MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56
Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR
AMBRUK: Tampak kondisi rumah warga di Desa Manurung, Kecamatan Sebatik, yang ambruk akibat abrasi./RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan persoalan abrasi bibir pantai di Kabupaten Nunukan, tepat di wilayah pesisir Pulau Sebatik kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).

“Saya sudah sampaikan ke ibu menteri, abrasi yang terjadi di Sebatik itu lingkupnya cukup besar,” ungkap wanita yang juga bergelar dokter ini, Selasa (14/8).

Kendati demikian, pihak Kementerian LHK mengaku menyerahkan persoalan tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Pembangunan Rakyat (Kementerian PUPR). Dengan demikian, tugas komisi VII untuk mengawalnya sudah tidak ada lagi. “Jadi, saya kesulitan untuk mengetahui lebih dalam persoalan tersebut,” akunya.

Namun, lanjutnya, dirinya tidak lepas tanggung jawab begitu saja. Ia sendiri telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada komisi V DPR RI yang merupakan komisi yang memantau kinerja Kemen PUPR. Untuk itu, katanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan seharusnya memperkuat aspirasi itu, sehingga segera dapat diselesaikan. “Di Nunukan ini, pemda setempat juga dapat berkomunikasi dengan kami yang ada di pusat. Supaya lebih baik untuk Nunukan ke depan. Selama ini memanga ada komunikasi tetapi masih kurang. Makanya, harus ditingkatkan lagi,” bebernya.

Seperti diketahui, akibat abrasi yang terjadi, beberapa kampung hilang. Ini dikarenakan air laut terus masuk dan tidak ada tembok pembatas yang biasa digunakan untuk menghambat air laut. Bahkan, di 2014 silam abrasi mengakibatkan belasan rumah warga roboh. Termasuk pos milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nunukan.

Terpisah,  Kepala BPBD Nunukan, Rachmadji Sukirno mengatakan, persoalan abrasi yang  dikeluhkan warga ini sudah didengarnya. Pihaknya juga sudah melaporkan kejadian ini hingga ke tingkat pemerintah provinsi. Ia mengaku jika pihaknya tidak tinggal diam atas keluhan masyarakat tersebut. Kendati demikian, ia mengakui jika hingga saat ini memang belum ada solusi yang dapat diberikan.

“Tapi, pasti ditanggulangi. Karena masih ada bencana berpotensi terjadi di Nunukan. Makanya sekarang kami masih melakukan pembedahan dan melaporkan ke pusat,” jelasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*