MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 11 Agustus 2018 15:04
Tak Ingin Bergantung dengan SOA
INGIN MANDIRI: Masyrakat Krayan dapat menghasilkan produk sendiri, untuk menciptakan masyarakat mandiri. CAMAT KRAYAN UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Masayrakat di lima kecamt­an di Krayan, mulai berbenah dan tak ingin bergantung dengan subsidi ongkos angkut­an (SOA) yang tiap tahun diprogramkan oleh pemerintah daerah. Sehingga perlu mencari solusi tepat agar masyrakat perbatasan Indonesia dengan Sarawak Malaysia  itu dapat mandiri.

Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar me­ngatakan, untuk menciptakan kemandirian masyarakat di Krayan, diperlukan pe­ngembangan mulai dari tingkat desa. Karena di Krayan sangat banyak produksi unggulan yang dapat dikembangkan masyarakat.

“Seperti saat ini ditemukan lagi produk unggulan baru yakni kopi Krayan, ini potensi yang harus dikembangkan masyarakat,” kata Helmi Pudaaslikar.

Selama ini memang Krayan sudah banyak memiliki produk unggulan seperti garam gunung dan beras Adan. Sehingga masyarakat perlahan-lahan mulai mandiri, tak bergantung dengan pemerintah. Produk unggulan yang ada mulai dikembangkan di beberapa desa.

Seperti Kecamatan Krayan Timur dan Tengah, yang mulai fokus  mengembangkan gula tebuh secara mandiri. Krayan Induk sementara ini sedang me­ngembangkan kopi Krayan lalu Krayan Selatan mengembangkan produk lain.

“Tiap desa didorong untuk menciptakan satu produk unggulan, sebagai langkah menuju mandiri dan bisa mengelola desanya masing-masing,” ujarnya.

Potensi yang ada di Krayan harus dapat menghasilkan untuk Krayan sendiri, sehingga tidak perlu bergantung lagi dengan bantuan dari pemerintah. Bahkan yang sangat diharapkan Krayan dapat memberikan masukan untuk daerah dalam bentuk pendapat­an asli daerah (PAD).

“Nanti masyarakat di Krayan tidak lagi bergantung dengan SOA yang tiap tahun harus ditunggu. Tanpa SOA masyarakat Krayan tetap dapat menghasilkan sesuatu untuk daerah,” tambahanya.

Untuk diketahui, Pemkab Nunukan saat ini, perlahan membuka keterisoliran di wilayah Kecamat­an Krayan, melalui SOA penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan, Krayan.

Sementara itu anggota DPRD Nunukan, Aprem mengatakan, tak dipungkiri masyarakat Krayan sangat bergantungan dengan SOA penumpang. Hal tersebut sangat membantu masyarakat.

“SOA penumpang meringankan biaya transportasi ketika masyarakat ingin ke kabupaten. Namun ke depan jika masyarakat dapat mandiri tentu tidak akan bergantungan lagi dengan SOA,” kata Aprem. (nal/nri)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*