MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31
RSUD Diawasi Langsung Gubernur
Irianto Lambrie. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara sudah memulai upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel sesuai hasil koordinasi dan supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemprov menindaklanjuti dengan deklarasi pembangunan zona integritas wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih.

“Ini memang program pemerintah bersama KPK untuk menciptakan aparatur pemerintahan yang terbebas dari tindakan-tindakan yang tercela, terutama tindakan penyimpangan yang disebut korupsi,” kata Irianto.

Jadi pihaknya ingin melakukan upaya pelayanan yang transparan, adil, tidak diskriminatif, akuntabel dan juga tepat waktu dan mudah diakses. Sudah menjadi tekad bersama, sehingga yang memulai komitmen pertama yakni dari RSUD Tarakan bersama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Nantinya, setelah dua instansi ini maka akan menyusul lagi dari instansi pemerintahan yang lain. Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah, Badan Pengelolaan dan Aset, Badan Kepegawaian, Biro Pembangunan, Dinas Pekerjaan Umum, dan dinas-dinas lainnya yang menjadi fokus utama dari binaan KPK. Tetapi juga sekaligus yang langsung bersentuhan dengan pelayanan kepada publik.

“Untuk RSUD Tarakan ini secara teratur saya lakukan monitoring atau pemantauan. Bahkan langsung mengunjungi RSUD ini, dan melihat pelayanan yang diberikan, makin jauh lebih baik dan masyarakat sudah merasakannya,” jelasnya.

Dikatakannya, hal ini tentu dilakukan berproses dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Meski begitu, pihaknya tetap optimis dengan gerakan cepat yang dilakukan pasti akan ada hasilnya. Bisa dilakukan dengan menjadi lebih cepat. Seperti dalam pelayanan kesehatan yang sudah ada sistem jemput masyarakat miskin khususnya yang sakit untuk dapat diobati.

“Begitu juga adanya pelayanan ambulans gratis untuk masyarakat, terutama warga miskin untuk dilayani, dirujuk ke rumah sakit. Baik ambulans lewat darat maupun speedboat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Hasbi Hasyim mengatakan proses ini sudah berjalan, sejak dirinya diberikan amanah untuk memimpin rumah sakit. Pihaknya sudah melakukan perbaikan kinerja di rumah sakit. Salah satu contoh yakni harus bebas korupsi.

Salah satunya pengadaan barang dan jasa melalui katalog. Jadi apapun yang berkaitan dengan jasa, selama ada di katalog maka perbelanjaan akan dilakukan melalui katalog. Sehingga harga dan juga barangnya dapat dilihat dan menjadi lebih transparan.

“Alat kesehatan yang nilainya bisa mencapai miliaran, obat, dan bahan-bahan apapun yang ada di katalog, akan kami beli melalui itu. Bahkan untuk lemari arsip juga dibelanjakan melalui katalog,” bebernya.

Bahkan sanksi juga akan diberlakukan sesuai dengan aturan yang diberlakukan untuk para PNS, bahkan sampai pada pemecatan. begitu juga seperti pegawai badan layanan umum (BLU) sama seperti itu, pemecatan juga akan dilakukan jika benar-benar terjadi pelanggaran.

Diakuinya dulu ada yang melakukan tindakan korupsi, tetapi untuk saat ini tidak  ada. Tetapi jika memang benar terjadi maka pihaknya akan memproses dan menindaklanjuti segera. Dari pengawasan dilakukan secara internal. Mulai dari unit terbawah, kepala unit, sampai struktural akan tetap diawasi secara berjenjang.

“Siapa pun yang ada di rumah sakit ini, maka harus saling mengingatkan, karena itu yang menjadi yang menjadi hal yang penting karena pasti ada saja lalainya,” tambahnya.

Begitu juga dengan trasnparansi dari segi pelayanan yang berhubungan dengan masyarakat, pihaknya membuat SOP atau rambu-rambu yang dapat dilihat langsung dari masyarakat. Contohnya di bagian instalasi gawat darurat, yang sering menjadi keluhan pasien. Di mana sering terjadinya pertanyaan yang timbul dari pasien karena berada cukup lama di IGD karena dokter yang terlalu sibuk. (*/naa/lim)

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:32

PPDB, Orangtua Hampir Pingsan Menunggu Antrean

TARAKAN – Hari kedua pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*