MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Agustus 2018 22:46
Dongkrak Popularitas, Caleg Wajib Berbekal
Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo. Foto: Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN - Larangan untuk tidak mencantumkan nama partai politik, nomor urut dan keterangan akan menjadi calon anggota legislatif lewat media masih bersifat imbauan. “Pokoknya jangan cantumkan yang berhubungan dengan pencalegan, parpol dan nomor urut. Artinya murni pribadi,” ungkap Teguh Dwi Subagyo, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan, kemarin (10/8).

Itu sekaligus membuka peluang bagi mereka yang ingin mencalonkan diri, untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Namun tanpa dengan embel-embel partai. Kata Teguh, hal tersebut berlaku sebab hingga kini KPU belum mengumumkan daftar calon tetap (DCT). Dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menjelaskan bahwa kampanye pemilu merupakan kegiatan peserta pemilu yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk memilih dengan menawarkan visi misi atau citra diri peserta pemilu.

“Kalau sudah mencantumkan ucapan lewat media massa itu kan bagian dari citra diri, maka supaya citra dirinya itu tidak dikategorikan sebagai kampanye, jangan sebut-sebut partai, nomor urut atau calon anggota legislatif. Itu sudah dikategorikan kampanye,” jelasnya.

Meski saat ini pihaknya belum masuk ke tahapan kampanye paslon, namun menurut Teguh jika seorang yang ingin maju menjadi caleg sudah melakukan citra diri dengan mencantumkan parpol, nomor urut dan memperkenalkan diri sebagai caleg 2019, maka sikap tersebut dinilai tidak beretika dalam politik.

“Etikanya itu, bagaimana jika seorang yang belum masuk di tahapan kampanye, tapi sudah melakukan itu, berarti tidak pas,”  ujarnya.

Untuk itu, Teguh menjelaskan bahwa kampanye dalam bentuk pertemuan terbatas, penyebaran bahan kampanye di tempat umum, algaka di tempat umum dapat dilakukan 3 hari setelah penetapan DCT. Sedang kampanye dalam bentuk iklan di media massa cetak dan elektronik, serta rapat umum dapat dilakukan pada akhir Maret 2019 hingga 13 April 2019.

“Jadi tidak serta merta memasang iklan, makanya kalau mau memasang iklan sekarang bisa sepanjang tidak menyebutkan parpol, nomor urut dan caleg,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara Siti Nuhriyati mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum pernah menemukan pelanggaran caleg, kecuali saat pendaftaran caleg di awal yang sempat ditertibkan pihaknya. “Mulai banyak lagi (pelanggaran) di Agustus ini, karena momen 17-an dimanfaatkan,” bebernya.

Siti mengatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan caleg terkait mencantumkan nama parpol, nomor urut dan mencantumkan caleg, belum ditemukan pihaknya. Namun, jika menemukan pelanggaran tersebut, pihaknya tidak dapat melakukan apa-apa, sebab dalam aturan dijelaskan bahwa kampanye hanya diperuntukkan kepada calon anggota legislatif saja, sedangkan penentuan DCT caleg hingga kini belum dilakukan KPU.

“Itulah mereka jor-joran, yang boleh kami tindak itu calon yang melanggar. Nah, sekarang KPU belum menetapkan calon, jadi belum ada calon. Kedua, unsur-unsurnya tidak dipenuhi, jadi kalau pun semua dimasukkan, kami hanya sebatas mengimbau,” jelasnya.

Untuk itu, Siti menegaskan bahwa sampai detik ini pihaknya masih sebatas mengimbau. Sebab, Bawaslu baru dapat melakukan pengawasan kampanye 3 hari setelah penetapan DCT caleg, sebab waktu tersebut memang merupakan waktu kampanye.

“Kami masih sebatas mengimbau, daripada masyarakat mengatakan bahwa ini kesannya curi start. Padahal kan belum ditetapkan menjadi DCT,” pungkasnya. (*/shy/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Ada Apa? Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:12

Martabak Green Tea

Kudapan kekinian yang penuh inovasi. Martabak yang berwarna hijau ini sangat nikmat dan menggoda selera.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:10

Gabin Tape Susu

Pesona kue gabin dengan isian tape yang disirami susu kental manis dan kejunya terkesan penuh nikmat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .