MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26
Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

Tas Berisi 1,1 Kg Sabu Ditinggal di Pelabuhan

ULAH BANDAR: Pejabat Polri dan Bea Cukai Nunukan menunjukkan barang bukti pengungkapan kepemilikan sabu seberat 1 kg, Senin (13/8). RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan akhirnya mengungkap siapa di balik sabu-sabu 1,1 kilogram yang diamankan pada Jumat (3/8) lalu. Narkotika terdeteksi mesin X-ray di Pelabuhan Tunon Taka.

Setidaknya ada lima orang tersangka yang telah diamankan atas kepemilikan tas berisi sabu tersebut. Itu berkat sinergi antarpetugas. Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan M. Solafudin mengatakan, petugas bekerja keras setelah kejadian Jumat lalu.

“Jadi sebelum kami melakukan pembongkaran tas tersebut. Kami terlebih dahulu menunggu pemilik tas. Namun, hingga berselang sehari, tas tersebut tidak juga diambil oleh pemiliknya,” ujar Solafudin.

Setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya mengamankan seorang wanita berinisial MT. MT merupakan calo tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga mengetahui siapa pemilik tas.

Mengamankan MT, tas tersebut akhirnya dibongkar. Alhasil ditemukan dua bungkus plastik. Dalam satu bungkus plastik tersebut, terdapat 10 bungkus plastik bening. Setelah dilakukan pengujian terharap barang tersebut, hasilnya menunjukkan positif sabu-sabu.

Bea Cukai lantas berkoordinasi dengan polisi untuk dilakukan pengembangan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan. Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, S.IK mengungkap petugas bekerja, dengan menginterogasi MT. Pengembangan bahkan dilakukan hingga ke Tarakan, Samarinda dan Balikpapan, namun hasilnya nihil. Pada akhirnya keberadaan orang yang terindikasi dalam kasus sabu tersebut terdeteksi di Nunukan.

“Itu juga hasil pemeriksaan lebih mendalan terhadap tersangka MT. Seorang akhirnya kami amankan berinisial SM. Kami gerebek di rumahnya,” ungkap Jepri.

Penggerebekan yang dilakukan personel di Nunukan Selatan terhadap SM diwarnai kericuhan. MT juga saat itu mencoba melarikan diri namun gagal lantaran timah panas melumpuhkan kakinya. Sayang, seorang lolos dari penggerebekan itu.

Hasil interogasi lanjutan, ternyata SM sempat meminta MT menutupi keberadaannya. Itu merupakan rencana jika sewaktu-waktu sabu-sabu tersebut gagal.

Skenario itu pun berjalan. Salah satunya, MT bersaksi jika kemungkinan sang pemilik barang haram tersebut telah berada di Balikpapan. Padahal, orang-orang yang terlibat dalam sabu tersebut disembunyikan di rumahnya di Nunukan Selatan.

Seorang lainnya yang melarikan diri diduga berinisial ED, adik dari PT. Polisi telah menetapkan PT dalam daftar pencarian orang (DPO) di Tawau, Malaysia selaku bandar yang memberi sabu kepada SM. ED diduga warga Malaysia yang melintas di Nunukan. Hingga saat ini penyidikan dan pengejaran terus dilakukan.

“Jadi seperti itu, MT inilah yang nyaris mengelabui petugas melalui SM. Ternyata selama ini orang-orang yang terlibat atas sabu tersebut disembunyikan di rumahnya,” beber Jepri.

Menghalangi proses penyidikan yang dilakukan personel, MT dijerat Pasal 138 UU Nomor 35/2009, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta. Sementara yang lainnya terancam Pasal 111 dan Pasal 112, atas sangkaan kepemilikan.

 

PERKETAT LAGI JALUR LAUT DAN UDARA

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara Brigjen Pol Ery Nursatari meminta semua pihak yang mengawasi jalur laut dan udara meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang keluar dan masuk di Kaltara.

Kaltara pintu bagi para bandar-bandar narkoba melintas dan bertransaksi. “Kita ini pintu masuknya, sehingga jangan heran ada warga kita yang dibawa oleh BNNP Kalteng karena diduga orang yang ikut andil pengiriman narkoba ke Kalteng,” kata Ery menyinggung penangkapan seorang wanita berinisial M (47), di Selumit Pantai, Tarakan Tengah.

M diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba antarprovinsi.  Khusus Tarakan misalnya, kerap dijadikan bandar narkoba sebagai tempat untuk persinggahan sabu sebelum dikirim ke tempat tujuan, sehingga jangan heran beberapa kali petugas mendapatkan narkoba yang coba dikirimkan melalui jalur udara.

“Selain memperketat pengawasan di jalur udara, jalur laut juga harus diperketat lagi, apalagi informasi yang kami dapatkan dari M, selain mengirimkan sabu untuk diantarkan ke Palangkaraya, dia juga mengirimkan sabu untuk dua orang lainnya yang ada di Balikpapan dan Samarinda,” tuturnya.

Diketahui M diperintah seseorang berinisial AS untuk menerima sabu yang diselundupkan dari Tawau, Malaysia sebanyak 4 bungkus dengan total berat 2 kg. Dari 4 bungkus tersebut, 1 bungkus sudah diserahkan kepada orang Balikpapan dan 1 bungkus diserahkan kepada orang Samarinda, 1 bungkus lagi diserahkan kepada tersangka OA dan KF untuk diantar ke Palangkaraya, sementara sisanya 1 bungkus disimpan. Begitu mengetahui AO dan KF tertangkap, M lantas membuat barang bukti 1 bungkus sabu yang ia simpan ke kolong rumah adiknya.

“Kami juga tidak menyangka bahwa dia ikut terlibat, padahal pada saat kami mendatangi rumahnya tidak memperlihatkan bahwa sosok seperti M ini terlibat sabu, hal ini menunjukkan bahwa siapa pun bisa terlibat dalam narkoba,” ungkapnya.

BNNP Kalteng bergerak ke Kaltara setelah mengungkap sejumlah peredaran narkotika bersama BNNP Kalsel. AO dan KF ditangkap di perbatasan Banjarmasin–Kapuas, tepatnya di Jalan Trana Kalimantan, Km 13 Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas.

Dari tangan AO dan KF petugas mendapatkan barang bukti sabu seberat 501,65 gram. Setelah dilakukan pengembangan petugas berhasil menangkap seseorang berinisial WS yang merupakan penerima barang barang haram tersebut. BNNP Kalteng lantas melakukan pengembangan yang memunculkan nama seorang perempuan berinisial M yang tinggal di Tarakan.

Petugas BNNP Kalteng bersama BNNP Kaltara menjemput M di rumahnya dan selanjutnya dibawa ke Palangkaraya. (jnr/raw/lim)

 

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:24

Setahun, Hasil Laut Lenyap Rp 1,4 T

NUNUKAN – Kekayaan alam Indonesia sudah sangat terkenal banyak di dunia. Termasuk hasil laut yang…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:21

Rumah di Pesisir Bisa Terima Sertifi kat HGB

NUNUKAN – program penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB) oleh Badan Pertanahan Nasional…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:19

Selesai Jalan Masa Hukuman, 89 WNI Dideportasi

NUNUKAN – Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menjalani masa hukuman di Tawau, Malaysia telah…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:06

Jalur Tawau-Sebatik Kembali Dibahas

NUNUKAN –Surat yang beredar di kalanganmasyarakatSebatikterkaitpembukaanjalurSebatik-Tawau, Malaysia.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:05

PNS Bukan Pekerjaan Orang Manja

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, membuka dua formasi pendaftaran calon pegawai…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:55

Ancam Kurir Tembak di Tempat

NUNUKAN – Para kurir sabu, atau mereka yang baru mencoba menjadi kurir harus memikirkan kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .