MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Senin, 13 Agustus 2018 13:17
Mimpi Besar di Balik AM IMF-WBG
IST

PROKAL.CO, Banyak motivator menyarankan, jangan takut membangun mimpi. Bermimpilah setinggi langit. Karena kalau jatuh masih di atas bintang-bintang. Sukses besar selalu dimulai dari mimpi besar. Berangkat dari mimpi besar itu segala upaya akan mengeliat. Pintu menuju keberhasilan pun akan terbuka dan menjadi keniscayaan. Tanpa dimulai dari mimpi besar, tidak akan ada upaya sehingga menghasilkan strategi hebat untuk mencapai target besar.

Begitulah kira-kira ilustrasi yang tepat untuk menggambarkan kenapa saat ini Indonesia berani menerima tantangan menjadi tuanrumahAnnual Meetings IMF-World BankGroup tahun 2018 (AM IMF-WBG 2018). Sebuah eventkeuangan terbesar di dunia. Tempat berkumpulnya para pemangku kempentingan sistem keuangan global. Pertemuan dua tahun sekali ini akan digelar di Indonesia. Tempatnya di Bali.Selamasepekan penuh, mulai tanggal 8 sampai14 Oktober 2018.

Persiapan event ini sangat menarik untuk diamati. Supaya tahu pasti seperti apa rencana kegiatan akan berlangsung sehingga semakin percaya diri dan optimis. Utamanya terkait dengan hadirnya momen langka ini sebagai bagian dari keberhasilan sejarah eventbesar di Indonesia yang terus berlanjut. Setelah menyambut gegap gempita Asian Games yang berlangsung mulai 18 Agustus sampai 2 September 2018, sebulan kemudian Indonesia akan kedatangan tamu para delegasi AM IMF-WBG 2018. Tetap semangat. Tak perlu risau. Jangan menyurutkan langkah. Kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali. Peluang ini harus ditangkap. Suksesnya acara ini juga akan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia serta meningkatkan kepercayaan dunia internasional. Dan yang paling penting lagi bagi Indonesia sebagai tuan rumah adalah, sepanjang kegiatan ini berlangsung dan sesudahnya, harus banyak keuntungan didapat. Jangan sampai habis menguras perhatian, tenaga dan angaran, selebihnya hanya dapat kenangan glamour dan menyisakan kelelahan. Tidak signifikan memberi kontribusi penguatan spirit, pengalaman, dan peningkatan nilai ekonomi secara nasional. Kalau itu yang terjadi, rugi besar kita menjadi tuan rumah. Oleh karena itu,mari kita mengenal lebih dekat seperti apa persiapan detail seputar pelaksanaan AM IMF-WBG 2018. Agar semakin yakin dan tidak menyisakan keraguan.

Event ini merupakan pertemuan dua tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur World Bank dan IMF untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini seperti, outlook ekonomi global, stabilitas keuangan global, kemiskinan, pembangunan, perubahan iklim, dan isu global lainnya. Delegasi yang akan hadir dalam pertemuan tersebut berasal dari 189 negara. Terdiri dari para Menteri Keuangan, Gubernur Bank Sentral, CEO Industri Keuangan, Akademisi Terkemuka, Lembaga Internasional, Perwakilan LSM, Media dan Anggota Parlemen dari negara-negara peserta. Delegasi resmi yang akan hadir diperkirakan antara 3.000-4.000 orang. Ditambah delegasi-delegasi dari staf IMF-WBG sekitar 1.500 orang. Para investor 3.500-5.000 orang. Pengamat sekitar 1.000 orang. Institusi lainnya sekitar 1.000 orang. CSO sekitar 500 orang. Dan lainnya sekitar 1.000 orang. Seluruhnya diperkirakan mencapai sekitar 15.000 orang. Jika jumlah tamu ini digabungkan dengan para wisatawan regular yang biasanya berkunjung ke Bali mencapai sekitar 10.000 orang, maka pada saat event ini berlangsung, Bali diperkirakan akan kebanjiran tamu sekitar 25.000 orang per hari. Sekadar untuk diketahui, tidak perlu diragukan kemampuan Bali melayani tamu sebanyak itu. Jumlah kamar hotel bintang 4 dan bintang 5 tersedia sekitar 26.000. Belum ditambah kamar-kamar hotel di bawah bintang 4 masih tersedia puluhan ribu lagi. Daya tampung masih aman.

Perhelatan akbar ini akan menjadi forum dialogis antar pakar keuangan dan ekonomi dunia. Kesempatan sharing informasi antar peserta. Serta akan digunakan untuk membina jejaring yang positif antar partisipan. Mengingat yang hadir dalam pertemuan ini sebagian besar adalah para stakeholder di bidang keuangan dan ekonomi, bisa dipastikan akan banyak digelar berbagai pertemuan bilateral antar negara dan berbagai diskusi ekonomi dan keuangan di bawah IMF maupun WBG. Tentu tidak ketinggalan berbagai diskusi yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya. Selebihnya juga akan digunakan oleh peserta untuk membahas isu-isu aktual spesifik terkait dengan perubahan iklim,isu kepemudaan,isu sosial dan gender, isu terkait tugas parlemen dan berbagai seminar lainnya. Kegiatan ini akan menjadi pertemuan bidang keuangan dan perekonomian dengan peserta terbanyak di dunia. Secara keseluruhan selama kegiatan berlangsung akan terjadi sekitar 2.000 pertemuan. Ini benar-benar pertemuan keuangan dan perekonomian terbesar di dunia dalam catatan sejarah pertemuan-pertemuan yang pernah ada.

Terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah bukan sebuah kebetulan. Telah melalui perjuangan yang tidak mudah dan proses panjang. Diperjuangkan selama empat tahun. Sejak bulan September 2014 dimulai dengan mengutarakannya minat dan pengajuan proposal bidding. Selanjutnya Desember di tahun yang sama dilakukan site evaluation oleh meeting team secretariat. April 2015 terpilih tiga kandidat, Indonesia, Mesir, dan Senegal. Hasilnya, pada Oktober 2015, Indonesia ditetapkan sebagai tuan rumah terpilih. Selanjutnya pada April 2016, penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Dilanjutkan pembentukan panitia nasional pada Februari 2017 dan dilakukan klarifikasi serta asesmen kesiapan pada April 2017. Akhirnya, 8-14 Oktober 2018 adalah ditetapkannya waktu pelaksanaan kegiatan. Ini adalah sebuah proses yang cukup panjang dan memerlukan perjuangan. Tidak mudah. Harus mampu menyisihkan pesaing dari Mesir dan Senegal. Nah setelah kita memenangkan, maka event ini harus dilaksanakan dengan sukses di Indonesia.

Indonesia harus bangga dengan event ini. The world is coming to Indonesia. Dunia akan mengunjungi Indonesia. Melihat dari dekat seperti apa eloknya negeri ini. Kita akan buktikan bahwa Indonesia bisa dan hebat. Pastikan mata dunia akan terbelalak. Decak kagum akan menyusup di benak setiap orang. Ketika mampu dibuktikan, bahwa Indonesia tidak saja dikenal sebagai negeri surga di bawah katulistiwa. Kekayaan alamnya yang melimpah di laut, daratan, gunung, dan langit, seluruhnya indah mempesona. Negeri kepulauan dengan kekayaan budaya dan kesantunan penduduknya adalah negeri damai yang tidak ada duanya. Di samping untuk menunjukkan bahwa negeri ini adalah negeri indah yang mengesankan, penduduknya juga telah berubah menjadi bagian dari penduduk dunia yang bisa diandalkan. Terus mengalami perubahan menuju kemajuan. Siap menjadi bagian dari kekuatan pembangunan global sebagai negara yang reformed, resillent, and progressive. Oleh karena itu, Indonesia siap menjadi bagian dalam mendukung perekonomian yang berkelanjutan.Menjadi bagian dari masyarakat internasional yang inklusif. Sempurna!

Pertemuan besar ini tidak akan disia-siakan. Di sela misi utama menghadiri pertemuan tahunan IMF-World Bank, para peserta akan diantar untuk menyaksikan program Voyage to Indonesia. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai. Pertama, showcasing ekonomi Indonesia untuk menunjukkan adanya reformasi dan risiliensi ekonomi, digitalisasi ekonomi, ekonomi syariah yang inklusif dan modern, serta pemberdayaan perempuan. Kedua,promosi pariwisata dengan menunjukkan kekayaan alam dan budaya. Ketiga, promosi perdagangan dan investasi untuk menunjukkan potensi, kemudahan berinvestasi, infrastruktur pendukung, dan kebijakan perdagangan. Implikasi yang diharapkan akan menumbuhkan rasa bangga di dalam negeri. Sekaligus menumbuhkan persepsi positif atau minat dari luar negeri. Sebuah skenario yang apik untuk menarik investasi, perdagangan dan pariwisata sehingga pertumbuhan ekonomi diharapkan akan meningkat secara bekelanjutan. Pada gilirannya, masyarakat akan menjadi semakin sejahtera.

Dalam kalkulasi jangka pendek, banyak manfaat yang akan didapat oleh Indonesia. Dari kehadiran tamu sebanyak 15.000 orang selama 7 hari, dipastikan akan banyak menghasilkan deal-deal bisnis. Saat itu juga akan menghasilkan banyak transaksi dari adanya pertemuan-pertemuan,  makanan dan minuman, transport dan akomodasi, belanja dan hiburan, serta wisata lainnya. Transaksi tersebut akan menghasilkan pendapatan secara langsung. Mendorong pertumbuhan ekonomi dan perolehan devisa. Di luar tourism dan corporate events, diperkirakan akan menghasilkan transaksi tidak kurang dari USD 100 juta. Belum lagi manfaat intangible karena secara tidak langsung terjadi lompatan promosi Indonesia di media internasional selama kegiatan berlangsung. Ini akan menjadi bagian dari positioning stategy untuk melekatkan image Indonesia sebagai destinasi wisata yang menawan bagi 189 negara di seluruh dunia. Promosi paling efisien namun sangat efektif. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Luar biasa!

Masih ada manfaat lain pada saat low season. Momentum memperkenalkan paket wisata Beyond Bali. Ribuan peserta diharapkan akan melakukan transaksi pariwisata, jasa, produk-produk hasil industri kecil dan pendukung lainnya sehingga mampu menggerakkan akselerasi roda perekonomian Bali. Peluang ini juga akan dimanfaatkan untuk memperluas ruang gerak para tamu agar mengenal Indonesia secara lebih luas. Tidak saja Bali yang mempesona. Perjalanan mereka akan dibuat semakin menarik dan mengesankan. Link daya tarik wisata di luar Bali pun ditawarkan. Ada beberapa destinasi wisata unggulan lainnya yang disuguhkan yaitu, Lombok, Tana Toraja, Danau Toba, Yogjakarta, Banyuwangi dan Labuan Bajo. Para tamu akan terus dimanjakan dengan menikmati lebih banyak potensi wisata yang ada di Indonesia.

Di samping manfaat-manfaat langsung yang bisa direguk oleh Indonesia selama event berlangsung, ada manfaat jangka panjang yang lebih dahsyat. Suksesnya perhelatan akbar ini nantinya akan memberikan penguatan kepercayaan dunia internasional terhadap kapasitas kepemimpinan Indonesia terkait pembahasan isu-isu global. Utamanya hal-hal yang terkait dengan infrastruktur, stabilitas, sistem keuangan, penanganan ketidak adilan, pembangunan sumber daya manusia, dan keuangan inklusi. Di samping itu, peluang investasi dan perdagangan juga akan semakin terbuka lebar. Hal ini sebagai dampak dari semakin dikenalnya berbagai produk unggulan Indonesia serta hasil dari pengenalan investasi dan usaha. Event besar ini juga menjadikan Indonesia seperti melakukan lompatan promosi pariwisata internasional dan transfer pengetahuan. Ke depan, pengalaman ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke beberapa destinasi utama Indonesia, promosi event venuesdan momentum untuk perbaikan infrastruktur pariwisata. Dalam konteks transfer pengetahuan, kegiatan ini dapat menambah pengalaman dan membangun jaringan dengan komunitas internasional, serta pembelajaran mengenai penyelenggaraan kegiatan-kegiatan berkelas dunia. Semoga sukes, sehingga mimpi besar ini bisa menjadi kenyataan. Indonesia hebat! Insya Allah. (***/eza)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .