MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Agustus 2018 13:56
Dua Kapal SPOB Ditangkap EFQR

Diduga Selundupkan BBM Secara Ilegal

DIDUGA MENYIMPANG: Dua kapal SPOB yang diamankan Lantamal XIII karena diduga menyelundupkan BBM, Senin 6 Agustus lalu. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Sebelas anak buah kapal (ABK) dari dua kapal minyak self propelled oil barge (SPOB) tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan transaksi ilegal terhadap muatan BBM jenis MT-88 sebanyak 75 ton dan pertalite25 ton di perairan Kaltara.

Penyelundupan itu diungkap tim Eastern Fleet Quick Respons (EFQR) Lantamal XIII Tarakandi perairan Sesayap, Tana Tidung, Kaltara pada Senin (6/8) lalu. Sebelum dilakukan penangkapan, tim Satuan Tugas (Satgas) Neptunus-18, mendapatkan informasi dari masyarakat akan maraknya kegiatan atau transaksi BBM ilegal di perairan Sesayap.

Mendapati informasi itu, tim EFQR lantas melakukan pengumpulan data serta melakukan pendalaman selama kurun waktu seminggu.

Setelah mengetahui akan terjadinya kembali transaksi ilegal di laut, Senin (6/8) sekira pukul 20.39 Wita, tim EFQR bergegas bergerak senyap melakukan penyisiran di perairan Sesayap. Alhasil, dua kapal minyak SPOB didapati sedang sibuk melakukan transaksi BBM ilegal tanpa disertai dokumen lengkap.

Dua kapal SPOB itu, kapal Tideng Pale Indah dan lapal Rizki-03. Di mana saat itu, kapal SPOB Tideng Pale Indah terlihat sedang melakukan pengisian BBM ke Kapal Rizki 03 secara ilegal.

Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan surat kelengkapan dokumen kapal di Rizki 03. Tak hanya itu, surat kelengkapan dokumen muatan dan surat kelengkapan personil ABK juga tak ditemukan. Hanya, yang petugas temukan hanya dokumen berupa ijasah nakhoda dan ABK.

Sementara itu, kapal Tideng Pale Indah juga tak ditemukan surat persetujuan bongkar muat barang berbahaya ke SPOB Rizki 03. Selain itu petugas juga tidak menemukan surat izin over ship dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terkait transfer BBM ke SPOB Rizki 03.

Barang bukti diamankan untuk kepentingan proses penyidikan dan digiring ke dermagal Lantamal XIII yang berada di Kelurahan Mamburungan.

Dikonfirmasi terpisah, Komandan Lantamal XIII Tarakan Kolonel Laut (P) Judijanto M.Si, M.A mengungkapkan, penangkapan dua kapal minyak SPOB di perairan KTT, merupakan suatu upaya penegakan hukum di laut. Hal ini dilakukan tak terlepas untuk membantu pemerintah dalam menggagalkan transaksi ilegal. “Tangkapan kapal minyak ini sebenarnya sudah diintai satu minggu lalu oleh tim kita. Dan saat penangkapan itu dua kapal ini tertangkap tangan sedang melakukan transaksi kegiatan ilegal,” ungkap Judijanto, Kamis (9/8).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kapal Tideng Pale dinakhodai pria berinisial S, dengan membawa 4 ABK. Sementara, Kapal Rizki diketahui dinakhodai oleh YB dengan membawa 7 orang ABK.

“Untuk kapal Rizki ini kami dapati muatannya itu baru berisi 27.439 liter BBM setelah proses pengisian. Dari yang direncanakan sebanyak 35.000 liter,” bebernya.

Judijanto juga mengungkapkan, berdasarkan pengakuan nakhoda jika kapal SPOB tersebut diketahui sudah lima kali melakukan transaksi BBM ilegal di perairan Kaltara sejak Juli 2018 lalu. “Kami sedang dalami bukan hanya di KTT saja. Kami tahu bagaimana luasnya wilayah Kaltara ini, dan tidak menutupkemungkinan di perairan lainnya juga bisa terjadi. Namun, kami tidak berharap itu terjadi dan kami melakukan langkah-langkah yang tepat untuk dapat membantu pemerintah,” ujarnya.

Ditambahkan, dua SPOB ini seharusnya mengantar minyak ke konsumennya. Namun yang didapatkannya kapal minyak justru menyimpang, karena tak disertai surat lengkap.

“Seharusnya mereka sudah memiliki konsumen. Mereka jual ke kapal lain demi sebuah keuntungan yang lebih. Kami juga belum tahu asal BBM ini dari mana asalnya. Kami masih dalami,” katanya.

Untuk itu, lanjut Judijanto, 11 ABK akan menjalani pemeriksaan lebih intensif dan akan diproses lebih lanjut. “Untuk tersangka belum. Tim kami masih melakukan proses penyelidikan,” ujarnya. (eru/lim)

Diduga Selundupkan BBM Secara Ilegal


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Permen-KP 56, Bukan Pelarangan

TARAKAN- Terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor…

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Dewi Yul Dituntut 18 Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita cantik pengiriman sabu 1 kg yaitu Dewi…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program…

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*