MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31
RSUD Diawasi Langsung Gubernur
Irianto Lambrie. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara sudah memulai upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel sesuai hasil koordinasi dan supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemprov menindaklanjuti dengan deklarasi pembangunan zona integritas wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih.

“Ini memang program pemerintah bersama KPK untuk menciptakan aparatur pemerintahan yang terbebas dari tindakan-tindakan yang tercela, terutama tindakan penyimpangan yang disebut korupsi,” kata Irianto.

Jadi pihaknya ingin melakukan upaya pelayanan yang transparan, adil, tidak diskriminatif, akuntabel dan juga tepat waktu dan mudah diakses. Sudah menjadi tekad bersama, sehingga yang memulai komitmen pertama yakni dari RSUD Tarakan bersama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Nantinya, setelah dua instansi ini maka akan menyusul lagi dari instansi pemerintahan yang lain. Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah, Badan Pengelolaan dan Aset, Badan Kepegawaian, Biro Pembangunan, Dinas Pekerjaan Umum, dan dinas-dinas lainnya yang menjadi fokus utama dari binaan KPK. Tetapi juga sekaligus yang langsung bersentuhan dengan pelayanan kepada publik.

“Untuk RSUD Tarakan ini secara teratur saya lakukan monitoring atau pemantauan. Bahkan langsung mengunjungi RSUD ini, dan melihat pelayanan yang diberikan, makin jauh lebih baik dan masyarakat sudah merasakannya,” jelasnya.

Dikatakannya, hal ini tentu dilakukan berproses dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Meski begitu, pihaknya tetap optimis dengan gerakan cepat yang dilakukan pasti akan ada hasilnya. Bisa dilakukan dengan menjadi lebih cepat. Seperti dalam pelayanan kesehatan yang sudah ada sistem jemput masyarakat miskin khususnya yang sakit untuk dapat diobati.

“Begitu juga adanya pelayanan ambulans gratis untuk masyarakat, terutama warga miskin untuk dilayani, dirujuk ke rumah sakit. Baik ambulans lewat darat maupun speedboat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Hasbi Hasyim mengatakan proses ini sudah berjalan, sejak dirinya diberikan amanah untuk memimpin rumah sakit. Pihaknya sudah melakukan perbaikan kinerja di rumah sakit. Salah satu contoh yakni harus bebas korupsi.

Salah satunya pengadaan barang dan jasa melalui katalog. Jadi apapun yang berkaitan dengan jasa, selama ada di katalog maka perbelanjaan akan dilakukan melalui katalog. Sehingga harga dan juga barangnya dapat dilihat dan menjadi lebih transparan.

“Alat kesehatan yang nilainya bisa mencapai miliaran, obat, dan bahan-bahan apapun yang ada di katalog, akan kami beli melalui itu. Bahkan untuk lemari arsip juga dibelanjakan melalui katalog,” bebernya.

Bahkan sanksi juga akan diberlakukan sesuai dengan aturan yang diberlakukan untuk para PNS, bahkan sampai pada pemecatan. begitu juga seperti pegawai badan layanan umum (BLU) sama seperti itu, pemecatan juga akan dilakukan jika benar-benar terjadi pelanggaran.

Diakuinya dulu ada yang melakukan tindakan korupsi, tetapi untuk saat ini tidak  ada. Tetapi jika memang benar terjadi maka pihaknya akan memproses dan menindaklanjuti segera. Dari pengawasan dilakukan secara internal. Mulai dari unit terbawah, kepala unit, sampai struktural akan tetap diawasi secara berjenjang.

“Siapa pun yang ada di rumah sakit ini, maka harus saling mengingatkan, karena itu yang menjadi yang menjadi hal yang penting karena pasti ada saja lalainya,” tambahnya.

Begitu juga dengan trasnparansi dari segi pelayanan yang berhubungan dengan masyarakat, pihaknya membuat SOP atau rambu-rambu yang dapat dilihat langsung dari masyarakat. Contohnya di bagian instalasi gawat darurat, yang sering menjadi keluhan pasien. Di mana sering terjadinya pertanyaan yang timbul dari pasien karena berada cukup lama di IGD karena dokter yang terlalu sibuk. (*/naa/lim)

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

 


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:45

Membacok karena Sakit Hati

TARAKAN – Hasil pemeriksaan terhadap pelaku penganiayaan terhadap korban bernama…

Selasa, 13 November 2018 11:44

PDAM Yakini Masih Terjadi Pencurian Air

TARAKAN – PDAM Tirta Alam meyakini sepanjang tahun 2018 masih…

Selasa, 13 November 2018 11:37

Visibilitas Nol, Penyelam Diadang Arus Deras

TARAKAN – Empat penyelam yang diturunkan Kantor Pencarian dan Pertolongan…

Selasa, 13 November 2018 10:56

Visibilitas Nol, Penyelam Diadang Arus Deras

TARAKAN – Empat penyelam yang diturunkan Kantor Pencarian dan Pertolongan…

Senin, 12 November 2018 13:56

Good Bye Adipura

Penilian Adipura semakin ketat. Lebih dari 300 kabupaten/kota berpartisipasi setiap…

Senin, 12 November 2018 13:54

Program Sampah Semesta Akan Dievaluasi

MENJADI sejarah bagi Tarakan jika dapat kembalimencatatkan diri sebagai kota…

Senin, 12 November 2018 13:53

BNNP Menunggu Penelitian Air Rebusan Pembalut

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara angkat bicara…

Senin, 12 November 2018 13:50

Pembacok Dibekuk, Korban Masih Lemah

TARAKAN – Usai menerima laporan penganiayaan dan melakukan olah tempat…

Senin, 12 November 2018 13:40

Kaltara Raih Predikat UHC

TARAKAN - Per 1 Oktober 2018, Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai…

Senin, 12 November 2018 13:34

Napi Nunukan Diduga Terlibat Sabu 4,5 Kg

TARAKAN – Meski sudah mengamankan tiga tersangka kasus sabu 4,5…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .