MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 13 Agustus 2018 13:31
Harga Mahal, Pilih Produk Tetangga
MENDOMINASI: Sejumlah produk Malaysia yang masih banyak beredar di pasaran. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Produk Malaysia masih mendominasi pasar di Sebatik. Bahkan hingga terbukanya dua transportasi laut yang menghubungkan baik itu Pulau Nunukan dan Sebatik serta Surabaya, Jawa Timur pun dirasa belum mampu menjawab persoalan keterpihakan warga terhadap barang-barang asal Malaysia.

Itu diakui Hendi, salah seorang pedagang di Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur saat ditemui di Nunukan ketika mengawasi barangnya yang juga didagangkan di Nunukan.  Ia mengatakan, hal ini sudah menjadi dilema masyarakat di perbatasan.

“Ya, mau gimana lagi, kita tidak bisa melepas pasaran produk-produk Malaysia yang sudah bertahun-tahun lamanya menghiasi pasar dan toko-toko baik itu di Sebatik atau Nunukan. Jadi kita sudah tidak canggung lagi ketika hampir 90 persen barang di sini didatangkan dari Malaysia,” ujar Hendi.

Menurut Hendi, kondisi ini sangat sulit dihentikan mengingat masyarakat Pulau Sebatik secara umum masih mensuplai sembako dari Malaysia, akibat harga yang ditawarkan produk-produk Indonesia jauh lebih mahal kebanding harga dari Negeri Jiran tersebut.

Hendi mengaku, bukan hanya sembako yang diperoleh dari Malaysia, bahan bangunan pun berasal dari Malaysia. Oleh karena itu, ketergantungan akan Malaysia sangat sulit dihentikan. Buktinya, bahan kebutuhan sehari-hari yang dijual di kios-kios di Pulau Sebatik hampir semuanya berasal dari Malaysia.

“Ya, itu sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Ya, beginilah mungkin kondisinya perbatasan. Saya rasa ini juga mungkin terjadi di daerah perbatasan lainnya,” bebernya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Hasan Basri yang dikonfirmasi tak menampik persoalan ini. Perbandingan harga tetap akan terjadi antara produk Indonesia dan Malaysia.

Berbagai solusi telah dilakukan supaya harga-harga yang didapatkan para pedagang di Pulau Jawa, dibawah harga yang selama ini didapatkan pedagang. Contohnya saja, seperti tabung gas Indonesia, lambat laun akan menggantikan posisi tabung gas Malaysia. Hal ini menyusul sudah banyaknya masyarakat yang mulai menggunakan tabung gas Indonesia.

Hanya Hasan mengaku, hal itu belum cukup untuk dikatakan sukses. Menginggat, masih banyak juga masyarakat yang kebingunggan untuk mengganti tabung gas Malaysia mereka. “Yang jelas kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan masyarakat bisa memperioritaskan produk kita,” ungkap Hasan.

Dirinya meyakini, Nunukan maupun Sebatik lambat laun akan meninggalkan produk-produk Malaysia. Sebab, armada transportasi laut yang kini melayani Nunukan dan Sebatik akan lebih dioptimalkan. (raw/nri)

 


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…

Kamis, 20 September 2018 12:17

Pilpres dan Pileg Dipastikan Tidak Saling Menganggu

NUNUKAN – Tim sukses untuk pemilihan presiden (pilpres) tak hanya heboh di tingkat nasional. Di…

Kamis, 20 September 2018 12:16

Satpol PP Akui Sulit Tangani Anjing Liar di Jalan Umum

NUNUKAN – Korban keberadaan anjing liar di Nunukan, baik kecelakaan lalu lintas maupun digigit…

Rabu, 19 September 2018 11:16

Tunggu Kepastian Penggunaan Jalan

NUNUKAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan masih kesulitan dalam mengatur para pedagang ikan…

Rabu, 19 September 2018 11:13

Rini Azhara Diduga Diculik?

NUNUKAN – Kehilangan Rini Azhara (7) memasuki hari ketujuh sejak Rabu (12/9). Hingga kemarin pun…

Rabu, 19 September 2018 11:03

Sembilan Puskesmas Belum Akreditasi

NUNUKAN – Peningkatan mutu kesehatan salah satunya melalui pelayanan ke masyarakat dengan akreditasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .