yakni dari RSUD Tarakan bersama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Nantinya, setelah dua instansi ini maka akan menyusul lagi dari instansi pemerintahan yang lain. Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah, Badan Pengelolaan dan Aset, Badan Kepegawaian, Biro Pembangunan, Dinas Pekerjaan Umum, dan dinas-dinas lainnya yang menjadi fokus utama dari binaan KPK. Tetapi juga sekaligus yang langsung bersentuhan dengan pelayanan kepada publik.

“Untuk RSUD Tarakan ini secara teratur saya lakukan monitoring atau pemantauan. Bahkan langsung mengunjungi RSUD ini, dan melihat pelayanan yang diberikan, makin jauh lebih baik dan masyarakat sudah merasakannya,” jelasnya.

Dikatakannya, hal ini tentu dilakukan berproses dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Meski begitu, pihaknya tetap optimis dengan gerakan cepat yang dilakukan pasti akan ada hasilnya. Bisa dilakukan dengan menjadi lebih cepat. Seperti dalam pelayanan kesehatan yang sudah ada sistem jemput masyarakat miskin khususnya yang sakit untuk dapat diobati.

“Begitu juga adanya pelayanan ambulans gratis untuk masyarakat, terutama warga miskin untuk dilayani, dirujuk ke rumah sakit. Baik ambulans lewat darat maupun speedboat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Hasbi Hasyim mengatakan proses ini sudah berjalan, sejak dirinya diberikan amanah untuk memimpin rumah sakit. Pihaknya sudah melakukan perbaikan kinerja di rumah sakit. Salah satu contoh yakni harus bebas korupsi.

Salah satunya pengadaan barang dan jasa melalui katalog. Jadi apapun yang berkaitan dengan jasa, selama ada di katalog maka perbelanjaan akan dilakukan melalui katalog. Sehingga harga dan juga barangnya dapat dilihat dan menjadi lebih transparan.

“Alat kesehatan yang nilainya bisa mencapai miliaran, obat, dan bahan-bahan apapun yang ada di katalog, akan kami beli melalui itu. Bahkan untuk lemari arsip juga dibelanjakan melalui katalog,” bebernya.

Bahkan sanksi juga akan diberlakukan sesuai dengan aturan yang diberlakukan untuk para PNS, bahkan sampai pada pemecatan. begitu juga seperti pegawai badan layanan umum (BLU) sama seperti itu, pemecatan juga akan dilakukan jika benar-benar terjadi pelanggaran.

Diakuinya dulu ada yang melakukan tindakan korupsi, tetapi untuk saat ini tidak  ada. Tetapi jika memang benar terjadi maka pihaknya akan memproses dan menindaklanjuti segera. Dari pengawasan dilakukan secara internal. Mulai dari unit terbawah, kepala unit, sampai struktural akan tetap diawasi secara berjenjang.

“Siapa pun yang ada di rumah sakit ini, maka harus saling mengingatkan, karena itu yang menjadi yang menjadi hal yang penting karena pasti ada saja lalainya,” tambahnya.

Begitu juga dengan trasnparansi dari segi pelayanan yang berhubungan dengan masyarakat, pihaknya membuat SOP atau rambu-rambu yang dapat dilihat langsung dari masyarakat. Contohnya di bagian instalasi gawat darurat, yang sering menjadi keluhan pasien. Di mana sering terjadinya pertanyaan yang timbul dari pasien karena berada cukup lama di IGD karena dokter yang terlalu sibuk. (*/naa/lim)

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

 


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 23:57

BKSDA Sarankan Diserahkan ke LK

TARAKAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyarankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan…

Selasa, 18 September 2018 23:44

Sehari Penukaran, Tembus 1.142 Kartu GPN

TARAKAN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalimantan Utara terus mendorong penggunaan sistem…

Selasa, 18 September 2018 12:24

KASIHAN..!! Beruang Madu Kurus di Kandang Besi

TARAKAN – Sedih rasanya melihat nasib tiga ekor beruang madu di dua kandang di dalam Hutan Kota…

Selasa, 18 September 2018 12:22

Potensi PAD, Investasi dan Libatkan Pihak Ketiga

KRITIK datang dari pemerhati lingkungan di Kalimantan Timur (Kaltim). Mantan Direktur Kawasan Wisata…

Selasa, 18 September 2018 12:19

Dibatasi, Dolar Naik, hingga Kompetitor Menguat

Semarak Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tidak berdampak signifikan bagi usaha jasa percetakan seperti…

Selasa, 18 September 2018 12:13

DPT Dicermati untuk Kali Kedua

TARAKAN- Imbauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI agar dilakukan pencermatan ulang terhadap jumlah…

Selasa, 18 September 2018 12:11

Imunisasi MR Masih 46 Persen

TARAKAN – Pencapaian imunisasi measles rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih cukup…

Selasa, 18 September 2018 11:59

Dua Spesialis Congkel Jok Motor Terciduk

TARAKAN - Dua pelaku pencurian spesialis merusak jok motor berhasil diamankan pihak kepolisian dari…

Selasa, 18 September 2018 11:51

Dolar Naik, Material KPR Ikut Naik

TARAKAN- Naiknya kurs dolar masih menjadi polemik. Pasalnya berbagai usaha juga mengalami imbasnya,…

Selasa, 18 September 2018 11:48

Akses Menuju Pemakaman Rusak Parah

TARAKAN - Jalan lingkungan menuju ke arah Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Nasrani, Kelurahan Juata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .