MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13
Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar
KEBUTUHAN: Meningkatnya jumlah peternak ayam membuat kebutuhan daging ayam masyarakat di Kabupaten terpenuhi. Tampak, salah satu aktivitas penjualan daging ayam di salah satu pasar yang ada di Kabupaten Nunukan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata tak mampu menahan masuknya daging ayam dari  luar daerah. Termasuk daging ayam yang dikirim tanpa menggunakan mesin pembeku atau freezer.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengelolaan dan Pemasaran, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan Riatnah S.Pt membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, masuknya ayam beku asal Sulsel dan Tawau, Malaysia, menjadi salah satu persoalan yang dihadapi saat ini. “Kami tidak bisa melarang. Apalagi ada permintaan dan juga telah melalui pemeriksaan dari karantina,” kata Riatnah kepada media ini kemarin.

Karena tidak dapat menahan, kata Riatnah, masyarakat diimbau berhati-hati dan lebih baik mengonsumsi daging ayam lokal. Sebab, waktu pemotongannya masih terbilang segar. Dan, kualitasnya dapat dijamin lantaran selalu diawasi pihaknya. “Kalau dalam pengiriman hanya disimpan di kardus dan menggunakan es batu, sudah tidak segar lagi. Apalagi sampai ada yang menggunakan formalin. Itu berbahaya dan tak layak dikonsumsi,” ujar Riatnah.

Menurutnya, jika melihat kebutuhan masyarakat, keberadaan daging ayam sudah cukup dan berlebih. Bahkan, beberapa peternak belakangan ini melayani permintaan dari Kota Tarakan. “Dalam satu peternakan ini mengirimkan 100 kg daging ayam ke Tarakan,” sebutnya.

Riatnah mengklaim, sejak banyak peternakan ayam di Nunukan, suplai daging ayam dari luar daerah mulai berkurang. Namun, sejak adanya keterlambatan pakan dan bibit ayamnya, maka ketersediaan ayam sempat kosong. Akhirnya, ayam beku asal Tawau, Malaysia, dan Sulsel kembali masuk lagi. “Kalau kebutuhan daging ayam itu sudah terpenuhi. Setiap hari ada 1.700 ekor yang beredar.  Peternakan ada 70 orang dan memiliki 92  kandang. Rata-rata satu kandang memuat 1.000 ekor ayam,” sebutnya.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan Yance Tambaru SE mengatakan, keberadaan daging ilegal berupa daging merek Allana termasuk ayam luar daerah kembali menjadi perhatian mereka saat ini. Apalagi menjelang hari Raya Idul Adha. Sebab, pasokannya semakin bertambah lantaran adanya permintaan. “Sudah menjadi pantauan kami. Akan ada pemeriksaan apakah sudah sesuai dengan standar kesehatan atau seperti apa nantinya,” kata Yance, saat dikonfirmasi mengenai pengawasan daging ilegal dan ayam tak layak konsumsi yang masuk ke Nunukan.

Ia mengutarakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani keberadaan ayam dan daging. Seperti Dinas Kesehatan, dan DPKP Nunukan sendiri. “Tentunya, ada pengawasan kami lakukan. Pemeriksaan segera kami lakukan jika memang ada yang mencurigakan,” jelasnya. (oya/ash)

 

 

 

Mimin (36), seorang warga mengaku jika ketegasan DPKP Nunukan saat ini diperlukan. Khususnya melarang


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 13:52

Pernah Bertugas sebagai Koordinator Eksekutor Pidana Mati

Bertugas di daerah perbatasan merupakan hal baru bagi AKBP Teguh…

Senin, 12 November 2018 13:39

Pemasangan Harus Sesuai Aturan

NUNUKAN – Alat peraga kampanye (APK) harus dipasang sesuai dengan…

Senin, 12 November 2018 13:38

Pastikan Pengesahaan APBD 2019 Tak Terlambat

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku, pengesahan Anggaran…

Senin, 12 November 2018 13:37

Ogah CDOB Dijadikan Komoditas Elite

SEBATIK – Masyarakat Sebatik meminta para elite politik tak lagi…

Senin, 12 November 2018 13:36

Rumah Ditinggal, si Jago Merah Mengamuk

SEBATIK – Baru berselang sehari setelah insiden kebakaran di Desa…

Senin, 12 November 2018 09:25

Kebakaran Sebabkan Kerugian hingga Rp 1 M

NUNUKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap enam…

Senin, 12 November 2018 09:21

BBM Langka, Penjual Bentol Marak

NUNUKAN – Harapan masyarakat agar pengecer bahan bakar minyak (BBM)…

Senin, 12 November 2018 08:31

Dikirimkan 21 Narapidana, Lapas Semakin Over

NUNUKAN – Kendati telah kelebihan kapasitas, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas…

Senin, 12 November 2018 08:29

Pengecer Jadi Kambing Hitam

NUNUKAN – Warga Nunukan sempat mengalami kelangkaan bahan bakar minyak…

Senin, 12 November 2018 08:26

Hanyutkan Replika Perahu ke Laut Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Warga Nunukan, khususnya suku Tidung yang tinggal di pesisir Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .