MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 13 Agustus 2018 13:31
Harga Mahal, Pilih Produk Tetangga
MENDOMINASI: Sejumlah produk Malaysia yang masih banyak beredar di pasaran. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Produk Malaysia masih mendominasi pasar di Sebatik. Bahkan hingga terbukanya dua transportasi laut yang menghubungkan baik itu Pulau Nunukan dan Sebatik serta Surabaya, Jawa Timur pun dirasa belum mampu menjawab persoalan keterpihakan warga terhadap barang-barang asal Malaysia.

Itu diakui Hendi, salah seorang pedagang di Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur saat ditemui di Nunukan ketika mengawasi barangnya yang juga didagangkan di Nunukan.  Ia mengatakan, hal ini sudah menjadi dilema masyarakat di perbatasan.

“Ya, mau gimana lagi, kita tidak bisa melepas pasaran produk-produk Malaysia yang sudah bertahun-tahun lamanya menghiasi pasar dan toko-toko baik itu di Sebatik atau Nunukan. Jadi kita sudah tidak canggung lagi ketika hampir 90 persen barang di sini didatangkan dari Malaysia,” ujar Hendi.

Menurut Hendi, kondisi ini sangat sulit dihentikan mengingat masyarakat Pulau Sebatik secara umum masih mensuplai sembako dari Malaysia, akibat harga yang ditawarkan produk-produk Indonesia jauh lebih mahal kebanding harga dari Negeri Jiran tersebut.

Hendi mengaku, bukan hanya sembako yang diperoleh dari Malaysia, bahan bangunan pun berasal dari Malaysia. Oleh karena itu, ketergantungan akan Malaysia sangat sulit dihentikan. Buktinya, bahan kebutuhan sehari-hari yang dijual di kios-kios di Pulau Sebatik hampir semuanya berasal dari Malaysia.

“Ya, itu sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Ya, beginilah mungkin kondisinya perbatasan. Saya rasa ini juga mungkin terjadi di daerah perbatasan lainnya,” bebernya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Hasan Basri yang dikonfirmasi tak menampik persoalan ini. Perbandingan harga tetap akan terjadi antara produk Indonesia dan Malaysia.

Berbagai solusi telah dilakukan supaya harga-harga yang didapatkan para pedagang di Pulau Jawa, dibawah harga yang selama ini didapatkan pedagang. Contohnya saja, seperti tabung gas Indonesia, lambat laun akan menggantikan posisi tabung gas Malaysia. Hal ini menyusul sudah banyaknya masyarakat yang mulai menggunakan tabung gas Indonesia.

Hanya Hasan mengaku, hal itu belum cukup untuk dikatakan sukses. Menginggat, masih banyak juga masyarakat yang kebingunggan untuk mengganti tabung gas Malaysia mereka. “Yang jelas kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan masyarakat bisa memperioritaskan produk kita,” ungkap Hasan.

Dirinya meyakini, Nunukan maupun Sebatik lambat laun akan meninggalkan produk-produk Malaysia. Sebab, armada transportasi laut yang kini melayani Nunukan dan Sebatik akan lebih dioptimalkan. (raw/nri)

 


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 13:55

UMK 2019 Ditetapkan Rp 2,8 Juta

NUNUKAN – Setelah melalui pembahasan dan pertimbangan sejumlah pihak, Pemerintah…

Selasa, 13 November 2018 13:54

Tambah Dua Kecamatan di Perbatasan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, kembali memekarkan dua kecamatan…

Selasa, 13 November 2018 13:53

Bupati Pilih ‘Diam’ Soal Fee Proyek

NUNUKAN – Dunia maya kembali dihebohkan atas unggahan salah satu…

Selasa, 13 November 2018 13:51

Masih Banyak yang Kesulitan Menjangkau Ibu Kota

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan, akan…

Selasa, 13 November 2018 11:48

Kebakaran di Desa Atap Dipicu Korsleting

NUNUKAN – Para korban insiden kebakaran di Desa Atap Kecamatan…

Senin, 12 November 2018 13:52

Pernah Bertugas sebagai Koordinator Eksekutor Pidana Mati

Bertugas di daerah perbatasan merupakan hal baru bagi AKBP Teguh…

Senin, 12 November 2018 13:39

Pemasangan Harus Sesuai Aturan

NUNUKAN – Alat peraga kampanye (APK) harus dipasang sesuai dengan…

Senin, 12 November 2018 13:38

Pastikan Pengesahaan APBD 2019 Tak Terlambat

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku, pengesahan Anggaran…

Senin, 12 November 2018 13:37

Ogah CDOB Dijadikan Komoditas Elite

SEBATIK – Masyarakat Sebatik meminta para elite politik tak lagi…

Senin, 12 November 2018 13:36

Rumah Ditinggal, si Jago Merah Mengamuk

SEBATIK – Baru berselang sehari setelah insiden kebakaran di Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .