MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Agustus 2018 13:56
Dua Kapal SPOB Ditangkap EFQR

Diduga Selundupkan BBM Secara Ilegal

DIDUGA MENYIMPANG: Dua kapal SPOB yang diamankan Lantamal XIII karena diduga menyelundupkan BBM, Senin 6 Agustus lalu. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Sebelas anak buah kapal (ABK) dari dua kapal minyak self propelled oil barge (SPOB) tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan transaksi ilegal terhadap muatan BBM jenis MT-88 sebanyak 75 ton dan pertalite25 ton di perairan Kaltara.

Penyelundupan itu diungkap tim Eastern Fleet Quick Respons (EFQR) Lantamal XIII Tarakandi perairan Sesayap, Tana Tidung, Kaltara pada Senin (6/8) lalu. Sebelum dilakukan penangkapan, tim Satuan Tugas (Satgas) Neptunus-18, mendapatkan informasi dari masyarakat akan maraknya kegiatan atau transaksi BBM ilegal di perairan Sesayap.

Mendapati informasi itu, tim EFQR lantas melakukan pengumpulan data serta melakukan pendalaman selama kurun waktu seminggu.

Setelah mengetahui akan terjadinya kembali transaksi ilegal di laut, Senin (6/8) sekira pukul 20.39 Wita, tim EFQR bergegas bergerak senyap melakukan penyisiran di perairan Sesayap. Alhasil, dua kapal minyak SPOB didapati sedang sibuk melakukan transaksi BBM ilegal tanpa disertai dokumen lengkap.

Dua kapal SPOB itu, kapal Tideng Pale Indah dan lapal Rizki-03. Di mana saat itu, kapal SPOB Tideng Pale Indah terlihat sedang melakukan pengisian BBM ke Kapal Rizki 03 secara ilegal.

Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan surat kelengkapan dokumen kapal di Rizki 03. Tak hanya itu, surat kelengkapan dokumen muatan dan surat kelengkapan personil ABK juga tak ditemukan. Hanya, yang petugas temukan hanya dokumen berupa ijasah nakhoda dan ABK.

Sementara itu, kapal Tideng Pale Indah juga tak ditemukan surat persetujuan bongkar muat barang berbahaya ke SPOB Rizki 03. Selain itu petugas juga tidak menemukan surat izin over ship dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terkait transfer BBM ke SPOB Rizki 03.

Barang bukti diamankan untuk kepentingan proses penyidikan dan digiring ke dermagal Lantamal XIII yang berada di Kelurahan Mamburungan.

Dikonfirmasi terpisah, Komandan Lantamal XIII Tarakan Kolonel Laut (P) Judijanto M.Si, M.A mengungkapkan, penangkapan dua kapal minyak SPOB di perairan KTT, merupakan suatu upaya penegakan hukum di laut. Hal ini dilakukan tak terlepas untuk membantu pemerintah dalam menggagalkan transaksi ilegal. “Tangkapan kapal minyak ini sebenarnya sudah diintai satu minggu lalu oleh tim kita. Dan saat penangkapan itu dua kapal ini tertangkap tangan sedang melakukan transaksi kegiatan ilegal,” ungkap Judijanto, Kamis (9/8).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kapal Tideng Pale dinakhodai pria berinisial S, dengan membawa 4 ABK. Sementara, Kapal Rizki diketahui dinakhodai oleh YB dengan membawa 7 orang ABK.

“Untuk kapal Rizki ini kami dapati muatannya itu baru berisi 27.439 liter BBM setelah proses pengisian. Dari yang direncanakan sebanyak 35.000 liter,” bebernya.

Judijanto juga mengungkapkan, berdasarkan pengakuan nakhoda jika kapal SPOB tersebut diketahui sudah lima kali melakukan transaksi BBM ilegal di perairan Kaltara sejak Juli 2018 lalu. “Kami sedang dalami bukan hanya di KTT saja. Kami tahu bagaimana luasnya wilayah Kaltara ini, dan tidak menutupkemungkinan di perairan lainnya juga bisa terjadi. Namun, kami tidak berharap itu terjadi dan kami melakukan langkah-langkah yang tepat untuk dapat membantu pemerintah,” ujarnya.

Ditambahkan, dua SPOB ini seharusnya mengantar minyak ke konsumennya. Namun yang didapatkannya kapal minyak justru menyimpang, karena tak disertai surat lengkap.

“Seharusnya mereka sudah memiliki konsumen. Mereka jual ke kapal lain demi sebuah keuntungan yang lebih. Kami juga belum tahu asal BBM ini dari mana asalnya. Kami masih dalami,” katanya.

Untuk itu, lanjut Judijanto, 11 ABK akan menjalani pemeriksaan lebih intensif dan akan diproses lebih lanjut. “Untuk tersangka belum. Tim kami masih melakukan proses penyelidikan,” ujarnya. (eru/lim)

Diduga Selundupkan BBM Secara Ilegal


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:51

Wawali Arief di Simpang Jalan

TARAKAN - Tak terdaftar dalam daftar calon sementara (DCS) calon legislatif 2019, Khaeruddin Arief Hidayat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .