MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07
BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam
ILUSTRASI. INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi agar tidak masuk ke wilayah Nunukan.

Informasi wabah flu burung disampaikan Kepala Fungsi Sosial dan Budaya pada Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau Firma Agustina, bahwa sesuai penyampaian dari Jabatan Perkhidmatan Veterinar (JPV) Sabah, sekira 10 ribu ekor ayam yang sempat dimusnahkan, karena diduga terjangkit virus flu burung.

“Kejadian itu berada di Tamparuli, Sabah Malaysia. Sesuai rilis media yang disampaikan JPV Sabah,” kata Firma Agustina.

Jumlah ekor ayam yang dimusnahkan seharusnya 28 ribu ekor di Tamparuli. Namun dilakukan secara bertahap. Untuk 18 ribu ekor ayam dimusnahkan di hari berikutnya. Karena 18 ribu ekor ayam tersebut berbeda tempat dengan 10 ribu ekor ayam yang pertama dimusnahkan.

Agar ayam dari daerah Tamparuli tidak tersebar keluar, kepolisian telah melakukan pengawasan ketat agar ayam yang diduga terjangkit wabah flu burung tidak dibawa keluar, agar tidak terjangkit ke daerah lain. Terutama keluar ke negara lain.

“Seharusnya ini lebih baik dijelaskan oleh instansi kesehatan di Sabah, karena saya ini hanya mendapatkan informasi dari media juga,” ujarnya.

Sementara, Tim Paramedis dan Penyedia Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan Wilayah Kerja (Wilker) Nunukan M. Jafar mengatakan, untuk kasus wabah flu burung yang terjadi di negara tetangga telah ditanggapi oleh Badan Karantina Pertanian pusat.

“Suratnya sudah disebar ke masing-masing kantor karantina yang ada di daerah, termasuk Nunukan. Sehingga telah dilakukan antisipasi untuk melakukan pengawasan dan penjagaan agar tidak masuk ayam dari Malaysia,” kata M. Jafar, kemarin.

Dalam surat tersebut dijelaskan, sesuai perkembangan informasi dari World Animal Health Information System (WAHIS)Office Internationale des Epizooties(OIE) bahwa pada 27 Juli lalu telah terjadi wabah Highly Pathogenic Avian Influenza(HPAI) di Malaysia.

Melalui surat tersebut, telah diminta untuk melakukan penindakan dan penolakan terhadap pemasukan unggas dan produk unggas segar yang belum diolah berasal dari Malaysia. Khusus untuk produk unggas segar yang diproduksi unit usaha dapat diizinkan masuk, namun harus dibuktikan dengan pencantuman tanggal produksi.

“Di Nunukan hingga saat ini belum ada ditemukan unggas yang masuk. Masih dalam kondisi baik. Pengawasan tetap dilakukan dengan ketat. Terutama di tempat penjualan ayam yang dibeli dari Malaysia,” ujarnya. (nal/lim)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*