MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Agustus 2018 13:58
HAYUU KAMU...!! KPK Bakal Balik Lagi

Cek Fisik Sheet Pile di KTT Belum Rampung

BAKAL BERLANJUT: Tim Penyidik Bareskrim Polri dan KPK mengambil sampel struktur beton sheet pile atau turap di Kecamatan Sesayap, Kamis (9/8). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beserta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri menuntaskan pemeriksaan fisik proyek sheet pile atau turap senilai Rp 505 miliar di Kecamatan Sesayap dan Sesayap Hilir, Tana Tidung, Kamis (9/8). Terhitung tim bekerja di lapangan selama empat hari.

Imam, salah satu anggota tim mengatakan, pengecekan itu berkaitan dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi. Pengecekan fisik dilakukan menyangkut kualitas dan volume proyek. “Ini untuk menentukan apakah ada indikasi tindak korupsi atau tidak, yang berkaitan ada tidaknya kerugian negara dari pemeriksaan ini. Kami belum bisa memastikan penjelasan terkait pemeriksaan ini, karena harus diuji terlebih dahulu yaitu melalui proses pemeriksaan laboratorium nantinya,” ujar Imam saat ditemui, Kamis (9/8) siang.

Tambah Imam, pemeriksaan didahului dengan menguji struktur tanah dan mengambil sempel struktur beton turap. Menurutnya, pemeriksaan masih akan dievaluasi oleh tim ahli teknis konstruksi untuk menilai kesesusaian.

Tim berpindah-pindah selama melakukan pemeriksaan. Setidaknya ada enam titik di dua kecamatan yang diperiksa.  “Ini memang tahapan kedua yang kami lakukan untuk pengambilan sampel dan uji ketahanan fisik proyek. Setelah kami uji ternyata masih ada yang kurang terpaksa kami balik lagi. Sehingga nanti jika dikatakan, cukup baru kami akan berhenti,” jelasnya.

Menurut Imam, penyidik akan melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang berwenang jika dalam pengecekan fisik ditemukan ketidaksesuaian. Penyidik akan menyelidiki lebih jauh terkait pelaksanaan lelang hingga pengerjaannya dengan standar prosedur penanganan dugaan tindak pidana korupsi.

“Bisa jadi dari proses analisis ada sampel yang kurang atau susah dibaca, maka kami akan balik lagi mengambil sampelnya. Secara keseluruhan hasil pemeriksaan ini masih dalam tahap pendalaman sangkaan penyimpangan atas proyek sheet pile,” jelas Imam.

Merinci, proyek turap di dua kecamatan masing-masing Kecamatan Sesayap senilai Rp 337 miliar, dikerjakan PT Waskita Luhribu KSO dan di Kecamatan Sesayap Hilir senilai Rp 168 miliar, dikerjakan PT Dharma Perdana Muda. Proyek masuk di tahun anggaran 2010-2013 yang kemudian di-adendum hingga 2015.

Ini merupakan kali kedua KPK dan Bareskrim turun melakukan pengecekan fisik proyek turap. Pengecekan pertama dilakukan pada pertengahan Senin 9 April lalu. Koordinasi dan supervisi penindakan itu dilakukan selama 7 hari.

 

SOAL KERUGIAN NEGARA, MASIH RANAH BARESKRIM

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Provinsi Kalimantan Utara Karyadi menjelaskan terdapat mekanisme baru menyoal pendampingan BPK dalam dugaan tindak pidana korupsi. Namun, pendampingan itu baru akan dilakukan ketika kasus telah memasuki tahap penyidikan.

“Mekanisme harus didahului dengan ekspos, kalau meminta (perhitungan kerugian) BPK, itu sudah ada tersangkanya, kasusnya sudah dalam tahap penyidikan, bukan penyelidikan,” terang Karyadi.

Sesuai mekanisme permohonan perhitungan kerugian negara (PKN), penyidik wajib menyertakan dokumen dan bukti yang relevan, cukup dan valid. “BPK kan diminta. Kalau sudah terpenuhi, kami kan sebenarnya mengawal,” urai Karyadi mengenai peran BPK dalam setiap pendampingan kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Lebih jauh, mekanisme saat ini dengan melibatkan Auditor Utama Investigasi (AUI) BPK. Kewenangan penuh atas pendampingan menyangkut kasus dugaan tindak berada di Auditama Investigasi BPK. “Intinya, harus melalui AUI. Terlepas itu misalnya diserahkan ke perwakilan. Tapi, perwakilan hanya sebatas melakukan perhitungan, itu jika AUI menyerahkan,” bebernya.

Soal kasus di Tana Tidung, Karyadi mengaku tak berwenang memberi jawaban. “Itu (kerugian negara proyek turap KTT) saya enggak bisa jawab di sini. Ini prosesnya masih penyelidikan. Permohonan perhitungan kerugian negara itu masih ranahnya Bareskrim, saya enggak berwenang menjawab itu. Gitu yah,” kata Karyadi tanpa bermaksud mengecewakan pewarta.

Sementara itu beberapa pejabat di Pemerintah Kabupaten Tana Tidung yang dikonfirmasi Radar Tarakan menolak untuk memberikan keterangan terkait kegiatan KPK di wilayah mereka. (*/rko/lim)

 

KPK Bakal Balik Lagi

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Permen-KP 56, Bukan Pelarangan

TARAKAN- Terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor…

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Dewi Yul Dituntut 18 Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita cantik pengiriman sabu 1 kg yaitu Dewi…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program…

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*