MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13
Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar
KEBUTUHAN: Meningkatnya jumlah peternak ayam membuat kebutuhan daging ayam masyarakat di Kabupaten terpenuhi. Tampak, salah satu aktivitas penjualan daging ayam di salah satu pasar yang ada di Kabupaten Nunukan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata tak mampu menahan masuknya daging ayam dari  luar daerah. Termasuk daging ayam yang dikirim tanpa menggunakan mesin pembeku atau freezer.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengelolaan dan Pemasaran, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan Riatnah S.Pt membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, masuknya ayam beku asal Sulsel dan Tawau, Malaysia, menjadi salah satu persoalan yang dihadapi saat ini. “Kami tidak bisa melarang. Apalagi ada permintaan dan juga telah melalui pemeriksaan dari karantina,” kata Riatnah kepada media ini kemarin.

Karena tidak dapat menahan, kata Riatnah, masyarakat diimbau berhati-hati dan lebih baik mengonsumsi daging ayam lokal. Sebab, waktu pemotongannya masih terbilang segar. Dan, kualitasnya dapat dijamin lantaran selalu diawasi pihaknya. “Kalau dalam pengiriman hanya disimpan di kardus dan menggunakan es batu, sudah tidak segar lagi. Apalagi sampai ada yang menggunakan formalin. Itu berbahaya dan tak layak dikonsumsi,” ujar Riatnah.

Menurutnya, jika melihat kebutuhan masyarakat, keberadaan daging ayam sudah cukup dan berlebih. Bahkan, beberapa peternak belakangan ini melayani permintaan dari Kota Tarakan. “Dalam satu peternakan ini mengirimkan 100 kg daging ayam ke Tarakan,” sebutnya.

Riatnah mengklaim, sejak banyak peternakan ayam di Nunukan, suplai daging ayam dari luar daerah mulai berkurang. Namun, sejak adanya keterlambatan pakan dan bibit ayamnya, maka ketersediaan ayam sempat kosong. Akhirnya, ayam beku asal Tawau, Malaysia, dan Sulsel kembali masuk lagi. “Kalau kebutuhan daging ayam itu sudah terpenuhi. Setiap hari ada 1.700 ekor yang beredar.  Peternakan ada 70 orang dan memiliki 92  kandang. Rata-rata satu kandang memuat 1.000 ekor ayam,” sebutnya.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan Yance Tambaru SE mengatakan, keberadaan daging ilegal berupa daging merek Allana termasuk ayam luar daerah kembali menjadi perhatian mereka saat ini. Apalagi menjelang hari Raya Idul Adha. Sebab, pasokannya semakin bertambah lantaran adanya permintaan. “Sudah menjadi pantauan kami. Akan ada pemeriksaan apakah sudah sesuai dengan standar kesehatan atau seperti apa nantinya,” kata Yance, saat dikonfirmasi mengenai pengawasan daging ilegal dan ayam tak layak konsumsi yang masuk ke Nunukan.

Ia mengutarakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani keberadaan ayam dan daging. Seperti Dinas Kesehatan, dan DPKP Nunukan sendiri. “Tentunya, ada pengawasan kami lakukan. Pemeriksaan segera kami lakukan jika memang ada yang mencurigakan,” jelasnya. (oya/ash)

 

 

 

Mimin (36), seorang warga mengaku jika ketegasan DPKP Nunukan saat ini diperlukan. Khususnya melarang


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*